Adakalanya, karena sesuatu hal kita hanya membeli sebagian saja dari luas tanah yang dijual atau penjual hanya mau menjual tanahnya sebagian. Sebabnya mungkin saja penjual hanya memerlukan sedikit uang untuk keperluannya, sehingga penjual cukup menjual sebagian saja dari tanah miliknya.

Karena sebenarnya tidak ada seorangpun ingin menjual asetnya yang paling berharga jika ia tidak sedang membutuhkan uang. Atau mungkin juga kita hanya ingin membeli sebagian saja dari tanah yang dijual.

Sebab lainnya kemungkinan tanah tersebut merupakan milik bersama sehingga hanya sebagian pemilik saja yang ingin menjual tanahnya.

Untuk membeli tanah sebagian ini, ada dua cara yang bisa ditempuh oleh para pihak untuk melakukan jual beli. Cara pertama adalah dengan memecah terlebih dahulu sertifikat tersebut kemudian dilakukan jual beli di hadapan PPAT.

Pemecahan dilakukan berdasarkan Pernyataan Pemecahan atas Nama Diri Sendiri oleh pemilik yang disertai alasan pemecahan tersebut, misalnya untuk dialihkan kepada pihak lain secara sebagian-sebagian atau dengan alasan akan dibagi menurut jumlah pemilik. (Dalam hal tanah warisan.)

Sementara sertifikat sedang pengurusan pemecahan di BPN, maka antara penjual dan pembeli bisa dibuat Pengikatan Jual Beli (PJB), yang memuat pasal bahwa AJB akan dilaksanakan pada saat pemecahan sertifikat sudah selesai. Pembayaran harga bisa dilunasi pada saat penandatanganan PJB atau bisa juga dilunasi pada saat penandatanganan AJB.

Cara kedua adalah dengan membuat Akta Jual Beli (AJB) atas sebagaian tanah. Sehingga harga-harga pembayaran harga tanah sudah selesai pada saat penandatanganan AJB. Berdasarkan AJB sebagian ini sertifikat bisa diajukan pemecahan yang mana pemohon atas pemecahan sertifikat ini adalah langsung pembeli karena haknya sudah berpindah.

Berdasarkan Pernyataan Pemecahan Atas Diri Sendiri atau AJB sebagian tersebut BPN melakukan pengukuran ke lokasi dan kemudian menerbitkan surat ukur, untuk kemudian diterbitkan sertifikat pecahannya.

Persyaratan pemecahan sertifikat:

  • Permohonan pengukuran
  • Pernyataan telah memasang tanda batas tanah oleh pemilik
  • Akta Jual Beli sebagian
  • Pernyataan Pemecahan Atas Nama Diri Sendiri
  • Asli sertifikat
  • Foto copy PBB tahun berjalan
  • KTP dan Kartu Keluarga Pemohon
  • KTP dan Kartu Keluarga Penjual (jika proses jual beli sebagian)
  • Surat kuasa jika dikuasakan
  • Tapak kavling (untuk daerah tertentu)
  • Melampirkan bukti pembayaran pajak-pajak atas jual beli

Sedangkan lamanya pengurusan pemecahan atau pemisahan sertifikat ini bisa mengacu kepada Lampiran II Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan (“Perka BPN No. 1/2010”), dimana jangka waktu pemecahan/pemisahan satu bidang tanah milik perorangan adalah 15 (lima belas) hari.

Apabila kita membeli dari developer, biasanya developer sudah memasukkan biaya pemecahan ke dalam harga jual beli, sehingga pembeli tidak diperlukan lagi mengurus pemecahan tersebut.

Tetapi ada juga developer tidak memasukkan harga pemecahan dalam harga jual sehingga untuk memecah sertifikat ditambahkan lagi sejumlah biaya atau pengurusannyapun diserahkan kepada pembeli, yang tentu saja merepotkan pembeli untuk mengurusnya.

 

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Negara mengatur kepemilikan tanah dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM), dimana...
Ada dua macam pemecahan yang bisa dilakukan terhadap sertifikat atas tanah. Pertama...
Saya dibuat kaget oleh seorang teman yang menceritakan bahwa Surat Kuasa Menjual...
Pertanyaan diatas merupakan sebuah kisah nyata. Silahkan lanjut dibaca... Jual...
Flipper, bagi sebagian orang masih merupakan kata yang asing, bagi sebagian lagi...
Melakukan penawaran kepada pemilik lahan untuk dijadikan proyek properti kadang...

Article Tags:

Cara Membeli Tanah Sebagian dan Memecah Sertifikat dari Sertifikat Induk

Dapatkan Update Terbaru Tentang Properti

Masukkan nama dan email anda di form di bawah ini, kami akan kirimkan update di inbox anda.

60 thoughts on “Cara Membeli Tanah Sebagian dan Memecah Sertifikat dari Sertifikat Induk

  • April 14, 2014 at 2:29 pm
    Permalink

    saya membeli sebagian tanah petok D,sudah dapat AJB. kalo pgn misahin pbb dan buat sertifikat apa aja dokumen yg perlu dipersiapkan,dan brpa biaya nya?
    terima kasih

    Reply
  • June 12, 2014 at 2:55 am
    Permalink

    selamat pagi. Sy membeli tanah sebagian, tetapi nama uang tertulis pada sertifikat shm sudah meninggal, dia punya 3 anak. Yang mau saya tanyakan bagaimana langkah yang harus saya lakukan dahulu? Terima kasih

    Reply
    • June 24, 2014 at 4:32 pm
      Permalink

      Langkah yang harus dilakukan apabila membeli tanah baik sebagian atau seluruhnya adalah:
      1. Buat surat keterangan kematian atas nama pemilik sertifikat
      2. Buat surat keterangan waris
      3. Buat AJB di hadapan PPAT dan ditandatangani oleh ahli waris sebagai penjual, sebelumnya musti bayar seluruh pajak2 terlebih dahulu. PPh untuk penjual dan BPHTB untuk pembeli disamping juga dikenakan BPHTB waris.
      4. Balik nama sertifikat ke BPN yang diajukan oleh PPAT
      Thats all

      Reply
  • July 6, 2014 at 3:48 pm
    Permalink

    Selamat malam..
    Saya ingin bertanya dan mohon pencerahan
    Saya membeli sebidang tanah bersertifikat shm.
    Semua sudah selesai dari pembayaran dan balik nama suray shm.
    Jadi dalam legalitas tanah tersebut yang sya dapatkan ajb dan surat shm tanah.

    Sekarang saya ingin bertanya :
    Untuk masalah PBB tanah tersebut bgaimana ya?

    Mohon pencerahannya..

    Reply
    • August 11, 2014 at 3:03 pm
      Permalink

      JIka tanah sudah sertifikat dan sudah terjadi jual beli sudah pasti tanah tersebut sudah ada PBB nya karena perhitungan PPh dan BPHTB biasanya berdasarkan NJOP PBB saja. PPAT tidak boleh membuat akta jual beli jika tanah belum ada PBBnya. Untuk kejelasannya silahkan datang ke PPAT tempat dimana Bapak membuat akta jual beli.

      Semoga membantu

      Reply
  • August 28, 2014 at 7:17 pm
    Permalink

    Mau tanya…ane kan punya sebidang tanah yang mau d split jadi 30 bagian….yg ane mau tanyakan gimana proses split sertifikat induk jadi 30 bagian itu….? trus misal ada peminat yg mau beli satu bagian…gmn aja prosesnya ?? Bisa gak misal yg dri 30 bagian itu d split sertifikatnya jdi 5 bag dulu….? Berapa administrasiya? Thanks, mohon dengan sangat pencerahanya

    Reply
  • September 5, 2014 at 8:53 am
    Permalink

    Selamat sore pak.
    Saya beli tanah kavling akhir desember 2013 lalu. Sekarang tanah itu mau saya jual separo. Sertifikatnya apa bisa dipecah? Kalau bisa,untuk pemecahan sertifikat syaratnya apa saja ya? Cara menghitung biaya pecah sertifikatnya bgaimana?
    Tanah sya berbentuk persegi dan statusnya sudah tanah kering. Terima kasih

    Reply
  • September 22, 2014 at 3:41 am
    Permalink

    Pada bulan Februari lalu.. saya membeli 1 tanah kapling…. Sampai saat ini, sertifikat belum selesai d notaris… apakah proses pemecahan sertifikat pada tanah kapling memang memakan waktu yang lama?? terima kasih. mohon pencerahan…

    Reply
  • September 24, 2014 at 2:06 pm
    Permalink

    Malam. Saya mau Tanya teman saya beli tanah berhubung uang dia kurang dia mengajak saya Untuk ikut membelinya. Lantas sertifikat induk itu apa harus dipecah? Dan bagaimana Cara membuat sertifikat itu jadi shm. Dan apa harus ada akta jual belinya. Mohon pencerahannya

    Reply
  • Pingback: www.asriman.com » Memecah Sertifikat secara Pribadi

  • March 11, 2015 at 2:26 pm
    Permalink

    Selamat malam pak. Saya mau membeli tanah sebagian, namun org yg namanya tercantum dalam sertifikat sdh meninggal. Sy juga sdh melakukan prosedur menurut coment bpk dng sdr. Fahrul, bahkan pihak penjualpun sdh mendapatkan putusan dr PN surabaya utk bs menjual tanah tersebut. Akan tetapi bapak, setelah sy berkonsultasi dng beberapa notaris di wilayah sby barat mengatakan bahwa ternyata mereka tdk bs membuat ajb sebagian krn peraturan yg spt itu sdh dihapus bpn. Oleh notaris, sy disuruh melakukan langkah sbb: 1 balik nama waris 2.kemudian pecah jd dua sertifikat 3. Balik nama dr hasil pecah. Yang mau sy tanyakan 1. Apakah memang prosedurnya seperti itu? 2. Apakah benar ajb sebagian itu sdh tidak berlaku di bpn 3. Sebaiknya apa yang harus sy lakukan utk mengatasi masalah ini?. Bapak sy sangat memohon bantuannya untuk diberikan saran atau solusi utk mengatasi masalah ini. Tolong bapak, sy mohon bantuannya.

    Reply
    • March 12, 2015 at 2:54 am
      Permalink

      Dapat saya berikan jawaban:
      1. Kebijakan tentang proses jual beli sebagian bisa jadi berbeda menurut daerah tertentu
      2. s.d.a
      3. Saya sarankan agar dibuat Pengikatan Jual Beli Notaris terlebih dahulu

      Semoga membantu

      Reply
  • April 30, 2015 at 11:53 am
    Permalink

    selamat malam : saya mau tanya? apakah untuk proses jual beli tanah dari pemecahan perlu melampirkan surat keterangan asal usul tanah dari desa setempat? tolong jawabannya karena saya dimintai untuk melampirkan surat asal usul tanah. padahal tanahnya sudah sertifikat atas nama penjual.tinggal balik nama. hanya saja orang yang bersangkutan sudah bercerai dengan suaminya dan tanah tersebut berasal dari warisan orang tuanya. terimakasih

    Reply
    • April 30, 2015 at 11:44 pm
      Permalink

      Tepatnya bukan diminta asal-usul tanah. Mungkin maksudnya adalah: TUNJUKKAN BUKTI BAHWA TANAH INI MEMANG BERASAL DARI WARISAN.
      Untuk membuktikan tanah itu memang dari warisan diperlukan bukti perolehan tanah tersebut.

      Reply
      • September 11, 2015 at 1:42 pm
        Permalink

        selamat malam pak.saya memiliki sartifikat atas nama saya.dan hasil dari pemecahan.
        yg mau saya tanyakan adalah bagai mana cara saya untuk dapat bembayar PBB dg nama saya sendiri.sedangkan sekarang saya bayar pajak keseluruhan dari buku induk.terimakasih

        Reply
  • July 28, 2015 at 11:07 am
    Permalink

    Selamat malam,
    Mohon info..apakah bisa sertifikat hak milik atas nama beberapa orang dipecah menjadi beberapa bagian dahulu sedangkan proses balik nama tidak dilakukan bersamaan antara sertifikat satu dengan yang lain?karena beberapa orang masih belum siap untuk biaya balik namanya?terimakasih

    Reply
  • September 11, 2015 at 1:38 pm
    Permalink

    selamat malam pak.saya memiliki sartifikat atas nama saya.dan hasil dari pemecahan.
    yg mau saya tanyakan adalah bagai mana cara saya untuk dapat bembayar PBB dg nama saya sendiri.sedangkan sekarang saya bayar pajak keseluruhan dari buku induk.terimakasih

    Reply
  • September 25, 2015 at 4:00 am
    Permalink

    Permisi saya numpang tanya, jujur saya sangat buta dengan hal seperti ini, saya ingin menjual rumah dengan sertifikat induk artinya kalo mau harus pecah sertifikat, apa yg harus saya tulis dalam iklan dan saya terangkan kepada calon konsumen? Terimakasih

    Reply
  • October 18, 2015 at 4:10 am
    Permalink

    Numpang tanya pak. Bagaimana cara menghitung biaya splitzing shm. Apa komponen saja biayanya.
    Terimakasih

    Reply
  • November 11, 2015 at 4:27 pm
    Permalink

    Malam Pak,

    Mohon pencerahannya, saya dan saudara saya beli sebidang tanah dan rencananya langsung dibagi dua. transaksi & pembayaran sudah selesai, semua data lengkap begitu juga sertifikat, tapi ketika di notaris katanya tidak boleh langsung dibagi dua? apakah itu benar? terima kasih sebelumnya.

    Reply
    • November 12, 2015 at 12:45 am
      Permalink

      Betul pak. Prosesnya adalah sertifikat tersebut harus dibaliknama terlebih dahulu ke atas nama berdua, setelah itu dilakukan pemecahan.
      Jika tanahnya belum bersertifikat maka tanah tersebut dimohonkan terlebih dahulu sertifikatnya ke atas nama berdua dan selanjutnya dilakukan pemecahan.

      Reply
      • November 16, 2015 at 10:14 am
        Permalink

        Selamat sore Pak. Saya baru membeli sebagian tanah dari 6 orang ahli waris. PPJB sudah dibuat didepan notaris antara saya dengan keenam ahli waris. Menurut Notaris aturan yang berlaku saat ini AJB baru bisa dibuat setelah ada sertifikat pemecahan dari keenam ahli waris ke salah satu anggota. Hal ini beda dengan cara kedua yang bapak uraikan. Mohon penjelasan apa benar ada perubahan aturan? Aturan yg bapak gunakan nomor dan tahun berapa? Sekian terima kasih.

        Reply
        • November 17, 2015 at 11:18 pm
          Permalink

          Tata cara jual beli sebagian ini tergantung kebijakan Kepala Kantor daerah setempat.

          Reply
  • November 24, 2015 at 11:39 am
    Permalink

    Mohon pencerahannya pak, suami saya pada tahun 2005 membeli tanah seluas 150m dan sudah dibuat ajbnya di notaris tapi tidak langsung dibuat sertifikat, kemudian pemilik tanah tersebut meninggal thn 2008, dalam hal skrg kami ingin membuat sertifikat tanah apakah langkah2 yang harus kami lakukan, karena kami hanya membeli sebagian dari luas tanah tersebut yg totalnya 2435m. apakah sertifikat induknya harus dibuat atas nama ahli waris dahulu atau bisa langsung, apakah harus dibayar pajak ahli waris dahulu atau bagaimana yah pak, karena waktu suami saya beli dan buat ajb sudah bayar BPHTB, dan tanah tersebut sebagian besar sudah laku terjual sebelum pemiliknya meninggal, sehingga ahli waris tidak mendapat apa2 dari penjualan tersebut…mohon info dan penjelasannya pak langkah apa yg harus saya lakukan.

    Reply
    • November 25, 2015 at 12:10 am
      Permalink

      Berdasarkan AJB tahun 2005 bisa langsung diajukan pembuatan sertifikat ke Kantor Pertanahan. Tidak perlu dibuatkan sertifikat induk karena haknya sudah berpindah sebesar yang dibeli sesuai dengan AJB.
      Kalau sudah bayar BPHTB saat ini tidak perlu lagi bayar BPHTB.

      Reply
      • November 29, 2015 at 3:49 am
        Permalink

        terima kasih atas infonya pak. Tapi saya sudah pernah mengajukan ke BPN tangerang Selatan, tetapi BPN minta untuk sertifikat induk dibalik dulu ke nama Ahli waris, dimana kami harus bayar pajaknya dahulu….saya jadi frustasi…

        Reply
      • June 18, 2016 at 12:02 pm
        Permalink

        Maaf pak. Sy mau tanya. Orang tua sy mmbli sebidang tanah dan sdh ada ajb nya. Tp blm smpat dipecah dr sertifikat induknya. Semua tanahnya pd sertifikat induk sdh terjual kepada beberapa org. Kmudian stlh smuanya trjual pemilik pd sertifikat induk meninggal.Pemilik tanah trsebut punya ank 1. Dan sdh meninggaal jg. Yg ingin sy tanyakan bagaimna pak cra pemecahan sertifikatnya. Mohon pencerahannya ya pak. Trimaksih.

        Reply
        • June 18, 2016 at 3:46 pm
          Permalink

          Berdasarkan AJB bisa diajukan pemecahan sertifikatnya. Segera berkonsultasi ke BPN setempat.

          Reply
  • December 21, 2015 at 9:34 am
    Permalink

    Mohon pencerahannya pak , ,
    saat ini saya sedang menjual tanah saya yang berstatus petok D , ,sehingga tanah tersebut akan terbagi menjadi beberapa bagian , langkah selanjutnya apakah pemecahan petok d di lakukan satu persatu ato kah langsung sekaligus di pecah semua , karena saya membuat sebuah proyek kavlingan , , apakah cara pemecahannya di lakukan satu persatu ataukah langsung bersama. .??
    Trima Kasih

    Reply
    • December 21, 2015 at 9:53 am
      Permalink

      Jika tanah masih Petok D, sebaiknya disertifikatkan terlebih dahulu. Setelah sertifikat selesai dilanjutkan dengan memecah sertifikat tersebut sesuai dengan rencana kavling.

      Reply
  • December 30, 2015 at 10:28 am
    Permalink

    Assalamualaikum pak.. Sya mohon pencerahannya.. Kakek saya memberikan tanah disebelah rumahnya kpda bapak saya. Skrg tanah tsb sdh kami banguni sebuah rumah..dan bapak saya ingin membuat pemisahan akta tanah tetapi kakek saya sudah lama meninggal..bagaimana solusinya pak? Dan bgaimana alur bapak saya mengurus pemisahan tanah? Apakah langsung ke notaris? Trus apa saja persyaratannya? Terima kasih pak. Ditunggu pencerahannya.

    Reply
    • December 31, 2015 at 5:40 am
      Permalink

      Pertama harus dilihat dulu apakah tanah tersebut sudah sertifikat atau belum. Jika sudah sertifikat tinggal dibuat pemecahan sertifikatnya. Jika belum sertifikat harus diajukan sertifikat terlebih dahulu kemudian bisa dipecah sertifikatnya.
      Jika pemilik sudah meninggal, maka pemohon sertifikat adalah para ahli waris. Kemudian para ahli waris tersebut menghibahkan bagian tanah yang sudah dihibahkan oleh kakek tersebut kepada penerima hibah sekarang.

      Reply
  • January 6, 2016 at 3:31 am
    Permalink

    pak saya berencana menukar tanah dibelakang bangunan rumah saya seluas 750 m sertifikat tanah atas nama saya, dengan tanah disamping bangunan rumah saya dengan sertifikat atas nama kakak saya seluas 500 m, bagaimana prosesnya dilakukan, tukar guling ini apa dikenakan pajak jual beli pak, mohon pencerahan terima kasih banyak

    Reply
    • January 10, 2016 at 3:13 pm
      Permalink

      Proses yang bisa dilakukan adalah jual beli. Pajak-pajak yang harus dibayar sama saja dengan pajak jual beli pada umumnya. Masing-masing dikenakan PPH final dan BPHTB sebesar 5 %

      Reply
  • April 11, 2016 at 9:58 am
    Permalink

    Maaf pak.
    Apakah untuk pembuatan akta jual beli (AJB). Harus melakukan pemecahan sertifikat dulu…

    Reply
    • April 11, 2016 at 4:00 pm
      Permalink

      Iya. Sertifikat harus dipecah dulu sesuai luas yang dibeli sebagian. Setelah selesai sertifikatnya baru tandatangan AJB.

      Reply
  • April 20, 2016 at 10:48 pm
    Permalink

    Pagi pak. Saya mau brtanya. Saya mau jual tanah yg sdh sertifikat ke beberapa org. Tetapi pembelinya minta srtnya SKGR aja krn biaya yg mahal. Apakah bisa dari shm di pecah menjadi SKGR ? Menurut prangkat desa hal itu bisa dilakukan dg pemusnahan shm induk untuk kemudian di terbitkan menjadi beberapa SKGR. Apakah hal ini sah menurut perundang-undangan yg berlaku ? Terimakasih

    Reply
    • April 21, 2016 at 3:15 am
      Permalink

      Ahhh ngga bener itu. SHM mana bisa dimusnahkan. Buku tanahnya kan ada di BPN yang memuat kepemilikan tanah tersebut.

      Reply
  • June 2, 2016 at 5:39 am
    Permalink

    mohon bantuannya, saya telah salah langkah dalam membeli sebidang tanah. tanah ini masih milik bersama belum bersertifikat . yaitu milik A di bagian depan, B di bagian tengah dan C di bagian belakang. mereka sdah meninggal jadi tnggal ahi warisnnya. yg bertempat tinggal di beberapa kota berbeda. Ahli waris pihak A menjual bagian depan kpd saya dan hampir semua ahli waris dri A ,B, C . sudah menyetujuinya . yg jadi masalah ada ahli waris C yg tidak setuju . , yg ingin saya tanyakan apakah bisa dilakukan pemecahan tanahnya sehinnga sy bisa mengurus sertifaikat dsb . bila susah apakah solusinya bagi yg menyetujuinya. bear harapan saya dapat pencerahan sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

    Reply
    • June 3, 2016 at 1:29 am
      Permalink

      Bisa diurus sertifikat tanah yang sudah dibeli atau tanah yang ahli warisnya setuju untuk dijual saja. Ngga ada masalah. Apalagi yang C tanahnya ada di belakang.

      Reply
  • August 12, 2016 at 6:22 am
    Permalink

    Siang Pak.. saya mau tanya. Rencana sy mau beli tanah status letter/ petok D. Sy beli 130m2 dr total 400m2. Langkah yang harus sy lakukan spy bisa saya SHM kan seperti apa? Dengan catatan atas nama (masih hidup) dan belum berkeinginan untuk me HM kan tanah miliknya krn alasan biaya.terimakasih banyak Pak.

    Reply
    • August 12, 2016 at 10:58 pm
      Permalink

      Ini langkah-langkahnya:
      1. Buat AJB seluas 130 m2 dengan akta PPAT.
      2. Ajukan konversi hak (permohonan SHM) ke BPN dengan melampirkan AJB (yang seluas 130 m2) dan syarat lainnya, dilengkapi dengan girik induk (pinjam dulu dari pemiliknya).
      3. Girik induk akan di-splitzing di BPN dan akan dikembalikan setelah sertifikat selesai.
      4. Selesai

      Reply
  • August 12, 2016 at 6:29 am
    Permalink

    Lanjutan Pak. Apakah harus melakukan pemecahan girik induk leter / petok D di kelurahan.setelah itu bukti pemecahan dijadikan syarat untuk pengajuan SHM? Terimakasih banyak Pak.

    Reply
    • August 12, 2016 at 10:54 pm
      Permalink

      -Tidak perlu dipecah girik induknya di kelurahan.
      -Langsugn saja ajukan permohonan konversi hak di BPN dengan melampirkan girik induk.
      -Girik induk akan di-splitzing di BPN
      -Girik induk akan dikembalikan setelah sertifikat selesai dan kelihatan sisa luasnya hasil splitzing.

      Reply
  • August 13, 2016 at 3:42 pm
    Permalink

    Selamat malam Bapak. Terimakasih sebelumnya atas pencerahannya. Sesuai arahan Bapak sy sudah datang ke penjual untuk menanyakan lampiran girik yang dipegang pemilik tanah. Statusnya girik yang dipegang pemilik tanah hilang.yang dipegang sekarang hanya PBB dan bukti bayarnya. Pertanyaan saya :
    Setahu saya girik induk hanya ada di kelurahan. Dan yang dipegang pengarap atau pemilik tanah hanya lampiran girik induk. Apakah benar seprti itu bapak? Dan apakah saya langsung menuju kelurahan untuk minta fotocopy girik induk untuk proses pensertifikatan?
    Terimakasih banyak bapak atas bantuannya.

    Reply
  • August 13, 2016 at 4:13 pm
    Permalink

    Lanjutan Bapak. Bila bapak berkenan, saya boleh minta nomer telp dan alamat kantor Bapak. Terimakasih banyak Bapak.

    Reply
  • September 6, 2016 at 3:43 pm
    Permalink

    Selamat mlam bapak. Ni perkenankn sy mau taya bgini pak sy sudah bli tanh .trus tanah yg sy beli sdh sy byar, pembayrn melalui kuitansi di tandatangani pemilik tanah di atas matreai 6000.dan sertifikat tanahy sy sdh trima. Kalao menurut bpk bagaimana itu?

    Reply
    • September 7, 2016 at 12:13 am
      Permalink

      Jual beli tanah setelah tahun 1997 harus dilakukan dengan akta PPAT sesuai dengan PP No. 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah. Saran saya buatkan lagi akta jual beli di PPAT karena jual beli bawah tangan tidak berlaku untuk proses baliknama sertifikat.

      Reply
  • October 30, 2016 at 5:39 am
    Permalink

    Selamat siang Bapak, saya mau tanya jika saya punya sebidang tanah dan ingin di jadikan perumahan/kavling untuk lahan yang jadi jalan, PBB nya gimana ya Pak? apakah bisa di bebas kan?

    Reply
    • October 30, 2016 at 1:25 pm
      Permalink

      Setelah dilakukan pemecahan sertifikat bisa diajukan pemecahan PBB sesuai dengan sertifikat. Dengan demikian jalan tidak termasuk dalam PBB.

      Reply
  • October 31, 2016 at 12:29 pm
    Permalink

    Mau tanya pak. Sya membeli sebidang tanah ukuran 10mx20m tapi surat induknya sudah sertipikat, ukuranya di sertipikat 410m2 yg punya hanya menjual sebagian aja sama saya. Perjanjian jual belinya hanya kwitansi bermatrai aja yg saya punya.
    Kayak apa prosedurnya kalau saya mau pecahkan sertipikat menjadi 2 nama. Surat apa aja yg harus sya bawa ke kantor BPN terima kasih yg sudah mau bantu.

    Reply
    • October 31, 2016 at 9:52 pm
      Permalink

      Pertama, harus dilakukan jual beli lagi dengan akta PPAT, karena jual beli tanah dan bangunan tidak boleh hanya menggunakan jual beli bawah tangan.
      Kedua, lakukan pemecahan sertifikat atas nama pemilik terlebih dahulu sesuai dengan luas yang dibeli.
      Ketiga, setelah sertifikat dipecah, maka dilakukan AJB.
      Keempat, baliknama sertifikat.
      Kelima, selesai.

      Reply
  • December 16, 2016 at 9:13 am
    Permalink

    mau tanya , ibu saya beli tanah sebagian dari pamannya pada tahun 1992 ukuran 7×11,5m sudah di ajb batas kecamatan … pada tahun 1996 paman menjual lagi 1 meter tanah samping rumah tetapi yg 1 meter ini tidak ada ajb nya , hanya kwitansi saja …
    bagaimana kalau kami mau pemecahan sertifikat dari SHM induknya … apakah kmi harus buat ajb yang 1 meter terlebih dahulu baru bisa dilakukan pemecahan sertifikat dan balik nama atas nama ibu saya … mohon penjelasan nya , terimakasih

    Reply
    • December 17, 2016 at 12:53 am
      Permalink

      Iya. Harus dibuatkan lagi AJB untuk tanah 1 meter tersebut.

      Reply
  • December 28, 2016 at 6:01 am
    Permalink

    mohon petunjuk tentang format penulisan ,
    alasan sertifikat di pecah ,karna di jual

    sumarno
    lampung

    Reply
  • January 4, 2017 at 9:00 am
    Permalink

    Saya membeli tanah dan bangunan seluas 28m2 dari sertifikat induk seluas 56m2 ,,Bagaimana cara pemecahan sertifikat induk seluas 56m2 tersebut supaya jadi SHM an saya?sedangkan pemilik SHM induk seluas 56m2 tersebut seorang janda..?
    terima kasih sebelumnya.

    domisili bandung kota

    Reply
    • January 8, 2017 at 10:07 am
      Permalink

      Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memecah sertifikat tanah tersebut menjadi 2 bidang, masing-masing seluas 28 m2 dan 38 m2. Setelah pemecahan sertifikat selesai dibuatkan AJB atas bidang tanah yang Bapak beli. Sangat simpel langkahnya.

      Reply
  • January 12, 2017 at 8:00 am
    Permalink

    selamat sore pa..
    mau nanya…bapak sy masih hidup, menjual tanahnya (bersertifikat) sebagian saja, ibu sy sudah meninggal….ketika mau mecah sertifikat induk oleh notaris di minta surat kematian ibu sy, dan sy harus buat keterangan waris…sedangkan sipenjual (bapak sy) masih hidup…apakah peraturan ini betul pa?

    Reply
    • January 12, 2017 at 10:11 pm
      Permalink

      Betul. Karena harta tersebut termasuk harta gono gini yang juga hak istri yang sudah meninggal walaupun dalam sertifikat tercantum nama suami.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *