Surat Keterangan Waris untuk Beberapa Golongan Penduduk

surat keterangan warisSurat Keterangan waris adalah surat yang menerangkan tentang siapa saja ahli waris dari seseorang yang sudah meninggal dunia. Surat Keterangan Waris ini ada yang dibuat secara bawah tangan dan ada juga yang dibuat di hadapan pejabat yang berwenang.

Dalam menentukan siapa saja ahli waris dari seorang Warga Negara Indonesia yang meninggal, negara kita menerapkan peraturan sebagai berikut:

  1. Untuk WNI pribumi, Surat Keterangan Waris dibuat dibawah tangan, ditandatangani oleh semua ahli waris, dengan disaksikan atau turut ditandatangani oleh 2 (dua) orang saksi dan diketahui dan dikuatkan oleh Lurah dan Camat. Sedangkan untuk pembuatan Surat Keterangan Waris yang didahului oleh sengketa para ahli waris maka pembuatan SKW oleh pengadilan agama dalam bentuk Fatwa Waris. Pembuatan Surat Keterangan Waris secara bawah tangan tidak memerlukan pengecekan wasiat terlebih dahulu dan dalam Surat Keterangan Waris tersebut juga tidak mencantumkan besarnya bagian dari masing-masing ahli waris terhadap harta warisan. Sedangkan di dalam fatwa waris dicantumkan bagian masing-masing ahli waris. (more…)

Tips Sukses Bisnis Properti Tanpa Modal

mengajukan-advice-planning

Berinvestasi di properti di Indonesia merupakan investasi yang sangat menguntungkan, salah satunya karena kita bisa memulai bisnis properti tanpa modal. Banyak orang yang sudah merasakan keuntungan dalam bisnis properti dengan cara ini, walaupun banyak juga orang yang gagal melakukannya. 

Mereka yang sukses dalam melakukan bisnis properti tanpa modal adalah mereka yang pintar membaca dan memanfaatkan peluang karena tidak semua properti bisa diperlakukan menjadi bisnis tanpa modal. Diperlukan kecermatan, ketelitian dan analisa mendalam tentang properti yang akan dijadikan objek bisnis tanpa modal tersebut. Apabila salah dalam mengambil keputusan maka keuntungan yang di depan mata bisa tiba-tiba hilang. (more…)

Tips Supaya KPR Disetujui Bank

perbanyak-listing-properti-anda

Banyak kesalahan yang dilakukan masyarakat dalam pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), sehingga aplikasi KPR sering ditolak. Kesalahan-kesalahan tersebut terjadi karena masyarakat pada umumnya tidak memahami cara kerja bank.

Harus diketahui bahwa masing-masing bank memiliki persyaratan dan SOP (Standard Operating Procedure) tertentu sehingga penilaian terhadap konsumen juga berbeda-beda. Mungkin saja suatu bank menolak aplikasi KPR anda tapi bank lain menyetujuinya.  Oleh karena itu, cara berikut bisa anda lakukan supaya KPR anda disetujui.

Datangi beberapa bank pemberi kredit

Setiap bank memiliki produk dengan persyaratan tersendiri dalam menyalurkan KPR kepada masyarakat. Anda harus mendatangi beberapa bank sebelum memutuskan mengajukan kepada bank tertentu. Disinilah diperlukan kecermatan bagi anda untuk meneliti produk KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. (more…)

Beberapa Penyebab KPR Anda Ditolak

kenapa-kpr-ditolakKPR atau Kredit Pemilikan Rumah atau pembiayaan lainnya yang disalurkan kepada masyarakat merupakan sumber penghasilan bagi bank. Sehingga tanpa adanya kredit yang disalurkan kepada masyarakat ataupun kredit yang disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan modal dalam menjalankan usahanya, bank tidak akan memperoleh penghasilan.

Oleh karena itu bank sangat berkepentingan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat sekaligus memastikan uang yang disalurkan kepada masyarakat itu aman dan bisa kembalikan kepada bank dengan skema tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Walaupun bank sangat berkepentingan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat, bank tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Sehingga tidak semua aplikasi peminjaman uang di-approve oleh bank.

Ada banyak pertimbangan yang membuat bank menolak atau menerima pengajuan kredit, dalam hal ini pembahasan hanya mengenai KPR, diantara kondisi yang bisa menyebabkan pengajuan KPR ditolak adalah: (more…)

Persetujuan Suami atau Istri dan Anak dalam Menjual Rumah dan Tanah

Seringkali kita menemukan kasus yang membutuhkan analisa hukum, seperti perlu atau tidaknya persetujuan pihak lain jika seseorang akan menjual hartanya, dalam hal ini difokuskan pembahasan mengenai harta tidak bergerak berupa rumah dan tanah.

Karena ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi pada harta tersebut. Misalnya harta tersebut harta gono gini, harta bawaan atau  harta hasil perolehan karena hibah atau warisan. Mengenai penggolongan harta, apakah termasuk harta gono gini atau harta bawaan sudah diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974 Mengenai Perkawinan atau yang lebih dikenal sebagai UU Perkawinan. (more…)

Page 44 of 56« First...102030...4243444546...50...Last »