Kebutuhan akan properti yang terus meningkat setiap tahunnya, market yang masih terbuka lebar, ditambah keuntungan yang cukup menggiurkan, sudah cukup menjadi alasan bagi siapapun untuk tertarik menggeluti bisnis sebagai agen properti.

Bisa dibayangkan, jika dalam satu bulan bisa menjual rumah seharga Rp500 juta sekali saja, maka keuntungan yang  diperoleh sebesar Rp500 juta x 2% = Rp10 juta. Apalagi jika dalam sebulan bisa menjual lebih dari 1 unit rumah atau mampu menjual rumah dengan harga diatas Rp.500 juta, maka keuntungan yang diperoleh tentu akan berkali-kali lipat.

Jika Anda tertarik menggeluti bisnis ini namun masih belum tahu cara jadi agen properti dan kualifikasi yang dibutuhkan, beberapa langkah berikut ini bisa dijadikan sebagai bahan rujukan:

Bergabunglah dengan Asosiasi Agen Properti

Dengan bergabung dengan asosiasi agen properti maka Anda akan mendapat pengakuan sebagai agen properti profesional. Setelah bergabung lebih baik lagi jika Anda berusaha mendapatkan sertifikat sebagai agen properti profesional.

Karena sertifikat atau lisensi merupakan satu bentuk pengakuan terhadap kemampuan yang Anda miliki serta bentuk legalitas atas profesi yang Anda geluti sehingga semakin meyakinkan customer untuk menggunakan jasa Anda.

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), sejak tahun 2015 memang berupaya untuk meningkatkan profesionalisme para agen properti lewat LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Broker Properti.

Persiapkan Kantor dan urus Pendirian badan Usaha

Cara untuk menjadi broker properti yang satu ini sifatnya opsional, karena lebih dikhususkan bagi mereka yang bekerja dibawah naungan sebuah badan usaha dan tidak berlaku untuk mereka yang menjadi broker properti freelance dengan menjadikan rumah masing-masing sebagai kantor.

Kelebihan memiliki kantor dan bekerja dibawah naungan badan usaha adalah reputasi seorang agen properti akan terlihat lebih baik dan lebih terpercaya dimata konsumen karena kecenderungan masyarakat sekarang dalam bertransaksi adalah memanfaatkan jasa dari pihak-pihak yang memiliki legalitas usaha.

Sediakan Anggaran

Tidak ada ketentuan yang mengikat terkait modal awal yang dibutuhkan untuk mengawali bisnis sebagai agen properti, tapi yang pasti harus ada dana untuk mendirikan kantor, mengurus perijinan badan usaha, mencetak kartu nama, membangun sebuah website dan melakukan promosi via online, mencetak brosur, pamflet dan sarana promosi lainnya, menambah pengetahuan dengan membeli buku-buku yang berkaitan dengan bisnis properti serta mengikuti berbagai seminar guna menambah pengetahuan, dan berbagai kebutuhan lain yang memerlukan anggaran.

Membangun Portofolio dan Membangun Relasi

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk membangun portofolio, yaitu dengan mencari mentor serta memanfaatkan jaringan pribadi.

Mendapatkan mentor yang tepat menurut Barbara Kennon penting bagi seorang broker terlebih bagi agen properti pemula.

Karena menurut broker properti dari National Association of Realtors ini seorang mentor yang baik akan dapat memandu broker pemula tentang bagaimana mendapatkan klien dengan cara yang cepat dan tepat serta mengarahkan mereka untuk melakukan transaksi jual beli properti.

Membangun portofolio juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan relasi  atau orang-orang terdekat yang ingin melakukan jual beli properti dengan menawarkan jasa Anda kepada mereka.

Perbanyak Listing

Menjadi agen properti pada dasarnya adalah berbisnis jual beli informasi. Oleh karena itu salah satu cara jadi agen properti adalah memperbanyak database listing berupa daftar properti yang dijual.

Semakin banyak dan semakin lengkap listing properti yang dijual, maka kemungkinan untuk dapat menjual properti sebanyak-banyaknya juga semakin besar.

Cara untuk mengumpulkan listing properti bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, baik dengan terjun sendiri ke lapangan maupun melalui berbagai macam media.

Tentu saja tidak hanya sekedar mengumpulkan daftar properti yang akan dijual, tapi juga melakukan tindak lanjut (follow up) dengan mengetahui sedetail mungkin properti yang akan dijual, mulai dari kondisi fisik, legalitas dan sebagainya. Selanjutnya, barulah mencari calon pembeli yang potensial.  

Lihat artikel lainnya:
Bagi seorang investor properti memiliki banyak informasi tentang property yang...
Sebelum mengupas lebih jauh tentang cara menjual kembali perumahan subsidi, terlebih...
Dalam setiap Workshop Developer Properti yang saya lakukan selalu ada sesi tanya...
Tidak menutup kemungkinan rumah yang kita tempati sekian tahun, pada suatu ketika...
Banyak alasan yang membuat bisnis menjadi seorang broker properti freelance sangat...
Seiring pertumbuhan penduduk maka kebutuhan terhadap properti residensial atau...

Article Tags:

Cara Benar Menjadi Agen Properti Profesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *