Aneh kan? Ada orang yang berprofesi sebagai pembeli untuk tanah-tanah yang sedang bersengketa, karena dari pengalaman mereka harga tanah yang sedang bersengketa pada umumnya jauh di bawah harga pasar.

Tidak salah apa yang mereka lakukan asalkan sudah disiapkan jaring pengamannya.

Mereka berani memasuki bisnis properti dengan pola seperti itu tentu sudah memperhitungkan resiko dan sudah sangat siap mengantisipasinya.

Seyogianya mereka sudah mempersiapkan tim legal yang akan meneliti permasalahan sengketa dari sisi hukum dan mempersiapkan jalan keluar yang akan ditawarkan kepada masing-masing pihak yang bersengketa.

Intinya dia sudah memetakan permasalahan sebelum menawarkan solusi. Yang pasti tentu dia tidak ingin konyol masuk ke pusaran sengketa pertanahan kan?.

Begini strategi yang dimainkannya, langkah pertama adalah memetakan sengketa, melihat siapa-siapa saja yang bersengketa, menemui mereka untuk membicarakan kemungkinan solusi yang ditawarkan.

Solusi tersebut haruslah berupa solusi damai antar pihak yang bersengketa. Jangan sampai ada salah satu pihak yang keukeuh ingin berlaga di pengadilan. Kepastian ini harus diperoleh jika ingin lanjut.

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisa harga tanah tersebut dan mengajukan penawaran kepada para pihak.

Contohnya jika harga wajar tanah tersebut adalah 1.000.000 rupiah permeter persegi, maka pastikan biaya yang akan dikeluarkan dalam mengurus sengketa ini sampai selesai di bawah 1.000.000 rupiah permeter persegi.

Berikut ilustrasinya, misalnya pihak yang bersengketa adalah dua pihak. Kepada pihak satu ditawarkan membeli dengan harga 300.000 rupiah permeter persegi dan kepada pihak lainnya juga ditawarkan hal yang serupa.

Dengan demikian biaya untuk mengakuisisi tanah ini adalah 600.000 rupiah permeter persegi, masih jauh di bawah harga pasar. Keuntungan lebih besar akan didapat jika dia bisa menegosiasikan harga yang lebih rendah.

Kenapa pihak yang bersengketa bersedia? Karena orang yang sedang bersengketa tanah, ingin menjaga haknya terhadap kepemilikan tanah tersebut.

Selanjutnya mereka akan berfikir untung rugi jika ada penawaran yang datang. Jika terus bersengketa ada kemungkinan sengketa tersebut tidak akan selesai dalam jangka waktu yang lama.

Itulah sebabnya mereka yang sedang bersengketa harus mempertimbangkan masak-masak, apakah akan berlanjut bersengketa di pengadilan dengan resiko memerlukan waktu, energi dan biaya yang tidak sedikit atau menerima tawaran damai yang bisa selesai dalam waktu singkat.

Dalam kondisi ini bila ada seseorang datang menawarkan solusi bisa dianggap sebagai dewa penolong bagi mereka. Itupun jika mereka berfikir praktis, dari pada tidak mendapatkan apa-apa lebih baik mendapatkan sesuatu walaupun dengan jumlah yang lebih sedikit.

Akhirnya semua pihak hepi, mereka yang bersengketa bisa cepat mendapatkan bagiannya dan si pembeli juga mendapatkan tanah dengan harga di bawah harga pasar.

Ingin melakukan ini juga? Jangan lupa pastikan Anda memiliki pengetahuan tentang hukum pertanahan atau tentang hukum secara umum atau Anda bisa menyewa jasa konsultan hukum.

Pilihan ada di tangan Anda. Satu yang harus Anda pastikan, jangan sampai Anda malah ikut bersengketa alih-alih mendapatkan untung.

 

Lihat artikel lainnya:
Sebelum mengakuisisi lahan untuk dijadikan proyek properti anda harus memastikan...
Ada banyak strategi yang bisa dipraktekkan ketika akan mengakuisisi lahan untuk dibangun...
Masih sering saya mendapati broker properti yang menjualkan tanah-tanah yang...
Sebelum memulai negosiasi dengan pemilik lahan anda harus menetapkan target yang...
Jika tahu caranya anda bisa mendapatkan untung besar dengan membeli aset yang...
Pembebasan lahan adalah kegiatan membeli tanah kepada penduduk dalam jumlah besar...

Article Tags:

Begini Cara Mendapatkan Untung dari Membeli Tanah Sengketa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *