dp-0-properti

Bagaimanapun bank tidak mungkin melanggar peraturan diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) melalui Surat Edaran No. 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor, yang pada intinya mengatur besaran Loan To Value (LTV) untuk KPR dan Down Payment (DP) untuk KKB. Dimana LTV bisa diartikan juga sebagai besarnya plafond kredit.

Tapi karena disini kita konsentrasi membahas mengenai property maka kita hanya akan membicarakan tentang LTV untuk KPR.

Inti dari surat edaran BI ini adalah untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan, sehingga  Down Payment (DP) untuk rumah yang luasnya 70 m2 atau lebih menjadi 30 %, yang artinya LTV-nya 70 %.

Surat Edaran BI ini dipicu oleh meningkatnya KPR yang disalurkan oleh bank-bank. Dengan meningkatnya jumlah kredit, maka timbul kekhawatiran dari BI bahwa nilai kredit yang disalurkan tidak menggambarkan nilai jaminan sesungguhnya, sehingga kondisi tersebut bisa menyebabkan bubble.

Tapi untuk menarik calon konsumen kita sebagai developer dituntut untuk kreatif dalam menawarkan program-program pemasaran. Diantara program pemasaran tersebut bisa dibuat pembelian rumah dengan tanpa DP atau DP 0%.

Bagaimanan Caranya Menjual Perumahan dengan DP 0%?

dp 0% properti

Memberikan program DP 0 % kepada konsumen bisa dengan berbagai cara, diantaranya dengan program diskon DP dan dengan cara menaikkan harga dasar rumah.

Program diskon untuk pemberian DP 0 % agak riskan karena besaran diskon sebesar 30 %  dari harga jual rumah merupakan jumlah yang sangat signifikan. Program ini biasa kami lakukan pada saat launching dan hanya untuk beberapa unit saja.

Karena bisa jadi apabila harga rumah didiskon 30 % maka harganya sudah menyentuh nilai Harga Pokok Produksi (HPP). Hehehe, musti dengan perhitungan matang, jangan sampai malah tekor…

Cara selanjutnya adalah dengan menaikkan harga dasar rumah, sehingga dengan tanpa pembayaran DP atau DP 0 % maka target laba untuk satu unit rumah tetap sesuai dengan proyeksi dalam RAB.

Dengan catatan bank menilai harga yang kita ajukan untuk permohonan KPR adalah harga yang wajar.

daftar properti yang bisa dijadikan objek dire

Contohnya satu unit rumah luas 90 m2 dijual dengan harga 1 Milyar, dimana harga 1 Milyar adalah harga yang ditetapkan untuk mencapai target laba proyek. Menurut Surat Edaran BI No. 14/10/DPNP tersebut makan DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 30 persen yaitu sebesar Rp. 300 Juta.

Jika kita ingin menerapkan DP 0 %, maka harga dasar harus ditetapkan sebesar Rp. 1.428.570.000, sehingga LTV menjadi 1 Milyar (70 % x Rp. 1.428.570.000).

Dengan harga dasar sebesar Rp. 1.428.570.000, apabila konsumen tidak membayar DP sebesar 30 % yaitu sebesar Rp. 428.570.000 maka target laba yang diproyeksikan tidak berkurang karena harga yang masuk ke kas developer tetap sebesar 1 Milyar.

Dari mana dapat angka Rp. 1.428.570.000? hehehe hitung sendiri ya

 

Share Button
Lihat artikel lainnya:
KPR atau Kredit Pemilikan Rumah atau pembiayaan lainnya yang disalurkan kepada masyarakat...
  Berinvestasi di property relatif lebih aman jika dibandingkan instrumen...
  Sebagai contoh, tahun 2013 diprediksi bahwa bisnis properti akan...
Pada dasarnya sebuah bank adalah perantara antara orang yang membutuhkan uang...
Tak dipungkiri saat ini mayoritas penjualan properti khususnya perumahan masih...
Karena Properti Bisa Dijadikan Agunan Perbankan Bank sangat menyukai agunan...

Article Tags:

DP 0 % To Rocket Your Sales!! Bagaimana Menerapkan DP 0% dalam Penjualan Perumahan?

Dapatkan Update Terbaru Tentang Properti

Masukkan nama dan email anda di form di bawah ini, kami akan kirimkan update di inbox anda.

One thought on “DP 0 % To Rocket Your Sales!! Bagaimana Menerapkan DP 0% dalam Penjualan Perumahan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *