Menjadi developer properti itu amat menarik bagi sebagian orang. Banyak faktor yang menjadi penyebab. Ada yang menempatkan faktor ekonomi sebagai penyebab utama, ini yang banyak. Tetapi ada juga orang yang menempatkan faktor ekonomi bukan segala-galanya.
Bagi yang menempatkan faktor ekonomi sebagai penarik utama untuk mereka berbisnis properti sebagai developer, yang mereka lihat adalah bisnis developer properti itu memberikan penghasilan yang besar. Bagaimana tidak, satu unit rumah saja harganya ratusan juta bahkan ada yang milyaran. Bisa menjual 10 unit rumah saja itu menghasilkan uang yang besar. Tidakpun puluhan unit, berhasil menjual 2 atau 3 unit saja bisa memberikan penghasilan milyaran. Intinya tetapi lebih besar penghasilan yang didapat sebagai developer properti jika dibandingkan dengan bisnis lainnya.
Namun ada juga orang yang menempatkan motif ekonomi tidak di urutan teratas. Mereka menempatkan hal lainnya selain dorongan ekonomi. Misalnya kepuasan bathin ketika melihat orang puas dan senang memiliki rumah dan menganggap bahwa bisnis properti itu juga sebagai ibadah. Ya, ibadah dalam artian yang sangat luas tentu saja. Bukan dalam pengertian ibadah secara sempit yang bersifat ritual. Orang-orang seperti ini banyak sekali yang sedang menjalankan bisnis developer properti saat ini.
Bagaimana cara memulai?
Pertanyaannya adalah bagaimana cara memulai bisnis developer properti bagi seorang pemula? Karena banyak yang menanyakan ini ke saya, baik dengan pesan WA atau dengan kolom komentar di blog saya asriman.com
Jawaban saya, ya Anda musti banyak-banyak belajar dulu sebelum memulai karena seorang developer properti itu perlu memahami banyak hal.
Ini terkait sifat bisnis developer properti itu yang memiliki banyak hubungan dengan bisnis lain. Kata pakar di luaran sana bahwa bisnis developer properti adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Itu betul karena apabila bisnis properti bergairah maka akan berimbas kepada bidang lainnya, bahasa kerennya multiplier effect. Terutama industri bahan bangunan yang berdampak langsung.
Pahami kelebihan dan kekurangan diri
Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri penting untuk memulai bisnis developer properti. Kelebihan saya apa sih?
Jika Anda bisa membaca potensial diri, maka Anda bisa memanfaatkan kelebihan dalam diri Anda untuk memulai. Satu hal yang penting adalah Anda harus memanfaatkan kelebihan ini menjadi satu hal yang positif.
Misalnya Anda mahir dalam menganalisa properti dan membuat analisa proyek. Terus lakukan itu sambil memulai rencana untuk proyek sendiri. Dengan begitu Anda akan menjadi semakin ahli di bidang Anda. Dan ketika kesempatan datang Anda sudah siap. Karena sukses bisa terjadi ketika peluang bertemu dengan kesiapan.
Jika Anda merasa memiliki kekurangan maka Anda harus memperbaiki kekurangan tersebut. Misalnya Anda tidak mengerti dan memahami bagaimana menjadi seorang developer properti.
Jika kondisi Anda begitu yang perlu Anda lakukan adalah belajar.
Banyak cara untuk Anda untuk belajar tentang menjadi developer properti, seperti dengan membaca buku-buku, membaca di blog atau website yang membahas tentang properti. Bisa juga Anda belajar dengan mengikuti workshop seperti yang diadalah oleh asriman.com ini.
Workshopnya berjudul Cara Benar Memulai Bisnis Developer Properti Bagi Pemula yang diadakan di Jakarta. Lihat di sini jadwalnya:
Jadwal workshop developer properti
Namun jika kekurangan Anda adalah tidak memiliki modal maka Anda juga harus bisa menutupi kekurangan tersebut.
Perlunya networking
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperluas networking sehingga dengan banyaknya networking yang Anda miliki maka semakin besar peluang Anda mendapatkan mitra yang tepat.
Networking inilah yang menjadi leverage Anda untuk bisa menjadi developer properti. Dengan adanya mitra maka sumber daya yang menjadi kekurangan Anda bisa dipenuhi oleh mitra Anda. Jika Anda tidak punya uang maka mitra yang Anda cari adalah orang yang punya uang. Sesederhana itu.
Jadi untuk menjadi developer properti Anda tidak harus kaya dulu, perkara proyek butuh uang besar iya, tapi uang untuk modal itu bisa saja bukan uang Anda tetapi uang mitra Anda.
Selalu menjaga hubungan baik
Ketika Anda ingin menjadi developer properti, wajib hukumnya agar Anda memiliki hubungan baik dengan banyak orang, diantaranya dengan broker, arsitek, notaris, instansi terkait, lembaga pembiayaan dan lain-lain.
Wajib hukumnya selalu menjaga hubungan baik dengan Broker
Sangat penting untuk Anda selalu bisa menjaga hubungan yang baik dengan broker, terutama adalah broker tanah yang memang selalu memberikan penawaran tanah pada Anda.
Karena biasanya sumber informasi tanah lebih banyak datang pada broker karena memang ini adalah pekerjaan mereka.
Hubungan baik yang bisa Anda lakukan pada mereka adalah dengan cara memberikan komisi untuk mereka jika terjadi transaksi. Walaupun Anda adalah seorang pembeli. Karena yang berkewajiban mengeluarkan komisi pada transaksi properti adalah penjual.
Menjaga hubungan baik dengan arsitek
Selanjutnya adalah Anda harus menjaga hubungan baik dengan aristek sehingga pada saat Anda menggunakan jasa mereka maka Anda bisa mendapatkan kemudahan, namun harus tetap sesuai dengan profesionalitasnya.
Biasanya jika Anda memiliki hubungan baik dengan arsitek maka desain proyek bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah. Ataupun dengan cara bayar yang bisa dinegosiasikan karena Anda punya modal yang terbatas.
Menjaga hubungan baik dengan notaris
Dengan notaris Anda perlu menjaga hubungan baik karena setiap transaksi ataupun perikatan perdata selalu butuh notaris. Dengan adanya hubungan baik notaris akan selalu siap sedia membantu Anda.
Misalnya untuk pengecekan keabsahan legalitas suatu lahan, mempercepat transaksi, dan lain-lain.
Menjaga hubungan baik dengan instansi yang terkait
Dengan instansi terkait Anda juga perlu menjaga hubungan baik sehingga pekerjaan yang berhubungan dengan instansi tersebut bisa berjalan lancar sesuai perencanaan.
Instansi yang berhubungan dengan seorang developer properti adalah pemerintah daerah, ini terkait dengan perijinan, kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ini terkait kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan properti.
Menjaga hubungan baik dengan lembaga pembiayaan
Dengan lembaga pembiayaan seperti bank, Anda perlu menjaga hubungan baik sehingga ketika Anda lebih mudah jika suatu saat membutuhkan pembiayaan.
Selain itu ada beberapa hal yang harus Anda miliki untuk sukses sebagai developer properti, diantaranya:
- Anda harus bisa mempersiapkan perencanaan proyek, mulai dari desain sampai dengan mempersiapkan marketing tools, termasuk perencanaan denah, masterplan, fasad, pola ruang, hingga desain fungsi dan tata ruang serta ergonomi. Jika Anda tidak bisa membuatnya sendiri Anda bisa mencari seorang yang ahli tentang itu.
- Anda harus bisa mempersiapkan semua bentuk legalitas dari mulai mengakuisisi lahan sampai dengan pembangunan dan penjualan.
- Di sektor finansial, setidaknya seorang developer properti harus bisa menyiapkan skema untuk pendanaan yang sangat baik hingga bisa membuat detail cash flow.
- Seorang pengembang harus bisa membentuk sebuah tim marketing yang memiliki skil dan juga kemampuan yang baik dalam merumuskan konsep penjualan, target market hingga strategi dan juga strategi mereka dalam penjualan.
- Seorang developer properti juga harus bisa memiliki kemampuan untuk bisa mempersiapkan tim untuk produksi pembangunan.
- Dan yang lebih penting adalah seorang developer properti harus memiliki kemampuan dalam mengorganisasi semua komponen proyek menjadi satu kesatuan kerja yang tangguh sehingga bisa menyelesaikan proyek sesuai perencanaan dan target.
Mampu menganalisa pasar
Selanjutnya seorang developer properti harus mampu menganalisa pasar dan menetapkan segmentasi pasar yang dibidik, dimana Anda harus memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi tempat Anda membangun proyek.
Konsumen dari karyawan pabrik
Nah, jika lokasi dari pembangunan terdapat banyak pabrik maka calon konsumen yang Anda bidik adalah para karyawan pabrik tersebut. Dimana Anda harus memperkirakan harga yang memang sanggup dibeli orang para karyawan yang bekerja di sana.
Jika Anda memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari bank untuk para pembeli maka Anda harus memperkirakan juga kemampuan mereka dalam membayar uang muka dan angsurannya.
Konsumen dari pegawai instansi
Apabila lokasi proyek berdekatan dengan kompleks pemerintahan daerah maka untuk pangsa pasar Anda tentu saja adalah para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor tersebut.
Konsumen dari lembaga pendidikan, jika ada
Hal ini juga berlaku dengan lokasi yang berdekatan dengan sekolah dan juga universitas, maka target pasar yang dibidik juga adalah para mahasiswa atau orang tua mahasiswa atau dosen dan guru yang memang beraktivitas di sekitar lokasi.
Developer yang pintar bisa mengambil keuntungan dari kondisi ini sehingga proyek yang Anda jalani bisa sukses.
Karena Anda sudah mengetahui dan memiliki pasar untuk produk Anda selanjutnya bisa fokus membangun unit sehingga bisa terjual sesuai target.
Lihat artikel lainnya:- Fakta Ekonomi Aset Properti: Kebutuhan Primer
- Cara Mudah Menilai Tanah yang Cocok untuk Dibangun Townhouse (part 1)
- Rencana Relaksasi Aturan Pajak Properti Mewah dari Pemerintah
- Monggo Coba Sistem Referal Dalam Menjual Perumahan
- Mulai Menjadi Developer Properti Dengan Proyek Kecil-Kecil Saja Dulu
- Mengapa Harga Properti Naik terus?
- Negosiasi Cara Bayar Tanah Hanya Jika Pemilik Tidak Banyak
- Ini yang Menjadi Daya Tarik Bisnis Properti: Penghasilannya Besar
- Kepada Pemilik Tanah: Hanya Developer Properti yang Mau dan Sanggup Membeli Tanah dengan Luasan Tertentu
- Jika Tidak Yakin Akan Berhasil Di Bisnis Properti Sebaiknya Jangan
- Bisnis Properti tidak akan Pernah Rugi, Sebuah Jebakan Berfikir Yang Menyesatkan
- Marketing Mix Dalam Memasarkan Proyek Properti Kekinian
- Apa yang Harus Diperhatikan Dalam Membangun Perumahan
- Apakah Townhouse Itu?
- Begini Cara Membangun Super Team Untuk Kesuksesan Bisnis Properti Anda