Sudah banyak seminar-seminar dan workshop yang membahas bagaimana menjadi developer properti itu.

Ada jenis workshop yang membahas secara realistis kondisi lapangan yang sebenarnya dan ada juga yang membahas teori-teori tanpa memikirkan kendala-kendala dan kondisi-kondisi yang kadangkala kontradiktif dengan teori.

Pada umumnya seminar yang membahas kondisi lapangan yang sesungguhnya adalah seminar atau workshop yang diadakan oleh developer yang betul-betul developer properti, mereka sudah memiliki proyek di beberapa lokasi mengalami jatuh bangun sebagai pebisnis property sesungguhnya sehingga memiliki ilmu dan kepercayaan diri yang cukup untuk berbagi ilmunya kepada orang yang membutuhkan.

Ada juga workshop developer properti yang diadakan oleh orang yang tidak memahami dunia developer property yang sebenarnya. Mereka tidak pernah memiliki proyek property sebagai developer.

Mereka bermodalkan baca-baca buku dan ikut seminar juga kemudian memberanikan diri menjadi pembicara di seminar atau workshop.

Tidak salah memang, toh yang dibagikan itu juga ilmu dan bermanfaat untuk orang lain. Karena orang yang bisa mengajar orang lain itu tidak melulu harus sukses lebih dahulu di bidang yang diajarkannya.

Contohnya, Anda tentu tahu Jose Mourinho bukan?. Dialah si special one yang sukses sebagai pelatih sepak bola di benua biru.

Tercatat dia sukses melatih klub besar seperti Inter Milan, Chelsea, Real Madrid dan sekarang dia melatih klub mentereng Manchester United, si Setan Merah.

Tapi tahukah Anda bahwa dia tidak sukses sebagai pemain sepak bola profesional?. Ini membuktikan bahwa untuk sukses jadi pelatih tidak perlu sukses terlebih dahulu sebagai pemain.

Contoh lainnya adalah Andre Villas-Boas, dia dijuluki The New Special One karena ceritanya mirip-mirip seniornya Jose Mourinho.

Diapun tidak pernah berprestasi sebagai pemain bola profesional tetapi dia sukses sebagai pelatih termuda-ketika berumur 33 tahun-yang sanggup menjuarai gelar Liga Eropa tahun 2010-2011 ketika FC. Porto, tim yang dilatihnya mengalahkan Sporting Braga di Dublin Arena.

Hal ini juga berlaku di bidang properti, mungkin saja si trainer tidak sukses di proyeknya tetapi dia sanggup membagikan ilmunya kepada orang lain. Dengan demikian dia bisa membantu orang lain untuk mewujudkan cita-cita mereka menjadi developer properti.

Namun tidak dipungkiri bahwa ada seminar yang menggiring pesertanya untuk memahami bahwa bisnis properti bisa dijalankan tanpa modal. Benarkah demikian?

Saya dengan tegas menjawab bahwa untuk memulai proyek property tidak memungkinkan tanpa modal!.

Mari kita bahas…

Untuk menjadi developer property bahan baku yang harus ada adalah tanah, dengan demikian alokasi uang pertama yang harus disediakan adalah untuk mengakuisisi lahan.

Hal ini mungkin bisa diakali dengan menawarkan kerjasama kepada pemilik lahan. Sehingga tanah tidak perlu dibeli, dengan syarat pemilik tanah bersedia tanahnya dibayar dengan pola partnership.

Keuntungan pola partnership ini adalah kita tidak memerlukan modal besar, sehingga initial cost bisa direduksi. Kelemahannya adalah rentan terjadi perselisihan di tengah jalan jika kondisi tidak sesuai dengan yang disepakati dalam perjanjian kerjasama.

Kelemahan lainnya adalah developer musti rela memperoleh keuntungan lebih sedikit karena harus berbagi keuntungan dengan pemilik lahan sebagai konsekuensi kerjasama lahan.

Keperluan uang yang tidak boleh tidak ada

Secara umum untuk memulai suatu proyek property kita harus mengajukan perijinan, sudah pasti memerlukan biaya untuk mengurusnya. Mau memakai ilmu bayar mundur? Hahahaha… mungkin saja bisa bayar mundur kalau yang akan tandatangan perijinan adalah Bapak kita..

Kondisi ini bisa diakali dengan menjual ‘rencana produk’ kita secara sangat murah kepada orang yang kita kenal dan orang tersebut sangat percaya kepada kita.

Misalnya produk yang pada saat normal harganya adalah lima ratus juta rupiah kita jual kepada saudara kita di harga dua ratus lima puluh juta rupiah.

Saudara kita diharapkan akan percaya dengan kita karena jika menilik kondisi di atas bahwa lahan bukan milik kita, perijinan juga belum diurus apalagi progres proyek di lapangan masih berupa tanah kosong tak berbentuk.

Oleh karenanya diperlukan hubungan yang sangat istimewa dengan calon konsumen jika menerapkan pola seperti ini.

Kita berharap dengan uang hasil penjualan preselling (hehehe… biar kereen) itu kita juga bisa mengurus perijinan dan pembagunan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) dan fasum fasos (fasilitas umum dan fasilitas sosial) lainnya seperti pintu gerbang, jalan, saluran, taman dan lain-lain.

Jika uang hasil penjualan satu unit bakal produk itu masih kurang, ya tinggal cari lagi orang yang sangat istimewa untuk membeli beberapa unit rumah imajiner tersebut, sampai dirasa jumlahnya cukup… 😀

Kelebihan cara ini adalah kita tidak memerlukan modal sendiri untuk memulai proyek. Kelemahannya adalah kita musti memiliki orang-orang istimewa yang siap sedia membantu kita.

Kelemahan lainnya adalah kita juga harus rela memperoleh keuntungan lebih sedikit karena demi mendapatkan uang di awal proyek kita memberikan harga diskon yang luar biasa.

Kebutuhan uang di tahap awal yang bisa diakalin

Sebelum perijinan kita urus seyogianya sudah dibuat Feasibility Study (FS) mengenai proyek tersebut. Karena layak atau tidaknya suatu proyek bisa dilihat berdasarkan hasil FS. Jadi setelah ada studi kelayakan dan FS tersebut menyatakan bahwa proyek feasible untuk dilanjutkan, barulah kita mengajukan perijinan.

Kecuali proyek yang kita bikin adalah sebuah proyek dengan skala yang sangat kecil yang di kota besar dikenal dengan nama townhouse atau kalau membuat perumahan hanya beberapa unit saja sehingga tidak memerlukan FS. Perijinanpun untuk tipe proyek skala kecil ini bisa lebih sederhana.

Dalam FS itu harus ada disain produk dimana untuk proyek perumahan memerlukan siteplan dan disain rumah-rumah dan gambar-gambar kerja.

Nah untuk membuat disain siteplan ini harus dibuat oleh orang yang ahli dalam disain kalau tidak mau disain produk anda menjadi aneh bentuknya.

Membuat siteplan ini bisa dibuat sendiri dengan syarat anda memiliki keterampilan dasar program Computer Aided Design (CAD) seperti AutoCAD dan lain-lain.

Anda tidak perlu perlu mahir dalam disain karena anda adalah seorang developer bukan konsultan. Tetapi kalau anda bisa melakukannya dengan sangat baik yang lebih bagus dong… hehehehe…

Kenapa saya menekankan membuat siteplan? Karena dari siteplan akan ketahuan berapa unit rumah yang bisa dibangun, berapa luas kavling masing-masing rumah dan dari siteplan kita bisa mendapatkan luas kavling efektif untuk keperluan dan berguna untuk pembuatan FS.

Bisa dikatakan bahwa siteplan adalah titik awak kita memulai hitung-hitung proyek. Pedoman pembuatan siteplan bisa dilihat disini.

Jadi untuk membuat siteplan ini anda bisa bikin sendiri sehingga tidak memerlukan biaya atau minta tolong kepada teman yang bisa membuatnya dengan menjanjikan imbalan setelah proyek ada cashflow, tentu saja dengan penawaran pembayaran harga yang lebih mahal dari harga normal, supaya doi tertarik.

Keuntungan dan kelebihan cara ini? Sama saja dengan yang diatas… Inilah yang saya maksudkan bahwa biaya untuk pembuatan FS khususnya siteplan bisa diakalin…

Pembiayaan proyek dengan mengundang investor

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk membiayai proyek adalah dengan mengundang investor. Dengan mengundang investor, semua kebutuhan proyek ditanggung oleh investor sehingga Anda tidak perlu keluar uang dari kantong Anda sendiri.

Kenapa investor mau membiayai proyek Anda? Karena si investor akan mendapatkan bagian dari keuntungan proyek.

Ini dulu yang dibahas, masih banyak sebenarnya yang bisa kita bahas mengenai developer property karena dunia developer property itu sangat kompleks, kalau tidak mau dikatakan rumit…

Saya tidak meng-guarantee apapun terhadap teori-teori diatas, silaken dicoba sendiri dengan improvisasi sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Kalau berhasil saya turut senang, kalau belum berhasil coba lagi, sampai kapan mencoba? Ya sampai berhasil. Begitu kata pakar-pakar mengenai Kesuksesan…

Hal yang pasti adalah bahwa memulai proyek property tidak memungkinkan tanpa modal, tetapi tanpa modal sendiri mungkin bisa… hehehe…

 

Note: Jika anda memiliki lahan dan ingin mencari developer yang bisa mengerjakan lahan anda dengan sistem bagi hasil yang jujur dan sesuai Syari’ah Islam, silahkan menghubungi kami:

Asriman A.T.:

Mobile: 0812 9446 8324

BBM Pin: 5a5c982b

Email: asr1008@yahoo.com

Atau silahkan isi contact form berikut:

Lihat artikel lainnya:
Saat ini sudah banyak diadakan workshop developer properti, acaranya selalu banyak...
  Bisnis properti seperti makhluk indah yang ingin selalu didekati oleh pebisnis...
Mengingat saat ini banyak sekali terjadi polemik tentang perpajakan bidang property...
Workshop internet marketing properti diperlukan untuk mempersiapkan tenaga marketing...
Secara etimologis mentor adalah penasihat, penasihat dalam segala hal. Khusus di...
Sangat mengesankan melihat motivator berapi-api memompa semangat para audience-nya....
Menjadi Developer Property Tanpa Modal, Mungkinkah?

4 thoughts on “Menjadi Developer Property Tanpa Modal, Mungkinkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *