Strategi Menganalisa Segmentasi Pasar untuk Membangun Proyek Properti

menganalisa pasar properti

Untuk menetapkan segmentasi pasar yang dibidik, anda harus berpedoman kepada kondisi perekonomian penduduk setempat. Jika di lokasi banyak terdapat pabrik maka calon konsumen yang dibidik adalah karyawan pabrik tersebut. Kita harus memperkirakan harga yang sanggup dibeli oleh karyawan pabrik tersebut.

Jika penjualan dengan memanfaatkan fasilitas KPR maka harus diperkirakan juga kemampuan mereka membayar uang muka dan angsuran KPR. Karena dengan KPR lah mereka sanggup membeli rumah. Jarang sekali seorang karyawan pabrik yang sanggup membeli rumah secara tunai.

Jika lokasi berdekatan dengan komplek pemerintahan daerah maka pangsa pasar yang dibidik adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di kantor tersebut. Begitu juga jika lokasi berada dekat dengan komplek sekolah atau perguruan tinggi maka pasar yang dibidik adalah para mahasiswa (orang tuanya) dan guru atau dosen yang beraktivitas di sekitar lokasi.

apartemen-di-jatinangor

Contohnya adalah pembangunan apartemen di sekitar Jatinangor, Jawa Barat beberapa tahun belakangan. Pembangunan apartemen tersebut ditujukan untuk menyediakan hunian bagi para mahasiswa perguruan tinggi di sekitar lokasi tersebut.

Membidik Mahasiswa sebagai Pangsa Pasar (more…)

Share Button

Tanah Dicari di Jl. TB. Simatupang, Jaksel

tanah dicari di tb simatupang

Sebuah perusahaan property sedang mencari tanah di area jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan, untuk perkantoran. Kami juga membutuhkan tanah-tanah strategis di lokasi Central Business Distrik atau CBD daerah bisnis di Jakarta, Seperti Area Mega Kuningan, Sudirman, Thamrin, Rasuna Said, Senopati, Gatot Suboto Gatsu, MT. Haryono, S. Parman dan lain-lain area Jakarta.

dicari tanah di simatupang

Kriteria:

  1. Luas lebih kurang 1 Hektar atau lebih
  2. Pasti dibeli asalkan tidak sengketa dan feasible secara bisnis
  3. Harga sesuai dengan harga pasaran
  4. Sudah sertifikat atau belum welcome
  5. Tanah tidak sengketa
  6. Data musti lengkap, jika data tidak lengkap atau hanya info lisan TIDAK AKAN ditanggapi
  7. Bersedia untuk verifikasi legalitas tanah bersama-bersama ke instansi yang berwenang
  8. Mediators are welcome
  9. Peruntukan bisa dibangun gedung perkantoran, apartemen dan hotel

Kami juga mencari tanah untuk dibeli di kota-kota besar seluruh Indonesia. Tanah yang kami inginkan adalah di lokasi yang bisa dibangun real estate seperti Bali, Surabaya, Semarang, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, Medan, Palembang dan lain-lain.

Silahkan kirimkan data-data dengan email ke asr1008@yahoo.com

Catatan: Saat ini pencarian lahan di-close dulu karena kuota proyek dan land bank sudah terpenuhi. Terima kasih.

 

 

Share Button

Fungsi sebuah Perjanjian Kredit

perjanjian-kredit

Dalam hal kredit, Perjanjian Kredit (PK) merupakan acuan bersama antara kreditur dan debitur, dimana dalam PK tersebut dicantumkan hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk sanksi jika debitur wanprestasi atau cidera janji. Wanprestasi-nya debitur adalah dia tidak sanggup memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan atau melunasi hutangnya. Tak ketinggalan dalam PK dijabarkan apa saja langkah-langkah yang akan diambil oleh bank jika debitur wanprestasi.

Solusi yang biasa dicantumkan dalam PK adalah, jika debitur wanprestasi maka kreditur akan memberi waktu kepada debitur untuk melunasi hutang-hutangnya sampai beberapa lama waktu toleransi. Teknisnya adalah kreditur memberikan Surat Peringatan (SP) kepada debitur sampai beberapa kali.

Dalam SP tersebut terdapat peringatan dan pemaksaan agar si debitur melunasi hutangnya sesuai dengan yang telah diperjanjikan dalam PK. Dalam banyak kasus pada umumnya solusi yang ditawarkan oleh kreditur adalah dengan menjual jaminannya secara mandiri terlebih dahulu.

Artinya debitur dipersilahkan menjual jaminan tersebut tanpa campur tangan kreditur, namun tetap dalam koridor koordinasi dengan bank, karena keperluan kreditur hanyalah piutangnya tertagih dan terhindar dari kerugian atau kredit macet (Non Performing Loan, NPL). (more…)

Share Button

Mau Nego Tanah? Pasang Target Dulu, Jangan Grasa-grusu

cara-negosiasi-dengan-pemilik-lahan

Sebelum memulai negosiasi dengan pemilik lahan anda harus menetapkan target yang harus anda capai. Misalnya anda akan menegosiasikan tanah seluas 5 hektare untuk dibangun perumahan subsidi. Target yang ingin anda capai adalah harga tanah kesepakatan harus di bawah 100.000,- rupiah permeter persegi dan dengan pembayaran uang muka 10 persen saja. Si pemilik juga akan diberikan bagian dari keuntungan proyek 20 persen. Sedangkan sisa pembayaran tanahnya dilakukan dengan cara dicicil 12 kali per-enam bulan.

Nah, jika pemilik lahan sudah meminta anda masuk ke materi negosiasi seperti di atas, anda harus memulai dengan penawaran yang lebih ringan terlebih dahulu. Misalnya, harga tanah dibuka di angka 50.000,- rupiah permeter persegi. Uang muka ditawarkan 5 persen saja dan bagian laba proyek yang menjadi bagian pemilik lahan 10 persen dan cicilan 12 kali sudah cukup bagus.

Kenapa anda harus mengajukan penawaran lebih rendah terlebih dahulu dibandingkan dengan target? Supaya tersedia cukup ruang untuk negosiasi dan menghindari terjadinya kondisi deadlock. Tentu saja tidak semua materi negosiasi harus diajukan lebih rendah terlebih dahulu. Lihat-lihat situasilah ya.

Strategi ini mirip-miriplah dengan proses tawar-menawar ketika anda  membeli sepotong celana di pasar tradisional. Tidak seperti super market atau department store yang membandrol barang dagangannya, pasar tradisional masih menerapkan tawar-menawara dalam jual-beli. Misalnya celana tersebut ditawarkan dengan harga 250.000,- rupiah ketika anda menanyakan harganya.

“Celana ini bagus mas, model terbaru, bahannya lembut, nyaman dipake dah.” Kata si abang pedagangnya. Dia tentu bilang bahwa barang dagangannya memiliki kelebihan. Pun begitu dengan tanah, lokasi sudah pasti strategis, harga murah, bikin perumahan sudah pasti laku, begitu kata pemilik tanah tersebut atau kata brokernya. (more…)

Share Button

Sekelumit Tentang Luas Tanah Efektif, KDB dan GSB

tanah efektif adalah

Luas tanah efektif (sering juga disebut kavling efektif) adalah prosentase luasan lahan yang bisa dijadikan kavling untuk dijual dibandingkan dengan luas lahan secara keseluruhan. Menurut pengalaman, besarnya luas tanah efektif yang ideal adalah 60%.

Maksudnya, luas tanah yang bisa dijual adalah 60% dari luas lahan sementara 40% sisanya harus disediakan untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos), diantaranya untuk jalan dan fasilitasnya, untuk penghijauan atau taman, fasilitas olah raga, untuk fasilitas ibadah, dan fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.

Contohnya jika anda memiliki lahan 10.000 meter persegi (m2) dan menurut peraturan di daerah tersebut luas tanah efektifnya adalah 60% maka luas tanah yang bisa dijadikan kavling untuk dijual adalah 6.000 m2 saja, sedangkan sisanya harus diperuntukkan bagi fasum dan fasos yang tidak boleh dijual.

Peraturan tentang besarnya kavling efektif ini penting untuk diperhatikan karena ada lokasi tertentu yang pemerintah daerahnya menerapkan peraturan kavling efektif lebih kecil dari 60%. Kondisi ini memberi kesulitan tersendiri bagi developer karena kavling yang bisa dijual menjadi berkurang sehingga harga jual menjadi lebih tinggi dan mungkin saja produk anda akan sulit bersaing.

Sebaliknya ada juga pemerintah yang mengijinkan kavling efektifnya lebih besar dari 60%. Nah, ini yang luar biasa, anda memiliki kavling yang bisa dijual menjadi lebih besar sehingga anda bisa menjual dengan harga lebih rendah.

Dengan catatan anda adalah developer baik yang tetap pada target keuntungan tertentu. Jika tidak, tentu anda akan tetap pada harga semula-dengan perhitungan kavling efektif 60%-supaya keuntungan bisa menjadi lebih besar. Hehehe. (more…)

Share Button
Page 21 of 46« First...10...1920212223...3040...Last »