tanah untuk investasi

Saat ini, pemilik tanah yang ingin menjual tunai lahannya harus memahami bahwa orang yang mau dan sanggup membeli lahan secara tunai terhadap luasan tertentu hanyalah orang atau badan usaha yang berprofesi sebagai developer. Orang yang profesinya bukan developer akan berfikir berulangkali jika ingin membeli tanah yang luas apalagi tanah tersebut berada di pelosok dan hanya cocok untuk dikembangkan menjadi proyek properti.

Kecuali tanah tersebut memang akan digunakan untuk kepentingan bisnis lainnya seperti perkebunan, peternakan atau penggunaan bisnis lainnya. Motif lainnya orang membeli tanah yang luas mungkin saja untuk investasi, tapi ujung-ujungnya orang yang berinvestasi dengan membeli tanah kosong adalah seorang developer properti juga setidaknya dia berniat akan menjadi developer properti dengan mengembangkan tanah milik sendiri suatu saat nanti.

Jika ingin berinvestasi di bidang properti, kebanyakan orang memilih investasi pada aset produktif yang langsung memberikan penghasilan (passive income) setelah dibeli. Properti yang langsung memberikan penghasilan yang paling cocok adalah ruang kantor (office space), apartemen untuk disewakan, hotel, guest house, rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), ruma kost, rumah di tengah kota yang menghasilkan sewa yang bagus atau jenis properti lainnya yang langsung bisa disewakan dengan cepat.

Nah, menurut Robert T. Kiyosaki, ketika orang membeli tanah untuk disimpan tanpa didayagunakan, tanah tersebut bukanlan dihitung sebagai aset tetapi liabilitas. Karena tanah tersebut tidak memberikan penghasilan kepada pemiliknya. Tetapi tanah tersebut malah menyebkan pemiliknya mengeluarkan uang, setidaknya untuk membayar pajak atau sekedar membayar orang untuk menjaga tanah tersebut. Begitulah kira-kira menurut Pak Robert. Anda tentu boleh sepakat dengannya atau tidak. Bisa saja anda anggap tanah milik anda menjadi aset, ngga ada yang melarang kok! Hehehe.

Itulah kesulitan yang dialami oleh pemilik lahan yang ingin menjual tanahnya secara tunai. Jarang sekali developer yang mau membeli tanah secara tunai saat ini. Mereka lebih memilih menawarkan kerjasama lahan dalam membangun proyek atau menawarkan pembayaran tanah secara bertahap. Karena harga tanah yang sudah semakin mahal menyebabkan biaya proyek membengkak, itulah alasannya. Apalagi tanah ditawarkan oleh broker yang ingin kaya mendadak yang suka menaik-naikkan harga, maka semakin mahallah harga tanah itu.

Jika penawaran kerjasama lahan disetujui maka proyek bisa dilaksanakan, namun jika penawaran kerjasama lahan ditolak maka developer akan mencari tanah lain yang pemiliknya bersedia bekerjasama dengan mereka. Karena menurut mereka masih banyak tanah kosong di Indonesia yang menunggu tangan-tangan emas sang developer.

Semua keputusan diserahkan kepada pemilik lahan.

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Pembebasan lahan adalah kegiatan membeli tanah kepada penduduk dalam jumlah besar...
Ketidakpunyaan modal merupakan penghalang utama orang untuk menjadi developer...
Menjadi investor property memerlukan kejelian dalam memilih property. Kejelian...
Untuk menjadi developer properti anda harus kreatif, baik dalam proses mencari...
Bisnis, apapun jenisnya selalu memberlakukan hukum ekonomi yaitu bagaimana mendapatkan...
Banyak orang berpendapat bahwa berbisnis property sudah dipastikan pelakunya akan...
Kepada Pemilik Tanah: Hanya Developer Properti yang Mau dan Sanggup Membeli Tanah dengan Luasan Tertentu

Dapatkan Update Terbaru Tentang Properti

Masukkan nama dan email anda di form di bawah ini, kami akan kirimkan update di inbox anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *