Share Button

cara mengurus sertifikat dari tanah girikBagaimana cara mengurus sertifikat dari tanah girik? Pertanyaan ini sering saya dengar dari beberapa teman, terutama developer baru dan mungkin ini banyak ditanyakan oleh masyarakat awam.

Untuk diketahui girik merupakan jenis tanah milik adat yang belum didaftarkan konversi haknya ke negara melalui kantor pertanahan. Bukti girik bukan merupakan hak atas tanah tapi berupa bukti bahwa atas bidang tanah tersebut dikuasai dan dibayarkan pajaknya oleh si pemilik girik. Continue reading “Cara Mengurus Sertifikat dari Tanah Girik” »

Share Button

Article Tags:

Share Button

sertifikat_pronaSeringkali kita sebagai developer mendapatkan tanah yang menguntungkan untuk dikembangkan jadi proyek perumahan. Lokasi dan kondisi tanah sangat bagus, juga ditunjang oleh harga yang ditawarkan pemilik masih wajar bahkan di bawah harga pasar. Akan tetapi jika kita melihat legalitas tanah tersebut masih dalam kondisi girik. Untuk diketahui tanah dengan status girik adalah tanah bekas hak milik adat yang belum di daftarkan pada Badan Pertanahan Nasional. Jadi girik bukanlah merupakan bukti kepemilikan hak, tetapi hanya merupakan bukti penguasaan atas tanah dan pembayaran  pajak atas tanah tersebut. Continue reading “Mengakuisisi Tanah Girik Oleh Developer” »

Share Button

Article Tags:

Share Button

gambar hutanBagi sebagian developer membeli tanah girik masih dihindari. Mereka ketakutan seolah-olah tanah girik itu tidak bisa diperjualbelikan. Mereka khawatir bahwa tanah girik tersebut tidak bisa dimohonkan sertipikat. Rawan sengketa, begitulah mereka beranggapan.

Memang di sejumlah kasus ada kesulitan dalam proses jual beli tanah girik, tak lebih hal ini disebabkan oleh kepemilikan tanah girik tersebut lebih dari satu orang. Karena pada umumnya sekarang ini pemilik girik sudah meninggal dunia dan bukti girik itu dkeluarkan pada saat UU No. 5 Tahun 1960 tentang UUPA (Undang-Undang Pokok Agragria) belum diundangkan, sehingga yang berhak atas tanah girik tersebut adalah para ahli waris.

Masalah keluarga, posisi yang saling berjauhan, ada ahli waris yang masih di bawah umur, kerap menjadi ‘batu penghalang sementara’ dalam proses jual beli tanah girik. Masalah keluarga bisa diselesaikan, domisili yang saling berjauhan bisa diatur jadwal yang kondusif untuk saling bertemu, anak dibawah umur bisa menjual dengan adanya penetapan pengadilan, yang pasti semua itu memerlukan waktu tambahan yang signifikan bagi seorang developer untuk mengatur project time schedule secara developer sangat membutuhkan presisi waktu dalam pelaksanaan proyek.

Perlu diketahui oleh developer dan masyarakat umum, bahwa tanah apapun yang dikuasai oleh masyarakat bisa dimohonkan sertipikatnya, asalkan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan tanah yang dikuasai tersebut mempunyai bukti kepemilikan yang sah. Tidak terkecuali tanah girik.

Ada beberapa keuntungan jika seorang developer membeli tanah girik:

  • Umumnya penjual bersedia negosiasi harga dan cara bayar, sambil menunggu sertipikat selesai diurus. Bisa juga pengurusan sertipikat ditanggung oleh pembeli, sehingga komponen negosiasi bisa lebih banyak untuk developer. Memang ini tidak berlaku untuk semua daerah, terutama di daerah yang tingkat demand akan hunian yang sangat tinggi. Pada lokasi seperti ini harga tanah sudah terstandarisasi menurut permintaan pasar. Para developer pun berani membayar dengan harga pasar walaupun belum sertipikat.
  • Penjualan tanah girik yang berasal dari warisan umumnya memang dijual dalam keadaan BU, butuh uang, (bukan Butuh Untung, hehehe), karena akan dibagikan kepada masing-masing ahli waris. Sudah menjadi sifat property yang tidak liquid sehingga sangat sulit menjual tanah dengan harga wajar secara tergesa-gesa, apalagi jumlahnya besar secara nominal. Artinya untuk luasan tertentu hanya orang yang berprofesi sebagai developer yang mau dan sanggup membeli.
  • Persaingan antar developer untuk mengakuisisi lahan tersebut relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan tanah yang sudah sertipikat. Seperti yang ditulis di atas bahwa tidak semua developer mau dan berani mengakuisis lahan girik. Juga hal ini ditunjang oleh kenyataan bahwa banyak developer menginginkan tanah yang diakuisisi bisa langsung diproses perijinan atau dijadikan jaminan untuk memperoleh modal kerja tambahan ke lembaga perbankan, sedangkan tanah girik belum bernilai di mata bank.

Hayoo… Kawan kawan developer, masih girik phobia?

 

Share Button

Article Tags:

Share Button

tanah dijual di jakartaAda banyak alasan kenapa orang mencari tanah dijual di Jakarta Selatan, terutama daerah Jalan TB. Simatupang, karena perkembangan pembangunan di daerah ini sangat moncer beberapa tahun belakangan. Kondisi ini dipicu oleh semakin sempitnya lahan yang tersedia di area bisnis di tengah kota seperti kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Kalaupun ada tanah kosong di daerah Jakarta Selatan lainnya, seperti Kawasan Kuningan atau Jalan Gatot Subroto, tanah ini kebanyakan berstatus sengketa sehingga tidak bisa diperjual-belikan. Oleh karena itu jika ada orang atau broker property yang mengatakan dijual tanah di Jakarta Selatan, bebas sengketa, clean and clear, hal ini perlu diteliti kebenarannya lebih lanjut

Tidak hanya broker professional yang banyak menawarkan tanah dijual di Jakarta, broker tradisionalpun banyak menawarkan tanah kosong untuk dijual. Tiap-tiap broker selalu mengaku bahwa mereka memiliki akses langsung ke pemilik tanah padahal tidak sedikit mereka hanya sekedar memperoleh informasi dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi jika ada orang memasang iklan dijual tanah jakarta barat cocok untuk gedung perkantoran, hotel dan apartemen, harus hati-hati menyikapi iklan ini. Harus dilakukan pemeriksaan dengan teliti, baik secara yuridis ataupun secara fisik.

Pemeriksaan tanah secara yuridis bisa dilakukan ke Kantor Pertanahan setempat, sedangkan pemeriksaan secara fisik dilakukan langsung ke lokasi dengan bertanya ke tetangga sebelah tanah berada dan kepada pejabat pemerintahan setempat, mulai dari RT, RW, Lurah atau Camat dan seterusnya. Kadangkala kita harus meneliti suatu lokasi tanah bebas sengketa atau tidak ke pengadilan. Seperti yang dialami oleh seorang klien bahwa ia telah tertarik untuk membeli sebidang tanah dijual di Jakarta Pusat, mengenai lokasi dan harga sudah cocok tetapi ketika diperiksa ke BPN ternyata tanah tersebut masih terbelit kasus hukum.

dijual tanah di jakarta selatanKondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Jakarta Pusat, di daerah lainnyapun sering terjadi kejadian seperti itu. Karena pada umumnya tanah-tanah yang masing kosong di Jakarta ini dalam keadaan sengketa. Kejadian lainnya adalah ketika seorang klien ingin membeli tanah dijual Jakarta Selatan, tepatnya di area TB. Simatupang. Ketika diteliti ternyata banyak yang mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut. Sebagai pembeli seharusnya kita tidak terlalu takut terhadap sengketa tersebut karena sengketa perdata selalu bisa diselesaikan, yang penting adalah setiap tindakan harus dilakukan dengan memperhatikan aspek hukum dan didampingi oleh kuasa hukum atau lawyer.

Untuk daerah lainnya masih tergolong aman untuk dibeli, terutama lokasi tanah dijual di Cibubur Jakarta Timur. Untuk daerah ini kehati-hatian diperlukan untuk mengetahui peruntukan. Karena banyak lokasi tanah yang masih kosong di Jakarta Timur ini termasuk peruntukan penghijauan atau menjadi daerah resapan. Sehingga jika kita beli nantinya tanah ini tidak bisa dibangun. Berikut ini ada beberapa lokasi tanah dijual di Jakarta yang bisa menjadi pertimbangan bagi anda untuk berbagai keperluan.

 

      1.  Tanah strategis dijual di Jl. Rasuna Said Kav. 3 dan 4, Kuningan, Jakarta Selatan, luas 1.56 Ha, sertifikat Hak Guna Bangunan, bisa dibangun 32 lantai gedung perkantoran atau apartemen atau hotel. KDB 30 %, KLB 5.
      2.  Jl. Casablanka Kav. 6, Jakarta Selatan, luas 1.3 Ha, Sertifikat Hak Guna Bangunan, posisi di depan The Park Lane Hotel. KDB 50 % KLB 4. Lokasi ini bisa dan sangat cocok untuk dibangun mix used antara gedung kantor dan apartemen.
      3. Jl. KH. Mas Mansur, di seberang City Walk dan sebelah gedung Standard Chartered dan Menara Batavia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, luas 3.8 Ha, sebagian sertifikat dan girik. Berperkara di pengadilan yang dimenangkan ahli waris sekarang. Para pihak sudah setuju untuk berdamai dengan pembayaran uang ganti rugi dengan jumlah yang sudah disepakati.
      4. Jl. Boulevard Baru Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sudan dibangun akses jalan menuju Pulogadung. Luas 6,1 Hektar, harga di bawah harga pasar, jual cepat.
      5. Jl. Bintaro Raya atau Veteran Raya, lokasi di persimpangan jalan, sangat strategis. Depan bisa dibangun komplek ruko dan di belakang apartemen. Luas 3,5 Hektar. Status tanah masih girik, harga termasuk pembuatan sertifikat oleh pemilik ke atas nama pembeli.
      6. Jl. Adyaksa Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Luas 1.3 Ha, terdiri dari 24 pemilik sertifikat dan semuanya sepakat untuk dijual. Ada Surat Pernyataan Jual. Lokasi berada di sampaing Hotel Mercure dan Gedung Sophie Martin dan Point Square. Sangat cocok untuk dibangun hotel dan apartemen.
      7. Jl. Nangka sebelah gerbang Perumahan Tanjung Mas Raya, luas 6000 m2. Harga murah.
      8. Jl. Satrio, Mega Kuningan luas 3,8 Ha, Lokasi di depan Mal Ambassador, peruntukan kawasan komersil, bisa dibangun 70 lantai berdasarkan SK Gubernur.
      9. Jl. TB. Simatupang, luas 8200 m2, posisi hook antara Jl. TB. Simatupang dan Jl. Adyaksa Raya. Di samping Hotel Mercure. Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT.
      10. Jl. TB. Simatupang Hook Lenteng Agung, luas +/- 3 Ha. Beberapa SHM milik warga, proses pembelian dengan cara pembebasan lahan dari warga, sudah ada Surat Pernyataan Jual dari para pemilik. Jual di bawah harga pasar tanah TB. Simatupang. Proses cepat.
      11. Jl. TB. Simatupang, Luas 6850 m2, Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT, bisa dibangun 24 lantai atau lebih. Proses cepat dan langsung ke pemilik
      12. Jl. TB. Simatupang, Luas 3800 m2, Sertifikat Hak Milik atas nama beberapa orang, bisa dibangun 24 lantai atau lebih.
      13. Jl. MT. Haryono, Kav. 14-16, luas 11.155 m2, sertifikat Hak Guna Bangunan, terdiri dari 3 kavling. Bisa dibangun hotel, apartemen atau perkantoran, KDB 55 %, bisa dibangun 24 lantai.
      14. Jl. Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 6000 m2, Sertifikat Hak Milik, cocok sekali untuk apartemen atau sekolah internasional
      15. Jl. Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Luas 9000 m2, SHM, Bisa 32 Lantai
      16. Jl. Moh. Husni Thamrin, Cikokol, Tangerang. Luas 17 Ha, SHM, peruntukan komplek komersil atau bisnis
      17. Jl. Panjang Kebon Jeruk, Luas 3600 m2, cocok untuk dibangun apartemen atau sekolah internasional, bisa dibangun 24 lantai atau lebih
      18. Jl. Panjang Kebon Jeruk, Luas 5000 m2, bisa dibangun 24 lantai atau lebih, cocok dibangun kantor, hotel, apartemen atau sekolah internasional
      19. Jl. Cibubur Raya atau Lapangan Tembak, Luas 47.933 m2, terdiri dari satu Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT, kondisi tanah keras dan rata, bisa bangun apartemen
      20. Jl. TB. Simatupang, Luas 8900 m2, Sertifikat Hak Milik, cocok untuk kantor, hotel dan apartemen, bisa dibangun hingga 24 lantai atau lebih (Terjual)
      21. Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan,  10.000 m2, Sertifikat Hak Milik (Terjual)

Untuk informasi selanjutnya hubungi 0812 1169 4143

Atau invite my BBM Pin 75d3cd3d

atau silahkan isi form berikut:

 

 

 

Share Button

Article Tags:

Page 1 of 3123