Open source, ya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi kekinian bisnis property, terutama bagi pelaku sebagai developer. Developer perumahan yang lazim disebut developer, kini banyak dimasuki oleh pelaku baru dengan berbagai background bisnis.

Kondisi yang tidak ditemui pada era 90-an, dimana bisnis properti hanya dikuasai oleh beberapa orang saja. Pelaku selanjutnya pun merupakan penerus dari klan keluarga yang terdahulu.

Adagium yang berlaku pada waktu itu adalah bahwa menjadi pebisnis properti memerlukan modal besar sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Terkesan exclusive tentu saja.

Informasi mengenai bagaimana mengelola bisnis properti saat ini sangat mudah ditemukan baik dalam bentuk buku, seminar gratis dan berbayar ataupun workshop yang diadakan oleh pelaku yang sudah lebih dahulu menekuninya.

 

Dari berbagai macam informasi yang didapat, utamanya tersaji di berbagai sumber dan cara itu, terungkap bahwa menjadi bisnis properti bisa dilakukan oleh siapa saja, baik orang yang mempunyai modal ataupun orang yang tidak memiliki uang.

Orang yang memiliki modal sekarang ini banyak melirik sektor property sebagai portofolio investasinya, seiring dengan kenyataan bahwa sektor properti masih menjadi primadona jika dibandingkan dengan sektor lainnya di dunia usaha. Harga yang naik terus, semua orang butuh properti khususnya residensial, menjadi alasan kuat daya tarik bisnis properti.

Tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang memiliki uang tidak tahu harus dipercayakan kepada siapa uangnya untuk dikelola sehingga memberikan return yang lebih bagus jika hanya disimpan dalam bentuk deposito atau mekanisme investasi lainnya. Kadang return yang tinggi berbanding terbalik jika dibandingkan dengan keamanan.

Memerlukan modal besar, memang hal itu menjadi salah satu ciri khas sekaligus penghambat bagi sebagian pebisnis untuk menerjuni sektor property.

Tapi keperluan akan modal tersebut bisa diatasi dengan cara patungan antara beberapa pemodal, dimana sistem permodalan ini sudah jamak dilakukan.

Kesepakatan yang jelas dan tertulis baik antar pemodal sendiri ataupun antar para pemodal dengan pengelola bisnis adalah wajib hukumnya.

Lantas, bagaimana cara menjamin keamanan uang para investor dalam proyek?

 

Selain kesepakatan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam menjalankan roda proyek perlu dibentuk sistem yang menjamin keamanan modal yang sudah disetorkan oleh para pemodal.

Cara yang bisa dilakukan oleh developer untuk menjamin keamanan dan kenyamanan modal dari beberapa investor adalah:

1. Membalik nama masing-masing sertipikat pecahan kepada para investor dengan bagian proporsional. Jika hal ini akan memakan waktu lama, bisa ‘hanya’ dengan membuatkan akta Kuasa Untuk Menjual kepada para investor, dengan bagian proporsional tentunya.

Dengan adanya akta Kuasa Untuk Menjual ini, maka masing-masing investor menjadi satu-satunya pihak yang diperbolehkan menjual atas unit yang dikuasakan kepadanya.

2. Dengan mendirikan Perseroan Terbatas (PT) dengan bagian saham sesuai dengan modal yang disetor oleh masing-masing investor. Kemudian dilanjutkan dengan membaliknama sertipikat ke atas nama PT.

Bisa juga dilanjutkan dengan membuat akta Kuasa Untuk Menjual dari PT kepada masing-masing pemegang sahamnya secara pribadi sehingga para pemodal menjadi pihak yang paling berhak terhadap masing-masing unit.

Cara ini tergolong simple dan aman, karena tata kelola PT sudah diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Dalam UU tersebut diatur hak dan kewajiban masing-masing organ yang ada dalam PT, baik pemegang saham maupun pengelola yang diwakili oleh direksi dan komisaris.

Investor butuh rasa aman ketika menginvestasikan uangnya

 

Kemanan, itulah kata kunci yang dibutuhkan oleh investor dalam menyerahkan uangnya untuk dikelola orang lain. Dengan dua cara diatas secara hukum, hak dan kewajiban para investor sudah terlindungi.

Tapi dibalik itu semua yang paling penting adalah niat baik dan kecakapan kelola yang dimiliki oleh developer pengelola, sehingga investor tidak hanya terlindungi secara legalitas tapi timeline nominal dan waktu pengembalian modal dan profit bisa dipenuhi sesuai dengan yang dijadwalkan…

Note: Jika anda memiliki lahan dan ingin mencari developer yang bisa mengerjakan lahan anda dengan sistem bagi hasil yang jujur dan sesuai Syari’ah Islam, silahkan menghubungi kami:

Asriman Akhiruddin Tanjung

Mobile: 0812 9446 8324

BBM Pin: 5a5c982b

Email: asr1008@yahoo.com

Info tentang Workshop Developer Property

Atau silahkan isi contact form berikut:

Lihat artikel lainnya:
Saat ini sudah banyak diadakan workshop developer properti, acaranya selalu banyak...
  Bisnis properti seperti makhluk indah yang ingin selalu didekati oleh pebisnis...
Secara etimologis mentor adalah penasihat, penasihat dalam segala hal. Khusus di...
Untuk menjadi developer properti anda harus kreatif, baik dalam proses mencari...
Workshop perpajakan properti sangat bermanfaat untuk siapa saja yang tidak ingin...
Pada artikel sebelum ini saya pernah menulis tentang pentingnya belief dipunyai...

Article Tags:

Pola Kerjasama Developer dengan Investor Patungan

11 thoughts on “Pola Kerjasama Developer dengan Investor Patungan

  • August 31, 2013 at 3:30 am
    Permalink

    Pak. Kami mau mengajukan untuk pola kerjasama mendirikn pabrik tepung bulu ayam dengan nilai investasi 1.2 milyar . ( termasuk , tanah, gudang, mesin dan modal kerja ) proposal nanti kami akan ajukan jika bapak tertarik. Atau bapak ada relasi bisnis yang berminat.

    Untuk hasil produksi kami siap membeli 100% karena kami sudah mempunyai pasar. .
    Sebagai gambaran BEP dalam waktu 24 bulan, setelah BEP kami siap untuk buyback seluruh investasi dari pemilik modal.

    Nilai investasi 1.2 milayar adalah maksimal. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih rendah tergantung kwalitas bangunan pabrik yang akan dibangun

    Reply
    • August 31, 2013 at 11:15 am
      Permalink

      Kepada Bpk. Arief,
      Silahkan cantumkan nomor kontak Bapak, mudah2an ada pembaca yang tertarik. Karena kami secara khusus hanya akan menindaklanjuti proyek2 property.
      Terima kasih

      Reply
      • April 23, 2016 at 8:14 am
        Permalink

        Salam property,,, mau tanya pak , saya beli sebidang tanah yg suratnya sudah berupa AJB ,pertanyaan sy, jika saya mau tingkatkan dr AJB jd SHM apakah bisa ? Dan langkah prosedur apa yg sy harus lakukan, trima kasih dan salam sukses ,,,,,

        Reply
        • April 24, 2016 at 1:16 am
          Permalink

          Tanah yang kepemilikan masih berupa AJB bisa diajukan sertifikat ke Kantor Pertanahan setempat.
          Persyaratan:
          -Asli alas haknya (girik, petok D dan alas hak lainnya)
          -Asli AJB
          -Foto copy PBB 2016
          -Foto copy KTP dan KK pemohon
          dan lain-lain

          Reply
  • October 11, 2013 at 1:31 pm
    Permalink

    Salam,
    Kami bekerja di bidang perumahan… Kami ingin mengembangkan usaha di Kalimantan Tengah, kami membutuhkan rekan kerja dalam pekerjaan proyek yang akan kami laksanakan…

    Reply
  • October 18, 2013 at 3:43 am
    Permalink

    Kami menyediakan tanah seluas 8000 m2 dan 3000 m2 lokasi di Kalbar sungai pinyuh.
    Bagi yang ingin bekerja sama bisa menhubungin 081280311153 .
    Terima kasih .

    Reply
  • Pingback: ACTION, Kunci Sukses Dalam Bisnis Property

  • Pingback: Pentingnya Menyikapi Seminar Motivasi untuk Developer Property |

  • Pingback: www.asriman.com » Mendirikan PT Nggak Perlu Setor Modal

  • December 2, 2014 at 4:49 pm
    Permalink

    Misi pak..bu…
    Saya adalah developer baru dalam bidang property, dalam proyek saya yang pertama saya mengadakan kerjasama dengan pt lain, ketika di sepakati dan di tanda tangani dengan acuan pembagian keuntungan 50 : 50, pihak yang saya ajak kerjasama ini tidak memenuhi nilai yang di sepakati untuk di kluarkan sebagai modal dia…
    Dan dr pihak pt yang saya ajak kerjasama ini tidak memenuhi kewajibanya untuk bersama2..bekerjasama membangun proyek yang sedang saya kerjakan saat ini…sementara ini saya membangun sendiri dengan dana pribadi tanpa di bantu ole pihak tersebut…

    Apa yg harus saya lakukan…?
    Sementara dia tidak memenuhi kewajibannya tetapi di kemudian hari dia bakal meminta hak nya…
    Sekian trimakasi..saya tunggu jwbnya….

    Reply
  • Pingback: Memasarkan Properti itu Mudah | www.asriman.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *