resiko-investasi-rendah

Berinvestasi di property relatif lebih aman jika dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Dalam property tidak mengenal fluktuasi harga dalam jangka pendek seperti yang acap terjadi pada investasi saham.

Namun sebenarnya harga property bisa saja terjadi penurunan apabila terjadi bubble (menggelembung) property.

Bubble terjadi salah satunya disebabkan oleh harga yang sudah terlalu tinggi sehingga harga tersebut sudah tidak menggambarkan harga sebenarnya. Sementara pembeli property didominasi oleh spekulan yang bernama investor.

Akhirnya tidak ada lagi yang sanggup membeli property sehingga harga menjadi jatuh. Kondisi ini diperparah jika para investor membeli property dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ujung-ujungnya terjadi kredit macet karena investor tidak sanggup membayar utangnya dengan jaminan property.

Namun di Indonesia, para stake holder property seperti pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini sehingga pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) menerapkan peraturan mengenai peningkatan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit sektor property. Peraturan-peraturan yang dilahirkan BI seperti penerapan besaran Loan to Value (LTV) atau rasio jumlah kredit terhadap nilai proeprty, diharapkan mampu menghindari pasar property Indonesia dari kondisi bubble.

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Kondisi perekonomian Indonesia diprediksi masih mengalami perlambatan pada tahun...
Menjadi investor property memerlukan kejelian dalam memilih property. Kejelian...
Harga property memang cenderung naik tiap tahun, hal ini menyebabkan banyak orang...
Sebagai contoh, tahun 2013 diprediksi bahwa bisnis properti akan melambat...
Bagi seorang investor properti memiliki banyak informasi tentang property yang...
Kredit Pemilikan Rumah Metode Syariah (KPR Syariah) akhir-akhir ini makin marak....
Fakta Ekonomi Aset Property: Resiko Investasi Rendah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *