Kata teori mindset itu melekat, terstruktur dan permanen di diri kita sebagai cara pandang. Sumbernya keyakinan, adanya di ranah psikis. Merekonstruksi mindset marketing property  supaya lebih benar dimulai dari menata keyakinan. Sebab keyakinan inilah menjadi induk perilaku sebgai respon tiap stimulus eksternal. Orang-orang suka cerita kalau mindset itu tersembunyi di alam bawah sadar.

Jika mindset-mu benar, kelakuanmu pun benar. Sejak dalam pikiran sampai termanifestasikan dalam bentuk perilaku. Lalu benar menurut ukuran siapa gerangan? Tentu saja benar sebagai jawaban kebutuhan perilaku saat itu. Benar yang menuntun keberhasilan di wilayah praktis pekerjaan. Bukan benar yang malah menjauhkan dari berhasil.

Dapat disederhanakan mindset itu isinya berupa:

  1. Prasangka
  2. Keyakinan
  3. Nilai-nilai

Simpulan sederhana di atas memudahkan awam memahami makhluk bernama mindset. Pengetahuan, persaksian langsung, dan menceburkan diri dalam perubahan, ampuh untuk merekonstruksi mindset jadi lebih baik. Lebih mendekatkan pada proporsi benar yang semestinya. Asal mau terus belajar perubahan hasil merekonstruksi mindset segera tampak hasilnya.

Mindset marketing property bagi sebagian besar pelaku pemula menganggap perkerjaan marketing sulit. Serba tak jelas karena tak bisa diprediksi, apalagi diukur. Padahal, rumus keberhasilan marketing sebenarnya gampang dipelajari. Tak sulit-sulit amat. Syaratnya ada kesediaan daya juang konsisten.

Kalau mau mengambil gampangnya, merekonstruksi mindset marketing ke arah output perilaku praktis, dapat dilakukan dengan jalan:

  1. Keyakinan mampu berhasil
  2. Memandang diri sebagai pemberi manfaat
  3. Memberi kemudahan orang yang beli dan jual.
  4. Gembira karena jadi yang menggembirakan.

Jika mau, dan benar-benar mau, dalam hitungan ke-tiga, cukup tiga kali ketukan seperti sulap, maka berubahlah itu barang bernama mindset. Perubahan dasar dari pikiran memang gampang dilakukan. Selagi bukan menata kondisi psikis yang traumatik, mengubah pikiran memang tak sulit. Dan apalagi kalau didukung dengan keyakinan yang sejalan dengan perubahan pikiran baru dimaksud.

 

Jika mindset marketing telah berubah, lebih positif , tahap selanjutnya untuk jadi pelaku marketing berhasil adalah belajar mengenal  elemen kunci marketing roperty. Perubahan pikiran yang bertemu dengan pengetahuan dasar yang  benar, ditambah skill tindakan baru, menghasilkan dampak dahsyat.  Bekal tersebut bisa dibilang amat cukup untuk menjumput keberhasilan di dunia marketing.

Selari-larinya, urusan terpenting marketing property tak kan jauh dari tiga hal ini:

  1. Kemampuan merancang program kerja marketing dengan benar.
  2. Tersedia anggaran biaya untuk mendukung realisasi program kerja
  3. SDM marketing berkualitas bagus perlu  disiapkan sungguh-sungguh dengan pelatihan.

Ringkasnya, ketiga elemen kunci di atas bila didayagunakan untuk menjual produk perumahan niscaya mudah laku. Syukur-syukur laku cepat. Nah, agar makin terarah dan terasah, tak asal hantam kromo saat melakukan tindakan kerja, rasanya marketing (khususnya pemula) perlu terus belajar sambil praktek langsung. Memperbaiki tiap jengkal kekeliruan hingga kompeten sebagai penjual rumah.

Secara garis besar, hanya untuk mengingat saja, marketing dipahami sebagai kegiatan mengokomunikasikan produk (perumahan) secara terstruktur, berulang, dan massive. Hingga publik paham, tertarik, yakin, dan lalu butuh untuk membeli. Jenis kegiatan yang nyaris bisa dilakukan oleh siapa saja. Paling banter perlu penyesuaian sedikit di sana-sini soal cara melakukannya. Hukum alah bisa karena biasa berlaku di dunia marketing property.

Persisnya, program paling gampang yang bisa dilakukan marketing Property adalah sebagai berikut:

  • Melakukan promo sekenceng-kencengnya. Menggunakan media apa saja yang penting pesan tersampaikan ke publik seluasnya. Koran, media online, brosur, selebaran atau apa saja yang berbau promo.
  • Menyelenggarakan event perjumpaan yang relevan dengan konsumen. Pameran di mall, gathering, atau membuat pameran di gedung perkantoran lazim dilakukan sebagai event marketing property.
  • Gunakan tenaga dan keringat untuk melakukan penjualan langsung  kepada siapa saja yang diyakini membutuhkan rumah. Teman dekat, saudara, relasi kantor, tetangga dan lainnya, semua bisa ditawari untuk beli rumah.

Di level praktis, merekonstruksi mindset dianggap berhasil bila menghasilkan perubahan perilaku kasat mata.

Nyata terjadi perbaikan kemampuan pendukung yang diperlukan bagi marketing property. Contohnya beberapa hal di bawah ini:

  • Kemampuan Komunikasi  meningkat, jadi lebih enak saat berbincang.
  • Memahami proses sebagai cara mencapai tujuan, tak resisten akut terhadap kegagalan.
  • Memahami urusan iklan dan media dengan lebih utuh, tak sepotong-sepotong.
  • Ketrampilan interpersonal relationship menjadi lentur, pintar bergaul.

Bagi siapapun yang kenyal melakukan perubahan cara pandang marketing sebagai hasil belajar terarah, ia berpeluang menjadi marketing properti jempolan. Penjual rumah terbaik. Lantaran ia telah merekonstruksi mindset marketingnya dengan benar.

Sumber: Propertytoday.co.id

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Pada artikel sebelum ini saya pernah menulis tentang pentingnya belief dipunyai...
Suatu pengembang perumahan sedang memasarkan proyeknya dengan mengadakan pameran...
Dalam setiap pemasaran perumahan selalu harus ada kombinasi yang selaras antara...
Memasarkan suatu produk, apatah lagi produk perumahan memerlukan keahlian tersendiri,...
Sangat mengesankan melihat motivator berapi-api memompa semangat para audience-nya....
Mengenai bagaimana sebuah Perseroan Terbatas (PT) menjual aset berupa tanah ini...

Article Tags:

Merekonstruksi Mindset Marketing Property

One thought on “Merekonstruksi Mindset Marketing Property

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *