Fakta Ekonomi Property: Trendnya Lambat Sehingga Mudah Diprediksi

analisa-permintaan-properti

Sebagai contoh, tahun 2013 diprediksi bahwa bisnis properti akan melambat sampai tahun 2014, setelah dua tahun belakangan bisnis property booming. Bisnis properti melambat diantaranya disebabkan oleh turunnya nilai tukar Rupiah dan merosotnya pasar modal dan perekonomian global. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI rate juga mempengaruhi melambatnya volume transaksi properti belakangan ini. Hal ini disebabkan karena sektor property sangat dipengaruhi kondisi makro ekonomi.

Seperti dikatakan oleh Mahfudz, Sales Department Head PT Moderland Realty, seperti diberitakan liputan6.com, bahwa kebiijakan BI sendiri telah mempengaruhi penjualan properti yang turun hingga 50%. (more…)

Fakta Ekonomi Aset Property: Resiko Investasi Rendah

resiko-investasi-rendah

Berinvestasi di property relatif lebih aman jika dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Dalam property tidak mengenal fluktuasi harga dalam jangka pendek seperti yang acap terjadi pada investasi saham.

Namun sebenarnya harga property bisa saja terjadi penurunan apabila terjadi bubble (menggelembung) property.

Bubble terjadi salah satunya disebabkan oleh harga yang sudah terlalu tinggi sehingga harga tersebut sudah tidak menggambarkan harga sebenarnya. Sementara pembeli property didominasi oleh spekulan yang bernama investor.

Akhirnya tidak ada lagi yang sanggup membeli property sehingga harga menjadi jatuh. Kondisi ini diperparah jika para investor membeli property dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ujung-ujungnya terjadi kredit macet karena investor tidak sanggup membayar utangnya dengan jaminan property. (more…)

Fakta Ekonomi Aset Properti: Kebutuhan Primer

hak-tanggungan-dan-roya

Seiring pertumbuhan penduduk maka kebutuhan terhadap properti residensial atau tempat tinggal juga semakin besar.

Berdasarkan data dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) didapat bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia sebesar 1,3 juta unit pertahunnya.

Sementara jika dilihat dari segi kekurangan pasokan (backlog) perumahan pada tahun 2010 saja berdasarkan data BPS mencapai 13,6 juta unit dan sekarang pada tahun 2013 backlog bertambah menjadi 15 juta unit.

Demikian disampaikan Eddy Ganefo Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI) dalam suatu kesempatan. (more…)

Sumber-Sumber Listing untuk Professional Broker

sumber-listing-properti

Sebagai seorang professional broker, wajib hukumnya bagi anda memiliki banyak property untuk dijual, yang dalam istilah broker property disebut listingan. Listingan harus ditambah dan di-update tiap hari.

Semakin banyak listingan maka semakin besar pula peluang anda untuk berhasil terjadi penjualan atau closing, disamping cara anda melayani konsumen juga berpengaruh terhadap terjadinya penjualan.

Penting untuk diketahui bahwa menjadi professional broker adalah menjual jasa. Kepuasan konsumen adalah hal yang harus diutamakan. Jika mereka puas dengan pelayanan anda, maka mereka akan ingat kembali kepada anda jika ada saudara atau kenalan mereka membutuhkan jasa broker property.

(more…)

Sekelumit Mengenai Sertifikat, IMB dan SPPT-PBB

apartemen-di-jatinangor

Ada beberapa dokumen yang melekat pada suatu objek berupa benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, diantaranya Sertifikat, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB) yang berfungsi sebagai penanda sahnya legalitas objek tersebut di mata hukum. Masing-masing dokumen ini dikeluarkan oleh instansi yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula.

Sertifikat dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), IMB adalah urusannya pemerintah daerah setempat melalui dinas perijinan bangunan, baik tingkat kota/kabupaten atau kecamatan sedangkan SPPT-PBB manjadi domainnya Kantor Pelayan Pajak (KPP), tapi saat ini pengelolaan sudah dilimpahkan ke Pemerintah Daerah masing, sebagai tindak lanjut kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.

Sertifikat Tanah dan Bangunan

hgb-jadi-shm

Menurut PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, sertifikat adalah surat tanda bukti hak atas tanah dan bangunan. Sertifikat dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui kantor pertanahan masing-masing wilayah. (more…)

Page 18 of 59« First...10...1617181920...304050...Last »