Biaya-Biaya yang Timbul Dalam Proses Jual Beli Rumah Second

cara menghitung bphtb rumahDalam proses jual beli property (seperti rumah, tanah dan lain-lain) diperlukan biaya-biaya. Biaya-biaya tersebut ada yang resmi dibayarkan kepada negara atau pemerintah daerah dan ada juga biaya untuk pejabat yang melaksanakan jual beli tersebut yang bersifat negotiable.

Biaya yang resmi dibayarkan tersebut seperti biaya pengecekan sertifikat, biaya akta jual beli untuk PPAT/Notaris termasuk biaya pembuatan kuasa-kuasa bila diperlukan, biaya pengikatan jual beli, Pajak Penghasilan (PPh) final, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya balik nama sertifikat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Biaya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jika pembelian dengan bantuan lembaga pembiayaan dan biaya lain-lain.

1. Biaya Pengecekan Sertipikat

Pengecekan sertipikat dilakukan ke kantor pertanahan setempat sebelum proses jual beli dilakukan. Pengecekan sertipikat diperlukan untuk memastikan bahwa sertifikat tidak ada catatan seperti blokir, sita atau catatan lainnya.

Jika sertifikat dalam keadaan terblokir atau ada catatan apapun di sertifikatnya maka sertifikat tidak bisa dilakukan pengecekan. Selanjutnya transaksi jual beli tidak bisa dilaksanakan. Pelaksanaan transaksi bisa dilakukan apabila catatan yang ada pada sertifikat diangkat terlebih dahulu. (more…)

Maaf! Anda tidak akan Sukses

menemukan orang yang tepat untuk proyek

Salah satu kalimat bijak yang terus saya ingat adalah kalau ingin sukses kita harus mau membayar harganya. Harganya berupa uang dan waktu.

Harganya Berupa Uang

Mari kita lihat, uang pertama yang anda butuhkan untuk belajar menjadi developer properti adalah untuk menyambung koneksi internet dan membeli buku-buku. Jumlah yang lebih besar dibutuhkan untuk mengikuti seminar, workshop atau training.

Logika yang saya gunakan untuk memahami ini adalah semakin besar biaya yang dibutuhkan semakin kuat dorongan kita untuk sukses. Daya juang terbaik kita akan muncul ketika kita merasa sudah mengeluarkan banyak uang untuk belajar.

Kita akan merasa sangat rugi jika tidak sukses ketika sudah mengeluarkan banyak uang. Sebaliknya jika anda tidak merasa mengeluarkan uang untuk mendapatkan ilmunya maka anda dengan mudah akan melupakannya.

Artinya jika anda selalu menginginkan yang gratis maka itu tidak cukup untuk mendorong anda untuk sukses.

Lantas berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan ilmu tentang menjadi developer properti? Jumlahnya sangat relatif, tergantung metoda pembelajaran yang anda inginkan. Jika hanya untuk membeli buku-buku ya tidak sampai jutaan. (more…)

Cashback, Killing Marketing Method

“Dapatkan cashback 18 juta tiap pembelian unit rumah kami”

cashback-propertiKalimat tersebut sering kita baca di brosur perumahan yang sedang dijual. Dimana pembeli selain mendapatkan rumah juga mendapatkan uang tunai sebesar Rp18 juta.

Strategi ini cukup memberikan pengaruh kepada minat beli calon konsumen karena konsumen bisa mendapatkan rumah dengan harga lebih murah dari harga pasar.

Walaupun dalam praktekknya developer tidak memberikan uang beneran dalam bentuk uang cash kepada konsumen, tetapi lebih sering dikonversi menjadi potongan harga sebesar cashback yang diberikan.

Pembeli akan berfikiran bahwa mereka akan mendapatkan sebagian uang mereka kembali dengan jumlah sesuai yang dijanjikan oleh pengembang.

Pemberian Cashback dengan Prosentase atau Nominal

Dalam prakteknya pengembang bisa menerapkan besarnya cashback berdasarkan prosentase bisa juga langsung dengan jumlah nominal. Misalnya pengembang memberikan cashback sebesar 10% atau 15% atau dengan prosentase berapapun sesuai dengan keinginan pengembang. (more…)

Lokasi yang Kurang Bagus untuk Dibangun Perumahan

perumahan mbr

Anda mungkin sering mendengar mantra sakti developer, yaitu hanya ada tiga syarat agar proyek yang kita kembangkan sukses, yaitu: lokasi, lokasi dan lokasi.

Kita harus jeli dalam memilih lokasi karena ada lokasi bagus ada yang kurang bagus untuk dikembangkan untuk jadi perumahan.

Lokasi bagus adalah jaminan proyek sukses dan terjual cepat dan lokasi kurang bagus diperlukan kerja ekstra untuk mengelola proyek. (more…)

Cara Mengurus Perijinan Townhouse

cara mengurus perijinan town houseTown house adalah kompleks hunian di tengah kota yang berisi rumah-rumah yang dibangun secara teratur dengan jumlah terbatas. Biasanya kompleks tersebut memiliki sistem tertutup (cluster) atau one gate system, dilengkapi dengan fasilitas bersama seperti kolam renang, ruang terbuka, club house, dan lain-lain serta memiliki sistem keamanan yang lebih baik daripada perumahan pada umumnya.

Jumlah rumah yang dibangun umumnya tidak lebih dari 30 unit dengan luas total lahan maksimal 5000 m2 dan bangunan dua atau tiga lantai.

Untuk menjadi developer town house diperlukan pengetahuan untuk mengurus perijinan. Walaupun pada prakteknya perijinan ini bisa diurus oleh orang lain atau biro jasa.

Adapun langkah-langkah dalam mengurus perijinan adalah:

Konsultasi peruntukan ke Dinas Tata Kota/Tata Ruang daerah setempat

tugas bagian legal proyek

Konsultasi ini bertujuan untuk mengetahui bahwa daerah tersebut boleh dibangun townhouse.

Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum anda mengakuisisi lahan, karena tidak semua lahan bisa dibangun townhouse

Jika lahan sudah anda bayar ke pemilik lahan namun ternyata lahan tersebut tidak bisa dibangun townhouse maka anda akan rugi. (more…)

Page 40 of 63« First...102030...3839404142...5060...Last »