“Baik mana antara mengelola sebuah proyek dengan perseroan terbatas (PT) atau orang pribadi?”
Menarik untuk menjawab dan membahas pertanyaan ini.
Kalau pendapat saya dengan latar belakang pernah bekerja di corporate selama 30 tahun, maka di perusahaan tersebut kita dididik agar setiap perencanaan bisnis wajib diawali dengan rencana bisnis jangka pendek dan jangka panjang.
Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, pilihan akan jatuh kepada PT dibandingkan dengan perorangan! Jika kita mau mempunyai bisnis jangka panjang yang terarah.
Bukan berarti bahwa perorangan itu salah dan tidak bisa terarah.
Business plan
Namun pengamatan saya pribadi, sebuah usaha yang dijalankan oleh perorangan cenderung tidak memiliki business plan yang terukur.
Mereka menjalankan bisnisnya waton jalan (asal jalan), dan rata-rata berdalih tidak ngoyo. Dan yang lebih parah lagi kontrol keuangannya biasanya tidak ada.
Karena dia merasakan sebagai pemilik maka pemasukan dan penerimaan kurang begitu diperhatikan, condong diabaikan.
Mereka kadang tidak bisa membedakan mana uang usaha dan mana uang pribadi.
Berbeda jika sebuah bisnis yang berbadan hukum, struktur oganisasinya wajib ada. Namun ini juga bukan jaminan sebuah PT pasti memiliki visi bisnis ke depan.
Man behind the gun
Sekali lagi itu semua tergantung kepada siapa yang memegangnya. “The Man behind the gun”
Memang arah sebuah bisnis sangat ditentukan oleh pemimpinnya.
Jadi menurut saya pribadi, jika teman-teman telah memutuskan atau sedang menekuni bisnis properti, atau apapun bisnisnya, mulailah dengan rencana bisnis jangka pendek dan panjang.
Mulailah dengan pertanyaan mau sejauh apa bisnis ini akan dibawa?
Segmen mana yang mau dibidik? FLPP atau Komersil?
Lokasi mana?
Berapa target revenue dan profit satu tahun ini, dua tahun, atau 3, 4, 5 tahun ke depan. Dan bagaimana untuk mencapainya?
Mungkin bagi orang tidak biasa dengan perencanaan bisnis, semua hal yang di atas kedengaran terlalu muluk-muluk, belum waktunya dan banyak dalih lainnya. It’s ok itu sah-sah saja. Pilihan orang berbeda-beda.
Namun bagi yang memang telah menetapkan menjadi seorang developer properti mulailah merubah mindset seorang pekerja menjadi mindset seorang pengusaha.
Apa itu mindset seorang pengusaha? Monggo teman-teman yang mau diskusi hal ini.
Akhir kata mari mulailah menyusun rencana bisnis anda!
Wassalamu’alaikum wr wb
Mulyohadi S.
Head of Depindo Academy
Lihat artikel lainnya:- Kalau Belum Siap Bikin PT Untuk Menjadi Developer, Orang Perorangan Saja Dulu
- Ini Untungnya Mendirikan PT Untuk Menjadi Developer Properti
- Mengapa Legalitas Lahan Untuk Perumahan Lebih Baik SHGB an Perusahaan?
- Mengapa Sulit Mencari Investor?
- Ini Yang Harus Dikuasai Ketika Mulai Menjual Rumah
- Sampai Dimana Komitmen Mu?
- Pentingnya Memiliki PT Bidang Developer Properti dan Langkah Mendirikannya
- Sebidang Tanah Masuk PKKPR Perusahaan Lain, Apakah Masih Bisa Diperjualbelikan?
- Bagaimana Kalau Elevasi Proyek Lebih Rendah Dari Jalan?
- Menekan Ketakutan Menjadi Developer Dengan Merubah Mindset
- Begini Menggunakan Script Selling dalam Menjual Perumahan
- Cerita Sukses Seorang Developer Pribadi
- Lokasi Itu Memang Sudah Ramai Tapi Belum Cocok Dibangun Apartemen. Mungkin 10 Tahun Lagi Baru Pas. Perhatikan Hal-hal Ini
- Gunakan Pertimbangan Bisnis Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan
- Sekarang Bisa Saja Mengambil Ijin Lokasi Milik Pengembang Lain. Mudah Kok