Akhir-akhir ini banyak orang membicarakan Sunrise Property baik investor property ataupun end user yang ingin beli property untuk ditempati. Tepukpun berbalas, pengembang menangkap kemauan konsumen dengan memasarkan produknya dengan embel-embeli bahwa produknya berada di kawasan Sunrise Property.
Kawasan Sunrise Property menjanjikan keuntungan bagi pemiliknya dilihat dari kenaikan harga property dalam waktu yang tidak begitu lama, umumnya dibandingkan selama 5 tahun ke depan.

Sunrise Property, makhluk bersinar yang banyak diincar orang.

Yang jelas, dapat ditebak dari pengertian katanya bahwa Sunrise Property itu adalah property yang berada di kawasan yang akan bersinar atau berkembang untuk 5 tahun mendatang, sinarnya seperti sinar matahari yang terbit di ufuk timur. Matahari yang terbit akan terus bersinar sampai tenggelam nanti. Ya, intinya seperti itu, tidak usah dipahami rumit-rumit ya..:D

Harga property di kawasan Sunrise Property ini akan terus naik seiring dengan perkembangan kawasan. Kawasan berkembang karena ada pembangunan fasilitas-fasilitas umum, terutama infrastruktur seperti jalan utama, jalan tol dan fasilitas lainnya.

Moda transportasi sebagai pemicu sunrise property

Ya, jalan tol dan jalan protokol menjadi faktor utama sebagai pemicu pengembangan kawasan, terutama kawasan yang berada di pinggir kota besar.

Contoh untuk kawasan Sunrise Property ini adalah kawasan Serpong, sejak dibukanya jalan tol Jakarta-BSD kawasan ini berkembang pesat. Selain Serpong yang masuk dalam kategori kawasan Sunrise Property ini adalah Cibubur, Bintaro dan lain-lain.

Penyebab Sunrise Property lainnya adalah dibangunnya moda transportasi umum seperti Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan Elevated Busway.

Pembangunan LRT dari Cibubur dan Bekasi menuju Jakarta menyebabkan harga property di sepanjang jalan (stasiun) LRT ini naik tajam. Karena akan banyak orang yang bekerja di pusat kota akan memanfaatkan moda ini mengingat moda ini bisa menjamin kenyamanan dan ketepatan waktu dalam perjalanan.
Umumnya selama proses pembangunan moda transportasi ini harga property mulai merangkak naik, dan akan naik tajam pada saat moda tersebut akan beroperasi dan akan stabil di harga tinggi saat moda mulai beroperasi untuk selanjutnya harga akan jenuh.

 

Demikian juga pembangunan MRT dari kawasan Lebak Bulus menuju pusat kota juga memicu kenaikan harga property di sepanjang jalan yang dilalui moda ini, terutama di koridor Simatupang dan sepanjang Jalan Fatmawati. Modusnya sama, orang menginginkan nyaman dan tepat waktu dalam perjalanan.. šŸ˜€
Banyaknya orang yang ingin tinggal di kawasan ini menyebabkan kawasan padat, kemudian kawasan akan naik status menjadi kawasan bisnis yang tentu saja harga property menjadi sangat tinggi.

Satu lagi pembangunan moda transportasi umum yang memicu kenaikan harga yaitu pembangunan Elevated Busway yang membentang dari kawasan Kebayoran Baru-Tendean menuju Ciledug. Harga property meningkat tajam di sepanjang jalan Ciledug Raya. Apalagi grand design kawasan Ciledug ini juga direncanakan akan dibangun LRT menuju pusat kota Tangerang dan rel kereta yang nanti akan nyambung ke Bandara Soekarno Hatta, lengkap sudah fasilitas yang tersedia.

Seksinya koridor Ciledug Raya juga ditunjang oleh adanya pintu tol Ulujami dan Petukangan yang memudahkan akses ke berbagai penjuru dunia.

Hal ini tidak disia-siakan pengembang, dimana banyak pengembang yang membangun apartemen di sepanjang jalan ini. Pangsa pasar yang dibidik adalah para pekerja yang berkantor di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Gatot Subroto dan Kuningan. Ceruknya sangat besar karena pekerja di kawasan ini adalah pekerja kelas menengah yang sanggup membeli apartemen, walaupun apartemen bujet.

Sunrise property di tengah kota

Selain itu ada juga kawasan Sunrise Property yang stabil di tengah kota, harga meningkat luar biasa beberapa tahun belakangan. Di kawasan ini terjadi pergeseran fungsi bangunan di jalan-jalan utamanya dari tempat tinggal menjadi fungsi bisnis, terutama menjadi ruko-ruko. Contoh kawasan ini adalah Tebet, Cilandak, Kebayoran Baru dan Kemang.

Bagaimanapun juga orang yang beraktifitas di tengah kota selalu ingin tinggal di tengah kota supaya tidak buang-buang waktu di jalan ketika menuju tempat beraktifitas. Tahu sendirikan jalanan di kota-kota besar kalau macet seperti apa.. jangankan mobil badan saja susah lewat di jalanā€¦ hehehehe..

Sunset Property juga ada ternyata…

Ada Sunrise Property tentu ada Sunset Property, kawasan ini adalah kawasan yang sudah tidak memungkinkan naik lagi harga propertynya karena berbagai faktor, terutama kawasan memang sudah padat, infrastruktur tidak memadai, rawan banjir.
Tetapi bagaimanapun juga kawasan Sunset Property ini tidak turun harganya, yang ada harga propertynya stagnan saja selama bertahun-tahun. Ciri lainnya kawasan Sunset Property ini adalah banyaknya penghuni yang ingin pindah ke daerah lain.
Uniknya kawasan Sunset Property ini bisa menjadi Sunrise Property lagi jika ada perbaikan-perbaikan infrastruktur, penataan ulang kawasan. Harga property di kawasan yang ditata ulang ini akan melambung lagi karena kawasan seperti ini umumnya berada di tengah kota.

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Selling point memainkan peranan penting untuk menangguk minat calon konsumen....
Banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran suatu proyek properti, dimana...
  Sebelum ini sudah kita bahas langkah-langkah untuk mengurus legalitas...
Bagi seorang investor propertiĀ memiliki banyak informasi tentang property yang...
Banyak orang berpendapat bahwa berbisnis property sudah dipastikan pelakunya akan...
  Investasi di bidang properti menjadi pilihan investasi yang lebih menguntungkan...

Article Tags:

Apakah Sunrise Property itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *