Begini Cara Memilih Broker Properti yang Bagus untuk Investor Properti

Sebenarnya untuk ‘memiliki’ seorang broker properti yang bagus adalah melalui seleksi alam. Pada saat pertama kali Anda memulai mencari properti Anda akan berhubungan dengan banyak sekali broker properti.

Lalu setelahnya broker properti tersebut akan terseleksi dengan sendirinya.

Selanjutnya Anda akan bekerjasama dengan broker properti yang sesuai dengan kriteria Anda.

Kriteria yang harus Anda tetapkan adalah berdasarkan kemampuan mereka dalam menganalisa properti terutama tentang harga-harga properti sejenis di sekitar lokasi, tingkat sewa properti jika Anda fokus kepada properti sewa untuk investasi dan kenaikan harga properti pertahun.

Selain itu, broker properti yang bagus adalah mereka yang menguasai segala sesuatu tentang properti (product knowledge) yang sedang mereka tawarkan, terutama tentang legalitas baik berupa sertifikasi maupun perijinan, sehingga seorang investor properti bisa menghemat waktunya.

Dengan begitu si investor tidak khawatir lagi tentang legalitas karena proses verifikasi sudah dilakukan oleh brokernya. (more…)

Faktor-Faktor Yang Menjamin Kesuksesan Pemasaran Proyek Properti

faktor marketing properti

Banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran suatu proyek properti, dimana faktor-faktor tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Adagium lama masih saja berlaku dan akan tetap berlaku sampai kapanpun, yaitu faktor utama kesuksesan pemasaran proyek adalah lokasi, lokasi dan lokasi.

Jika lokasi menjadi faktor utama tentu masih ada faktor lainnya yang tidak kalah penting seperti kualitas produk, harga dan strategi promosi yang dijalankan. Dimana kesemua faktor ini tidak akan ada artinya jika tidak ada trust dari konsumen terhadap developer dan terhadap proyeknya.

Mari kita bahas satu-persatu….

LOKASI

Lokasi selalu memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan suatu proyek properti. Lokasi yang paling bagus adalah lokasi dengan permintaan yang tinggi terhadap suatu produk tetapi dengan supply yang terbatas.. kondisinya demand lebih tinggi dari supply.

Dengan kondisi ini lokasi yang berada di lokasi yang sudah ramai atau di tengah kota menjadi jaminan suksesnya suatu proyek. Namun kendala untuk kondisi ini adalah tingginya harga tanah yang meyebabkan harga jual produk kadang menjadi tidak terjangkau oleh konsumen.

Jika kita jeli melihat peluang dan perkembangan arah pembangunan maka kita akan tahu lokasi yang akan berkembang di masa datang, dimana lokasi yang akan berkembang ditandai dengan akan adanya pembangunan beberapa fasilitas publik di lokasi.

Lokasi ini dikenal dengan nama sun rise area dan properti yang dipasarkan di daerah ini boleh dilabeli dengan Sunrise Properti.

Fasilitas publik yang akan memicu pertumbuhan suatu lokasi adalah pembangunan jalan protokol atau jalan tol, pembangunan transportasi publik dan pembangunan komplek Kantor Pemerintahan Daerah dan pembangunan yang bersifat massal lainnya.

Sebagai contoh pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi dan Depok-Antasari (DESARI) telah memicu naiknya permintaan properti di sekitar lokasi akses tol. Hal ini menyebabkan kenaikan harga tanah dan tentu saja diiringi dengan kenaikan harga properti di sekitar lokasi.

Perumahan eksisting yang berada di lokasi akses jalan tol dengan sendirinya harganya tergerek naik pula. Untung besar bagi developer yang memiliki proyek di sekitar lokasi tersebut. (more…)

Langkah Mudah Menjadi Developer Pribadi

rumah dijual di lenteng agung

Bagi anda yang tidak memiliki badan usaha alias hanya sebagai orang pribadi tetap bisa melakukan aktifitas developer properti yaitu kegiatan membangun properti khususnya perumahan untuk dijual kepada orang lain.

Hanya saja pemerintah membatasi kegiatan menjadi developer pribadi ini untuk luasan dan jumlah tertentu seperti tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 1998, tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah untuk Rumah Tinggal.

Dalam peraturan tersebut diatur mengenai kepemilikan Sertifikat Hak Milik yang hanya boleh maksimal 5 (lima) bidang saja.

Memang peraturan tersebut tidak membahas secara spesifik tentang pembatasan orang pribadi melakukan usaha sebagai developer properti tapi dengan adanya pembatasan seseorang memiliki maksimal 5 bidang tanah dalam bentuk SHM, maka implikasinya adalah jika tanah dengan alas hak berupa SHM akan dipecah menjadi kavling-kavling dengan jumlah lebih dari 5 (lima) bidang maka tanah tersebut harus dirubah dulu jenis haknya menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Hal ini sejalan dengan peraturan di daerah tertentu yang mengharuskan jika sebuah proyek properti yang dikembangkan berjumlan lebih dari 5 (lima) unit maka diharuskan dikelola oleh badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Sekarang mari kita bahas tentang developer sebagai orang pribadi yang akan mengembangkan proyek dengan unit maksimal 5 (lima) unit. Apa-apa saja langkah yang harus dilakukan? Lets see…

Jika Anda sudah memiliki tanahnya maka langkah untuk mengelola lahanpun menjadi lebih cepat, bagaimana kalau lahannyapun belum Anda beli? Dan uangnya juga belum cukup untuk membeli lahan?

Nah… bahasan berikut sangat cocok untuk Anda yang bermashab menjadi Developer Properti Tanpa Modal banyak… hehehehe…

(more…)

ACTION, Kunci Sukses Dalam Bisnis Property

kekuatan memulai bisnisACTION, ya itulah kata kunci untuk mendapatkan keuntungan dari semua yang anda pelajari baik secara formal maupun non formal, tak terkecuali ACTION di bisnis property.

Di bisnis property, semua yang kita pelajari tidak akan ada artinya jika anda tidak ACTION.

Yang saya maksudkan action disini adalah memulai bisnis property. Apapun pilihan jenis bisnis property yang anda pilih tidak jadi soal, apakah sebagai developer, flipper, professional broker atau investor.

Memang kita tidak bisa mengharapkan hasil yang diinginkan pada tahap memulai. Tapi tindakan berani ACTION ini mengandung kejeniusan di dalamnya.

Tindakan memulai memberikan dampak positif terhadap hasrat kita selanjutnya. Sekurangnya itulah yang saya percayai!!.

Adalah hal yang wajar jika tekad untuk bertindak ini kadang dihalangi oleh ketakutan-ketakutan, seperti takut ditolak, takut gagal, takut rugi, takut tertipu, takut tidak ditanggapi dan perasaan takut lainnya. Contoh ketakutan untuk memulai adalah ketika kita belajar mengendarai mobil.

Coba ingat-ingat lagi pada saat kita belajar mengemudi, khususnya saya sendiri. Waktu itu, bahkan ketika saya duduk di belakang kemudi untuk pertama kalinya saya sudah keringatan padahal mesin mobil belum dinyalakan (hehehe.. buka rahasia).

Jantung rasanya berpacu lebih cepat ketika mesin mobil dinyalakan, rasanya semua orang memperhatikan kita.

Tapi karena tekad yang sangat kuat untuk bisa mengemudi mobil, saya berusaha menghilangkan kegugupan-kegugupan saya waktu itu.

Perlahan-lahan saya menghirup udara dalam-dalam lewat hidung dan mengatur pernafasan sepelan mungkin untuk menenangkan diri.

Kemudian saya mulai menjalankan mobil dengan tergesa-gesa dan masih dalam keadaan gugup, jalan mobilpun sangat pelan dan agak kasar.

Tanpa terasa tangan saya memegang setir dengan sangat kencang dan berkeringat. Ketika mobil berjalan lebih kencang kekhawatiran dan kegugupan makin memuncak, khawatir kalau-kalau kaki salah tekan antara gas atau rem atau kopling, khawatir kalau-kalau menabrak orang di depan. (more…)

Pentingnya Sikap Objektif Bagi Seorang Broker Properti

Sikap objektif dari seorang broker properti dibutuhkan supaya penjual dan pembeli merasa nyaman dan terlindungi haknya.

Bagi penjual, sikap objektif broker menyebabkan dia menerima haknya sebagai pemilik properti sebagaimana mestinya, terutama tentang harga.

Seorang broker properti harus menyampaikan kepantasan harga sebenarnya properti tersebut kepada pemilik.

Sementara bagi pembeli, sikap objektif seorang broker properti amat dibutuhkan untuk membantu pembeli memperoleh properti sesuai dengan keinginannya dan terhindar dari hal-hal yang merugikan di kemudian hari.

Oleh karena itu seorang broker properti harus menyampaikan kondisi properti apa adanya. Jika memang properti tersebut ada kekurangan maka seorang broker harus menyampaikannya kepada pembeli.   (more…)

Page 12 of 56« First...1011121314...203040...Last »