Pak Rajo  Basyir berniat membeli satu unit rumah di daerah Depok, Jawa Barat. Rumah tersebut cukup bagus, dan tidak membutuhkan renovasi jika untuk dihuni.

Setelah negosiasi dengan pemilik, pemilik setuju menjual dengan harga 800 juta rupiah.

Negosiasipun berlanjut tentang pembayaran, Pak Rajo  menawarkan untuk melunasi harga rumah tersebut 3 bulan lagi dengan alasan menunggu depositonya bisa dicairkan.

Supaya ada ikatan antara pemilik dan Pak Rajo  maka dibuatlah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dimana salah satu pasal dalam PPJB tersebut mengatakan bahwa pelunasan akan dilakukan 3 bulan setelah ditandatanganinya PPJB.

Tak lupa Pak Rajo  memberikan uang 10 juta rupiah sebagai tanda jadi, dimana tanda jadi ini merupakan bagian dari harga rumah.

Antara Pak Rajo  dan pemilik sudah terjalin hubungan baik sehingga pemilik setuju saja jika pembayaran harga rumahnya nantinya dibayarkan oleh orang lain.

Bagi pemilik, yang penting pembayaran sesuai dengan yang diperjanjikan yaitu dalam waktu 3 bulan dengan harga yang disepakati.

Kondisi inilah yang memberikan peluang Pak Rajo  untuk menjual lagi rumah tersebut dalam jangka waktu 3 bulan atau selama masa perjanjian.

Sebenarnya ada dua kemungkinan, yaitu pemilik bersedia rumah miliknya dijual lagi selama masa perjanjian atau dia tidak membolehkannya.

Tetapi jika sudah ada hubungan baik maka bisa jadi pemilik tidak mempermasalahkannya. Dia hanya ingin rumahnya dibayar lunas dan sesuai dengan pasal-pasal dalam PPJB.

Ada strategi yang diterapkan oleh Pak Rajo  yang membuat pemilik rumah lebih tertarik, yaitu Pak Rajo  menawarkan harga yang lebih tinggi, harga rumah dinaikkan 5 persen menjadi 840 juta rupiah. Pemilik lebih senang tentunya.

Setelah PPJB ditandatangani dan secara prinsip pemilik tidak mempermasalahkan kalau selama perjanjian rumah tersebut dijual lagi atau ditawarkan kepada orang lain, maka Pak Rajo  mencari pembeli dengan cara me-listing-nya di portal jual beli atau online property market place.

Dan dalam waktu 2 bulan Pak Rajo  berhasil mendapatkan pembeli yang setuju membayar dengan harga 1 milyar rupiah.

Mari kita hitung keuntungan yang didapatkan oleh Pak Rajo:

-Biaya PPJB dibuat di bawah tangan saja sehingga hanya membutuhkan modal 7.000 rupiah untuk membeli meterai.

-Uang tanda jadi 10 juta rupiah sudah termasuk dalam harga rumah sehingga tidak perlu diperhitungkan.

Pak Rajo tidak punya uang waktu itu sehingga dia meminjam uang kakaknya untuk membayarnya.

Kakaknya bersedia meminjamkannya uang karena hubungan mereka sangat baik dan Pak Rajo  termasuk orang yang bisa dipercaya.

Dan satu hal lagi yang membuat kakaknya yakin adalah Pak Rajo  mempresentasikan kepada kakaknya tentang penggunaan uang tersebut dan juga memperlihatkan rumah yang akan dibeli.

Tak lupa, rencana selanjutnya menjual rumah tersebut dengan harga yang lebih tinggi selama masa perjanjian juga disampaikan ke kakaknya. Singkat cerita kakaknya yakin dan bersedia meminjamkan uangnya.

-Harga rumah adalah 840 juta rupiah.

-Pak Rajo tidak menggunakan jasa broker karena dia sendiri yang memasarkannya sehingga biaya marketing 0 rupiah.

-Pak Rajo juga mendaftar sebagai member gratisan di portal jual beli untuk memasarkan rumahnya. Tercatat Pak Rajo  memasarkan rumah tersebut di 6 situs jual beli properti, seperti com, rumah123.com, olx.com, rumahdijual.com, urbanindo.com, lamudi.com. Tak lupa ia juga mem-posting di forum-forum diskusi internet. Intinya Pak Rajo  memasarkan rumah tersebut dengan gigih.

-Pak Rajo tidak dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) ataupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) karena memang tidak ada peralihan hak kepadanya. Dia hanya memanfaatkan kuasa yang tercantum dalam PPJB, jadi fungsinya hanya sebagai kuasa jual bukan sebagai penjual ataupun pembeli.

Dari kondisi ini dapat dilihat bahwa dengan tanpa uang—hanya bermodalkan 7.000 rupiah untuk membeli meterai—bisa mendapatkan keuntungan 160 juta dalam jangka waktu 3 bulan saja.

Transaksi ini bisa terjadi karena si pemilik tidak mempermasalahkan propertinya di-flip.

Namun jika pemilik tidak meridhoi propertinya di-flip saya sarankan cari properti lain karena jika proses dilanjutkan dengan tidak ada keterbukaan maka transaksi akan batal.

“Tidak apa-apa Pak Rajo , yang penting rumah saya dibayar sesuai harga yang kita sepakati, jangan lupa bayarnya tiga bulan lagi ya”.

Inilah kata-kata pemilik yang membuat transaksi terjadi.

Lihat artikel lainnya:
Untuk terjun sebagai pebisnis properti anda bisa menjadi flipper, yaitu orang...
Tidak ada aturan yang memuat format baku surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli...
Pada artikel terdahulu sudah dibahas beberapa strategi untuk bernegosiasi dengan...
Kemampuan negosiasi dengan pemilik tanah menjadi hal yang krusial jika Anda akan...
Salah satu strategi mengakuisisi lahan yang bisa Anda praktekkan adalah pembayaran...
Ketika terjadi penjualan semua orang hepi. Pembeli senang karena mendapatkan rumah,...
Ini Strategi Flipper yang Bisa Anda Praktekkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *