Cara Mudah Anda Menjadi Virtual Agent Properti

Virtual agent properti adalah orang yang bekerja memasarkan properti dengan cara memanfaatkan internet.  

Kenapa namanya virtual?

Karena cara kerjanya tidak diikuti aktifitas fisik seperti mengantar calon konsumen ke lokasi karena untuk mengantar konsumen sudah disediakan oleh developer.

Juga si agent virtual ini tidak perlu juga memasarkan dengan cara membuat acara pemasaran seperti pameran, open table, off air direct selling, canvassing dan lain-lain. Tidak perlu.

Cara mempraktekkan virtual agent properti

Lalu bagaimana caranya agar seseorang bisa sukses mempraktekkan strategi menjadi virtual agent properti ini?

Jika ingin menjadi agent properti virtual caranya mudah, Anda menghubungi atau dihubungi oleh pengembang atau pemilik produk. Lalu terjadi kesepakatan tentang jasa pemasaran.

Lebih baik lagi jika dibuat perjanjian pemasaran properti secara tertulis. Di dalam perjanjian tertulis dicantumkan hak dan kewajiban masing-masing diantaranya dan yang paling penting adalah tentang besaran komisi yang menjadi hak Anda sebagai agent virtual.

Jangan lupa product knowledge atau materi iklan harus sudah disediakan oleh developer, terutama tentang data-data produk dan harga, ini sangat sensitif bagi konsumen. (more…)

Belief, Kunci Sukses dalam Menjual

Suatu pengembang perumahan sedang memasarkan proyeknya dengan mengadakan pameran di dua lokasi berbeda. Pameran diadakan di mal yang ramai. Masing-masing lokasi terdiri dari satu tim dengan empat orang sales persons.

Seluruh anggota marketingnya sudah ditraining terlebih dahulu sehingga sudah sangat fasih mengartikan product knowledge. Juga mereka sudah dibekali dengan selling script yang dihapalkan, tentu saja tak lupa dilengkapi dengan kemampuan bernegosiasi dengan gesture tubuh yang menjual.

Hari pertama pameran mereka sangat bersemangat, semua calon konsumen yang datang dilayani dengan senyum mempesona sang tenaga marketing, konsumen dilayani bak seorang raja, semua tenaga marketing memperlihatkan antusiasme yang tinggi dan brosurpun banyak terbagikan. (more…)

Ini Pengalaman Saya Negosiasi Lahan Kerjasama

Melakukan penawaran kepada pemilik lahan untuk dijadikan proyek properti kadang membawa keasyikan tersendiri. Banyak pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran dari hari ke hari.

Tergantung motivasi penjual menjual tanahnya

Dari pengalaman-pengalaman tersebut saya berkesimpulan bahwa banyak hal yang mempengaruhi deal-nya penawaran, diantaranya adalah motivasi si penjual.

Jika motivasi penjual adalah sangat terdesak terhadap uang dalam jumlah besar, maka doi pasti mengharapkan tanahnya dibayar lunas, harga lebih murahpun tidak mengapa.

Tetapi jika jumlah kebutuhannya hanya sekedar dan bisa ditutupi oleh hanya sebagian dari harga tanah bisa dipastikan negosiasi bisa berjalan lancar. Misalnya dengan dibayar lima persen saja dari harga total maka kebutuhannya sudah terpenuhi. (more…)

Kreatif Developer Pas-Pasan Mencari Modal Bangun Rumah  Ketika KPL KYG Tidak Memungkinkan

Saya baru ketemu developer yang kreatif mencari modal. Dia adalah developer pemula dengan modal pas-pasan.

Proyek dia perijinan lengkap sudah sampai IMB pecah. Demikian juga sertifikat, sudah HGB an. PT, bahkan sudah pecah satuan. Tapi kredit pemilikan lahan (KPL) dan kredit yasa griya (KYG) ternyata tidak bisa diajukan di Bank BTN.

Kok bisa, beberapa penyebab ketika semua sudah lengkap tapi tidak dapat dukungan KPL/KYG Bank BTN seperti proyek dari lahan kerjasama dengan pemilik tanah, dimana kesepakatannya pemilik tanah harus jadi pengurus seperti direktur atau komisaris.

Cilakanya, pemilik tanah riwayat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau BI Checking jelek. Harga mati tidak bisa didukung bank. Sementara memecat dia dari kedudukannya tidak memungkinkan karena terikat kesepakatan.

Bisa juga karena kesalahan membuat kesepakatan di awal, dimana tanah tidak boleh diagunkan kalau belum lunas. Padahal dana untuk pelunasan justru mengandalkan dukungan KPL Bank BTN.

Jadi sebelum ada uang sekarung, KPL/KYG tidak mungkin didapat dari Bank. Inti cerita pada tulisan ini hanya satu, yaitu tidak bisa dapat KPL dan KYG, titik.

Terus sebagai developer modal pas-pasan, dari mana dia dapat modal untuk membangun?, ketika proyek rumah subsidi, bangunan harus 100% baru bisa akad KPR. (more…)

Testing The Water, Teknik Jitu Menilai Respon Konsumen

seaview-ancol-jaya-seafront1Ada sebuah strategi yang bisa dilakukan apabila kita akan membuka proyek properti di suatu lokasi. Terutama lokasi perumahan yang akan dibangun adalah di daerah baru yang belum dikenal kondisi masyarakatnya, baik daya beli maupun kebutuhan terhadap hunian baru.

Strategi ini dilakukan untuk melihat kebutuhan masyarakat terhadap perumahan di lokasi tersebut. Karena jika Anda memaksakan untuk membuka proyek di lokasi yang belum Anda ketahui karakteristiknya maka proyek Anda beresiko.

Cara mudah untuk melihat respon pasar adalah dengan mamasang spanduk di lokasi strategis di sekitar lokasi. Tujuan pemasangan spanduk ini adalah untuk mengetahui seberapa besar respon masyarakat terhadap perumahan yang akan dibangun.

 

Kira-kira bunyi spanduk tersebut seperti ini:

“TUNDA DULU KEINGINAN ANDA BELI RUMAH, KAMI AKAN HADIR DI TENGAH KOTA ANDA”

Hubungi 0123456789

Redaksionalnya tidak harus seperti ini, bebas berekspresi tetapi tujuannya satu, yaitu ingin melihat respon masyarakat terhadap akan hadirnya perumahan baru.

Spanduk ini akan memberikan warning kepada setiap orang yang ingin membeli rumah bahwa akan dibangun suatu perumahan di dekat lokasi mereka.

Jika seseorang memang berniat akan membeli rumah maka bisa dipastikan dia akan menelepon untuk menanyakan lebih jauh, bisa jadi yang ditanyakan lokasi persisnya, tipe yang akan dibangun berapa, dan harga perumahan yang akan dipasarkan berapa. (more…)

Jadi Developer Apa Harus Kaya Dulu (Sebuah Tanya Jawab Imajiner)

“Bang, saya minat menjadi developer properti, tapi ngga punya modal gimana ya bang”
“Kalo punya modal dulu baru mau bisnis semua orang juga bisa”
“Trus gimana bang”
“Banyak juga orang yang sudah sukses berbisnis itu dulunya ngga punya uang”
“Maksudnya?”
“Coba kau fikir, orang kaya itu mereka kaya dulu baru bisnis atau bisnis dulu baru kaya. Jangan lihat orang kaya yang stress trus nyabu ya, itu mah kaya dari orok”
“Iya juga ya bang”
“Nah, paham maksudku tho? Sebelum sukses mereka ya berjuang dulu. Berjuang itu juga modal, ngga melulu soal modal uang”
“Mau beli tanah sudah pada mahal bang”
“Iya, aku juga tahu. Kalo dirimu ngga punya uang bisa ajak temanmu yang punya uang kerjasama”
“Temanku ngga ada yang kaya bang”
“Cari lahan kecil-kecil saja dulu, yang bisa dibayar seratus juta misalnya, ajak 2 orang teman yang punya uang 50 juta. Atau cari temanmu yang punya uang 20 juta 5 orang. Atau lebih kecil lagi bisa juga, cari temanmu yang punya uang 10 juta 10 orang. Temanmu pasti percaya padamu tho?”
“Wah kecil sekali bang”
“Kalo gitu cari tanah yang lebih besar. Lalu ajak temanmu yang punya uang 5 milyar”
“Wah ngga ada temanku yang punya uang segitu bang, kalau cari investor bisa ngga bang”
“Bisa saja cari investor, tapi dirimu siapa?”

Dapat Tanah Lebih Malah Menuntut

Aneh

Kejadian ini aneh, tapi terjadi, ini aneh tapi nyata. Saya awalnya tidak percaya ketika diceritakan oleh seorang teman developer tentang kejadian ini.

Aneh kan? Ada orang yang protes gara-gara dia mendapatkan kelebihan tanah di kaveling yang dia beli. Ngga tahu juga alasannya, apakah ada alasan mistis, atau ekonomis atau malah politis.. hehehe.

Kejadian bermula ketika seorang konsumen datang pada saat perumahan dipasarkan tetapi masih dalam bentuk tanah kosong, hanya masih berupa patok-patok kaveling dengan benang. Beberapa bowplank memang sudah terpasang dan beberapa tukang sedang bekerja. (more…)

[TRUE STORY] Jangan Anggap Remeh Legalitas Proyek

Ini pengalaman Mas Kholil

18 bulan yang lalu saya ketemu Mas Kholil. Ia sedang memulai proyeknya di atas lahan keluarga, luasnya  kurang lebih 1,2 ha.

Dia mulai membangun di bagian depan dulu, seluas 3000 m2. Pada saat saya berkunjung ke proyeknya, proyek sudah jalan dengan membangun lebih dari 20 unit.

Pada saat itu prestasi fisik masih kurang lebih 50%. Mas Kholil memulai semua dari nol. Sebagai pengusaha jasa umroh yang tutup karena Covid-19, ia memulai proyek propertinya dengan nol pengalaman, nol pelatihan, nol keahlian konstruksi, nol keahlian penjualan.

Di samping nol, juga mungkin minus modal karena usaha travelnya tutup karena Covid-19. 

Satu-satunya yang tidak nol hanya lahan saja, yaitu milik orang tua. Ketika saya tanya dari mana duit buat mbangun unit rumahnya, dijawab,  ya utang sana sini.

Ketika saya tanya apa yang bisa dibantu, ya modal pak.  (dalam hati saya udah tahu jawabannya). Saya jawab, kalau butuh modal, saya juga lagi cari modal mas…

Dengan bekal nol yang ada, Mas Kholil memulai semua tanpa urus ijin dan legalitas lahan. Bangun aja terus. Dia menawarkan skema properti syariah murni, cicil bertahap, 5 sd 8 tahun. Dari sini dia dapat cashflow atau pemasukan.

Uang muka (DP) minimal sampai dengan seharga Borongan unit rumah, maka dia bangun. Tidak ada yang salah dari sistem ini. Tinggal pinter-pinter memilih calon konsumen yang bagus. Begitu dapat konsumen yang salah, gagal angsuran, maka selesai 1 unit gagal. (more…)