Pertanyaan tersebut menarik untuk dibahas terutama bagi anda yang berprofesi sebagai pengusaha atau wiraswasta yang tidak terlepas dari kebutuhan modal untuk kemajuan dan perkembangan bisnis. Berbagai cara bisa dilakukan untuk menambah modal usaha, pada prakteknya yang lebih sering dilakukan adalah meminjam kepada lembaga keuangan atau bank.

Untuk meminjam uang ke bank tentu diperlukan jaminan, bisa berupa benda tidak bergerak seperti mobil dan benda-benda lain yang bernilai dalam pandangan bank, bisa juga atau lebih disukai berupa benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan.

Tapi banyak yang tidak mengetahui bahwa bank memberikan pinjaman kepada debitur-nya lebih berdasarkan keyakinannya bahwa si debitur akan mampu melunasi hutangnya. Karena kepentingan bank bukan terhadap jaminan tapi terhadap kemampuan bayar si penghutang.

Bank sangat menyukai jaminan berupa tanah dan bangunan karena nilai tanah dan bangunan tersebut biasanya selalu naik tiap tahun dan tanah dan bangunan tersebut tidak akan pernah dicuri pencuri dan tidak akan berpindah kemana-mana.. hehehe.

Sehingga bank dengan mudah dapat menjual jaminan tersebut dengan harga yang bagus bila si debitur wanprestasi.

Bagaimana jika sang debitur tidak memiliki lagi jaminan yang lain, sementara jaminan yang dia punya sudah dipasang hak tanggungan atau dalam bahasa yang sederhana dikatakan bahwa objek miliknya sekarang ini masih menjadi jaminan terhadap hutangnya yang lama. Dimana hutangnya yang lama ini belum lunas, tentu saja sertifikatnya masih berada di kreditur dan dalam buku tanah objeknya masih tercatat adanya hak tanggungan. Bagaimana jalan keluarnya?

Hak tanggungan peringkat 2 dan peringkat selanjutnya

Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang Berkaitan dengan Tanah atau lebih dikenal dengan UUHT dikatakan bahwa suatu objek hak tanggungan bisa dibebankan lebih dari satu peringkat hak tanggungan.

Artinya kita bisa meminjam pitih lagi ke bank dengan jaminan yang sama walaupun hutang yang lama belum lunas. Proses ini dinamakan hak tanggunagan peringkat 2, bisa ditambah dengan peringkat 3 dan peringkat-peringkat selanjutnya.

Syarat yang pasti bagi kita untuk mendapatkan hutang lagi dengan jaminan yang sama adalah bank menyetujuinya. Bank memberikan persetujuan berdasarkan appraisal nilai jaminan, apakah nilai jaminan ini masih layak untuk ditambah jumlah hutang? Satu lagi yang tidak kalah penting adalah riwayat pembayaran anda terhadap hutang peringkat 1, jika riwayat pembayaran anda track record-nya bagus, maka besar kemungkinan anda tidak akan kesulitan dalam menambah jumlah pinjaman.

Toh anda sudah kenal dengan bankir anda dan bankir anda pun sudah mengenal anda. Dan jika rekam jejak anda jelek dalam membayar hutang maka bisa dipastikan anda akan kesulitan menambah hutang peringkat selanjutnya.

Sifat baiknya adalah bahwa hak tanggungan tiap peringkat berdiri sendiri atau bersifat individualiteit, yang mengandung pengertian bahwa hutang yang dijamin dengan hak tanggungan peringkat 1 tidak ada hubungannya dengan peringkat 2, masing-masing memiliki sifat dan term-nya sendiri walaupun jaminannya sama.

Dalam hal me-roya pun (menghapus hak tanggungan) bisa dilakukan secara partial, tidak harus diroya pada saat seluruh hutang lunas. Jika hak tanggungan peringkat 1 sudah lunas bisa dilakukan roya terhadap hak tanggungan peringkat 1 begitu selanjutnya.

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Pada dasarnya sebuah bank adalah perantara antara orang yang membutuhkan uang...
Dalam hal kredit, Perjanjian Kredit (PK) merupakan acuan bersama antara kreditur...
Banyak cara untuk mendapatkan modal kerja sebagai developer. Diantaranya meminjam...
  Menurut Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas...
Transaksi jual beli dengan kondisi normal hanya butuh waktu dan cara yang sangat...
  Jika tahu caranya anda bisa mendapatkan untung besar dengan membeli...

Article Tags:

Bisakah Pinjam Lagi di Bank? Sementara Hutang Lama Belum Lunas

Dapatkan Update Terbaru Tentang Properti

Masukkan nama dan email anda di form di bawah ini, kami akan kirimkan update di inbox anda.

28 thoughts on “Bisakah Pinjam Lagi di Bank? Sementara Hutang Lama Belum Lunas

  • Pingback: www.asriman.com » Strategi Mendapatkan Modal Kerja untuk Developer Property

  • December 3, 2015 at 11:32 am
    Permalink

    Artikelnya membuat pengetahuan tentang pinjaman kebank walaupun masih ada hutang lama yang belum lunas & bermanfaat, terima kasih.
    Salam

    Reply
  • October 7, 2016 at 2:11 am
    Permalink

    “saya masih punya pinjaman di BRI yg ke 2 kali nya,dan baru berjalan 3 bulan,tp skrg usaha yg mau di jalankan sangat besar butuh biaya,apa kira2 boleh pinjam lg dalm waktu dekat dan apakah akan di potong sisa Hutang yg sekarang? “Wassalam” Masyhudi

    Reply
    • October 7, 2016 at 10:35 pm
      Permalink

      Silahkan ajukan lagi ke BRI. Nanti BRI akan menilai properti Bpk apakah masih layak di-top up.

      Reply
      • November 10, 2016 at 2:53 pm
        Permalink

        Sya nasabah Rc bank bri dr 2010 ..smua pmbayaran lancar dan setiap tahun pengurangan poko …tpi knp ketika mau top up tidak bisa ..dengan alasan kantor cabang tidak bisa mengeluarkan pinjaman …sekalipun nasabah lama dan pembayaran tepat waktu … ?

        Reply
        • November 10, 2016 at 10:16 pm
          Permalink

          Iya. Tergantung kebijakan bank.

          Reply
  • October 13, 2016 at 12:55 am
    Permalink

    Oh benarkah, sbenernya sih rada ragu tp syukurlah artikel ini sangat membantu, saya pengusaha (penjahit) muda udah setahun lebih menjalani pinjaman, dan mau ngajukan lagi perihal modal usaha. Semoga lancar.

    Reply
  • November 10, 2016 at 9:03 am
    Permalink

    Sore, pak saya mau mengajukan pengambilan lg tp sertifikat masi di bank Bri atas nama bpk arifin/ibu heni dan saya anak y
    Saya mau mengajukan lg untuk buka usaha ke 2 saya buka grosir
    Mohon perhatian y

    Reply
    • November 10, 2016 at 2:12 pm
      Permalink

      silahkan

      Reply
  • December 9, 2016 at 3:38 pm
    Permalink

    Saya mau tanya. Saya membeli tanah dan bangunan, tapi sertifikat masih di bank dan sekarang saya yang mencicil. Tapi sekarang saya butuh modal.

    Nah, apakah saya bisa meningkat kan hak agunan itu dengan menambah hutang?

    Reply
    • December 11, 2016 at 12:31 am
      Permalink

      Bisa saja Pak. Bapak bisa ajukan hak tanggunngan peringkat ke 2

      Reply
  • December 10, 2016 at 3:11 pm
    Permalink

    Sya seorang usaha fotocopi. Dapt modal dri bank bri slma 5 blan sy lncar membyar. Tp, pas bln ke 6 dan 7 sy benturan sm kedukaan, jd slama 2 bayarnya agak kurang 1,5jt/bln dr 2,5jt/bln tp stelah itu sy byar lbih jd 3jt/bln smpe skrng. Kira2 dr kjadian tersbut di atas. Apa sy ms bs di ksi modal sm bank bri.

    Reply
    • December 11, 2016 at 12:30 am
      Permalink

      Bapak bisa temui pejabat bank dan ceritakan kondisi bapak sebenarnya. Yang paling penting adalah tunjukkan bahwa Bapak berniat baik membayar hutang

      Reply
  • December 23, 2016 at 10:22 am
    Permalink

    suami saya sudah melakun pinjaman di bank, apakah saya bisa melakukan pinjaman lagi di bank atas nama saya dgn jaminan yg berbeda tetapi pinjaman suami saya baru berjalan 5 bulan?

    Reply
    • December 23, 2016 at 10:27 am
      Permalink

      Sangat bisa

      Reply
    • December 23, 2016 at 10:28 am
      Permalink

      Sangat bisa Bu, silahkan ajukan ke bank.

      Reply
  • December 27, 2016 at 3:58 am
    Permalink

    Saya ada kpr di bank syariah mandiri selama 15 tahun dan sekarang sudah berjalan 6 tahun apakah sy bisa mengajukan pinjaman lagi seperti lunas maju. Terima kasih

    Reply
    • December 27, 2016 at 4:48 am
      Permalink

      Bisa Bu. Silahkan hubungi banknya. Nanti bank akan melakukan penilaian lagi terhadap proses pinjaman selanjutnya.

      Reply
  • December 28, 2016 at 4:01 am
    Permalink

    Mau menanyakan.. Apakah ketika pinjaman berjalan hampir 6 bulan, kita bisa top up pinjaman lagi?? Apakah ada nominal tertentu batasan pinjaman??

    Reply
    • December 31, 2016 at 3:12 am
      Permalink

      Boleh saja asal disetujui oleh bank. Batasannya adalah penilaian bank terhadap debitur dan jaminan.

      Reply
  • December 31, 2016 at 1:48 pm
    Permalink

    saya mau menanyakan,saya pinjam di BANK BRI sudah setahun dan masih kurang setahun lagi saya butuh modal lg buat usaha saya yg lain apakah saya bisa memperpanjang pinjaman saya?
    mohon bantuanya.terimakasih

    Reply
    • January 1, 2017 at 3:26 am
      Permalink

      Bisa saja diajukan lagi. Bank nanti akan menilai jaminan Bpk lagi apakah masih bisa untuk dijadikan jaminan untuk hutang selanjutnya.

      Reply
  • January 16, 2017 at 11:07 pm
    Permalink

    Saya dadang S.saya puya pinjaman d bri tapi angsuran saya macet 10 bulan.apa pengaruh kalo saya pengajuan kartu kredit selain d bri

    Reply
    • January 16, 2017 at 11:15 pm
      Permalink

      Iya Pak. Pengaruh banget.

      Reply
  • January 17, 2017 at 2:19 am
    Permalink

    Katanya gak ngaruh.kata cek aja.com

    Reply
    • January 17, 2017 at 3:18 pm
      Permalink

      Ya udah, coba ajukan saja ke bank. Jangan ke dotcom dotcom.

      Reply
  • January 18, 2017 at 1:05 pm
    Permalink

    Mhn inpo nya pa…
    Sy pengen ngajuin pinjaman ke bri
    Sementara punya pinjaman baru angsuran ke 9.
    Apa sy bs ngajuin pinjaman lagi pa..
    mhn jwbnya

    Reply
    • January 19, 2017 at 2:30 am
      Permalink

      Bisa ajukan lagi pinjaman ke bank. Silahkan datang ke bank.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *