Pentingnya Aspek Marketing dalam Kesuksesan Proyek

Aspek marketing merupakan ujung tombak setiap bisnis, begitu juga di bidang property. Pada prinsipnya pemasaran pada primary product sama saja dengan secondary product, karena pada dasarnya pemasaran adalah bagaimana kita memperkenalkan produk yang akan kita jual kepada calon konsumen.

Kegiatan pemasaran proyek properti secara umum bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan media online, media cetak dan offline. Bisa dilakukan salah satu, dua atau ketiganya.

Dalam marketing berlaku rumus semakin sering kita melakukan pemasaran produk kita semakin besar pula peluang produk kita dikenal masyarakat sehingga kemungkinan terjual semakin besar.

Pemasaran melalui media online bisa dilakukan dengan membuat website khusus untuk project tertentu. Banyak tenaga marketing membuat website untuk project hanya berupa blog pribadi gratisan, seperti blogspot dan wordpress. Hal ini sudah cukup membantu memberikan penjelasan mengenai product knowledge yang dipasarkan. (more…)

Membuat Proposal Bisnis Properti Yang Sederhana Tapi Super Powerful

PROPOSAL-BISNISAnda sedang mencari investor untuk proyek properti Anda? Tapi tidak tahu bagaimana cara menyusun proposal proyek yang baik seperti apa? Simak beberapa item penting berikut ini.

Pertama kali yang harus diselaraskan pemahamannya adalah apa sih kebutuhan investor dalam berinvestasi? Nah ada 3 hal yakni Trust, Safety, Profitability. Singkatnya Trust adalah masalah kepercayaan investor kepada Anda. Safety adalah keamanan investasinya. Profitability adalah tingkat keuntungan atas investasi. (more…)

Strategi Jitu Memasarkan Properti

Tidak ada kata sulit untuk menjual properti, sepanjang Anda menguasai teknik dan strategi pemasaran properti. Terlebih ceruk pasar properti begitu luas dengan tingkat kebutuhan setiap tahunnya yang terus bertambah.

Namun demikian, sebagaimana kata investor dan motivator properti, Tung Desem Waringin, untuk memasarkan properti, tidak semua strategi cocok diterapkan, sehingga butuh kejelian dari seorang investor untuk dapat memilih strategi yang tepat.

Jika strategi yang diterapkan keliru, bukan hanya properti yang dipasarkan sulit laku, tapi juga akan membuang biaya pemasaran dengan sia-sia.

Meski demikian ada sejumlah strategi mendasar yang bisa diterapkan dalam kondisi apapun untuk memasarkan properti, diantaranya adalah:

Nilai Plus dari Properti yang Dipasarkan

Sebuah properti yang memiliki sejumlah nilai plus memiliki kecenderungan untuk dilirik oleh calon konsumen, karena nilai plus tersebut merupakan bagian dari pemasaran tanpa harus dipasarkan. (more…)

Ini Persyaratan yang Dibutuhkan Developer Untuk Bekerjasama Dengan Bank

Kerjasama developer dengan bank hampir tidak bisa dilepaskan, terlebih bagi developer yang mengerjakan proyek perumahan, karena salah satu sistem penjualan perumahan adalah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Untuk dapat menjalin kerjasama dengan pihak bank tentu saja butuh sejumlah persyaratan yang harus disertakan bersamaan dengan pengajuan proposal kerjasama.

Inilah beberapa persyaratan yang harus disertakan saat mengajukan proposal kerjasama dengan pihak bank.

Surat Permohonan Kerjasama

Surat permohonan berisi permintaan kerja sama yang meliputi maksud dan tujuan dari kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak, berikut keuntungan yang bisa diperoleh oleh masing-masing pihak.

Surat Permohonan harus ditulis sesingkat dan sepadat mungkin dengan memperhatikan tata bahasa dan menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan serta fokus pada tujuan utama dari pengajuan proposal kerjasama sehingga tidak terkesan bertele-tele. (more…)

Berapakah Besarnya Komisi Broker Properti di Indonesia?

Jasa broker properti terkadang sangat kita butuhkan disaat ingin menjual, membeli atau menyewa properti, terlebih bagi mereka yang awam terhadap dunia properti dan ingin sesegera mungkin menjual, membeli atau menyewa properti dengan harga yang wajar.

Persoalannya, mereka yang awam terhadap dunia properti seringkali tidak tahu, berapa komisi broker properti yang harus diberikan sebagai imbalan jasa atas bantuan yang telah mereka berikan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, satu hal yang harus digarisbawahi bahwa tidak ada aturan yang mengikat tentang seberapa besar komisi yang harus diberikan kepada seorang pialang atau makelar properti.

Nilai tersebut tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Hanya saja, menurut aturan yang tidak tertulis, dalam proses jual beli properti, yang berkewajiban memberikan komisi adalah penerima uang atau penjual, meski ada kalanya atas kesepakatan antara penjual dan pembeli, komisi broker bisa saja ditanggung oleh mereka berdua. (more…)

Page 18 of 63« First...10...1617181920...304050...Last »