Selain girik, masih ada beberapa status tanah yang belum sertifikat, diantaranya adalah tanah garapan. Tanah garapan adalah tanah yang belum dilekati sesuatu hak dan dikerjakan atau diambil manfaatnya oleh pihak lain. Pihak lain ini dinamakan penggarap, dimana penggarap ini dengan persyaratan tertentu bisa memohonkan sesuatu hak atas tanah tersebut.

Si penggarap mengerjakan dan mengambil manfaat tanah itu berdasarkan surat garapan yang diberikan oleh pihak yang berhak, dalam hal ini biasanya yang berhak adalah Negara. Dengan demikian jenis tanah ini bisa dikatakan sebagai tanah negara yang diambil manfaatnya oleh si penggarap berdasarkan surat garap.

Tanah garapan ini bisa juga dioperalihkan kepada pihak lain, dimana si penggarap pertama akan menerima ganti rugi terhadap tanah garapan yang dialihkan tersebut. Operalih ini harus dilakukan dengan akta Notaris.

Tanah garapan menjadi Sertifikat Hak Milik atau SHM

Pemegang hak garap terakhir bisa memohonkan sertifikat atas tanah yang digarapnya. Dimana permohonan ini harus ditunjang dengan rencana peruntukan tanah di lokasi tersebut yang sering dinamakan Advis Planning Tata Ruang.

Dalam advis planning tersebut terlihat peruntukan lokasi, apakah untuk hunian, perkantoran, hunian vertikal, sarana pendidikan, kentor pemerintahan, Penyempurnaan Hijau Taman atau PHT, sarana olah raga, pemakaman, industri dan pergudangan, lahan pertanian dan perkebunan dan lain-lain.

Persyaratan lain yang harus ada adalah Rekomendasi Permohonan Hak atas Tanah Negara yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa setempat.

Jenis tanah berupa tanah garapan ini bisa dimohonkan Sertifikat Hak Guna Bangunan jika memang peruntukannya selain yang dilarang untuk dibangun seperti untuk taman, jalur hijau dan lain-lain.

Apabila SHGB sudah terbit dan lokasi diperuntukkan untuk rumah tinggal dan dimiliki oleh Warga Negara Indonesia perorangan, maka HGB tersebut bisa dimohonkan menjadi Sertifikat Hak Milik. Untuk permohonan menjadi SHM di Kantor Pertanahan ini pemohon harus melampirkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah tinggal.

 

Dengan demikian tanah garapan sudah naik pangkat menjadi SHM

Proses ini berlaku di DKI Jakarta untuk saat ini, pada waktu yang akan datang mungkin saja ada perubahan peraturan. Untuk daerah lain mungkin juga ada perbedaan persyaratan atau proses. Sebaiknya konsultasi dengan Notaris atau Kantor Pertanahan setempat.

 

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Ada beberapa langkah yang harus dilalui seorang developer dalam mengakuisi lahan...
Hak Pakai merupakan salah satu jenis hak atas tanah yang dapat diberikan berdasarkan...
Seringkali kita sebagai developer mendapatkan tanah yang menguntungkan untuk...
Negara mengatur kepemilikan tanah dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM), dimana...
Warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan memiliki property (dalam hal ini difokuskan...
Ada dua macam pemecahan yang bisa dilakukan terhadap sertifikat atas tanah. Pertama...

Article Tags:

Cara Meningkatkan Status Tanah Garapan Menjadi SHM

Dapatkan Update Terbaru Tentang Properti

Masukkan nama dan email anda di form di bawah ini, kami akan kirimkan update di inbox anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *