Bisnis developer tidak berbeda jauh dengan bisnis-bisnis yang lain, yaitu sama-sama membutuhkan modal. Bahkan, banyak yang beranggapan bahwa bisnis developer merupakan bisnis high intensive capital atau bisnis padat modal.

Benarkah demikian? Jika penilaiannya hanya dilihat dari sisi besarnya modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan sebuah proyek, maka penilaian tersebut tidak salah, karena untuk merealisasikan proyek properti memang membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Namun, jika dilihat dari sumber pendanaan proyek properti, anggapan tersebut harus disingkirkan jauh-jauh, karena sumber pendanaan tidak harus berasal dari internal perusahaan pengembang, tapi juga bisa didapat dari sumber-sumber yang lain.

Artinya, developer pemula dengan modal yang terbataspun bisa membangun proyek properti berskala besar, jika mampu menggali dana dari berbagai sumber.

Berikut sumber-sumber dana yang bisa membantu pembiayaan proyek yang dikembangkan perusahaan developer.

Manfaatkan Investor untuk Membiayai Proyek Anda

Kondisi pasar properti Indonesia yang saat ini sedang booming menggoda para investor, baik investor domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya di bidang properti atau bekerjasama dengan land lord (pemilik lahan) lewat penyediaan dana murah.

Dana investor individu maupun institutional fund tersebut relatif mudah diakses seiring dengan trend positif yang terus mewarnai bisnis properti di Indonesia.

Baca juga: Workshop Developer Properti di Indonesia yang Wajib Anda Ikuti

Bahkan disepanjang tahun 2017 ini modal investasi menempati urutan teratas dibanding modal dari sumber-sumber yang lain termasuk modal dari internal perusahaan yang ditahun 2015 menduduki urutan teratas dengan persentase sebesar 53,56 persen.

Memanfaatkan Kredit Perbankan untuk Membiayai Proyek Properti Anda

Pembiayaan proyek properti juga bisa didapat melalui kredit bank jika dana internal perusahaan tidak mampu membiayai keseluruhan proyek hingga final. Peluang untuk memanfaatkan kredit bank ini terbuka dengan menggunakan fasilitas KPR Indent.

Maksud dari KPR Indent adalah pada saat rumah masih belum selesai dibangun atau masih indent, pengembang bisa mengajukan fasilitas KPR Indent tersebut.

Tentang persyaratan lain yang dibutuhkan, bisa ditanyakan langsung kepada pihak perbankan, karena masing-masing bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Kredit bank lainnya bisa dalam bentuk kredit kontruksi. Dimana kredit kontruksi ini digunakan untuk keperluan pembangunan proyek. Mulai dari pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial sampai dengan pembangunan unit proyeknya.

Syarat untuk mengajukan kredit ini tergantung kepada bank yang bersangkutan.

Memanfaatkan Kontraktor Juga Bisa

Perusahaan developer dengan modal yang terbatas, dapat pula menjadikan kontraktor sebagai salah satu sumber pendanaan.

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menggali pendanaan proyek untuk properti dari kontraktor, salah satunya dengan memakai strategi turn key project.

Melalui strategi ini pengembang melakukan perjanjian kerjasama dengan kontraktor yang akan menggarap proyek properti, dan dalam kerjasama tersebut disebutkan bahwa pembayaran baru akan dilakukan oleh developer kepada kontraktor jika proyek yang dikerjakan telah selesai dan telah diserahterimakan untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan akad kredit.

Melalui strategi turn key project, keuntungan yang didapat developer adalah tidak mengeluarkan modal sama sekali untuk biaya pembangunan properti, karena semua biaya ditanggung oleh pihak kontraktor.

Setelah pembangunan selesai, developer memang harus membayar biaya pembangunan tersebut, namun masih tetap tanpa menggunakan dana internal perusahaan yang memang terbatas. Dana untuk membayar kontraktor tersebut diperoleh dari pencairan KPR melalui pihak bank.

Memanfaatkan Supplier untuk Ikut Serta Membiayai Proyek Properti Anda

Bukan hanya kontraktor saja yang bisa dijadikan sebagai sumber modal, tapi juga supplier material. Jika kontraktor lewat sistem pembayaran setelah proyek rampung atau setelah akad kredit, maka untuk supplier material dengan cara membayar seluruh material yang digunakan untuk pembangunan proyek setelah KPR dicairkan oleh pihak bank.

Jika kredibilitas perusahaan selama ini terjaga, model pendanaan proyek properti seperti ini tidak sulit untuk dilakukan karena akan banyak supplier material yang mau diajak bekerjasama, apalagi developer memberikan harga material yang sedikit lebih mahal dibanding harga pasar.

Uang Konsumen Juga Bisa Dimanfaatkan untuk Membiayai Proyek Anda

Memanfaatkan uang konsumen untuk membiayai proyek adalah dengan cara menjual proyek ketika unit belum dibangun. Hal ini lumrah dilakukan karena saat ini jarang sekali developer yang menjual rumah dalam kondisi ready stock.

Pembayaran oleh konsumen bisa dalam bentuk pelunasan bisa juga dalam bentuk hanya uang muka saja. Kondisi yang paling bagus tentu pembayaran cash oleh konsumen untuk unit yang belum dibangun.

Dengan demikian uang dari konsumen bisa digunakan untuk membangun rumah. Dengan demikian Anda sebagai developer tidak butuh uang banyak untuk memulai proyek. Anggaran yang Anda miliki bisa digunakan untuk keperluan proyek lain.

 

 

Lihat artikel lainnya:
Sifat lahan atau tanah yang tidak dapat diperbarui membuat harga aset yang satu ini...
Keterbatasan dana internal perusahaan seringkali menjadi hambatan bagi developer...
Ditengah booming-nya bisnis properti dan banyaknya investor yang masuk serta siap...
Setelah semua perijinan selesai dan proyek dinyatakan bisa dilaksanakan, maka pekerjaan...
Untuk menjadi developer properti anda harus kreatif, baik dalam proses mencari...
Sebelum ini sudah kita bahas langkah-langkah untuk mengurus legalitas tanah sampai...

Article Tags:

Ini Dia Sumber Pendanaan Proyek Properti Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *