Bank Central Amerika Serikat atau yang lebih dikenal The Fed, berencana akan melakukan Tapering, hal ini dilakukan seiring membaiknya perekonomian USA.
Terus apa dampak yang akan terjadi, khususnya pada bisnis propert?. Sebelum bicara dampak, sedikit penjelasan apa itu Tapering dari The Fed dan kondisi yang medahuluinya.
Kebijakan Stimulus Perekenomian dari The Fed
Seiring perekonomian yang memburuk akibat Pandemi Covid19, berbagai upaya dari pemerintah dan bank central suatu negara melakukan berbagai upaya penyelamatan perekonomian.
Salah satu kebijakan adalah berupa rangsangan (Stimulus) agar perekonomian berjalan berupa mengguyur pasar dengan likuiditas yang melimpah. The Fed mencetak Dollar baru dan selanjutnya digunakan untuk membeli surat utang negara (US Treasury) perbulan kurang lebih US$120 milyar.
Dengan diguyur uang di pasar, uang yang melimpah ini menjadikan suku bunga simpanan menjadi sangat rendah. Di sisi lain The Fed membuat suku bunga acuan perbankan sangat kecil, bahkan nyaris 0% per tahun.
Dengan bunga simpanan yang rendah, diharapkan pelaku usaha dapat meminjam ke bank dengan bunga pinjaman yang rendah. Dengan bunga pinjaman rendah inilah usaha akan berjalan dan perekonomian akan tumbuh.
Dengan bunga simpanan yang rendah pula, diharapkan pemilik modal atau investor tidak menyimpan di bank karena tidak ada nilai lebihnya. (more…)


Barangkali diantara kita saat ini sedang menerima penawaran melanjutkan proyek perumahan eks Perumahan Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD). Sebelumnya sedikit penjelasan apa itu perum TWP AD.


Seorang member Deprindo menyampaikan rencananya atas proyek perumahan subsidinya seluas 14 ha. Lahan masih milik puluhan warga, dengan sistem pembayaran tempo yang masuk akal dan layak.