Business people shaking hands, finishing up a

Penerbitan Surat Minat atau lebih dikenal dengan Letter of Intent (LoI) bertujuan untuk menunjukkan komitmen seseorang atau perusahaan tertarik atau berminat terhadap sesuatu hal dalam bisnis, baik untuk membeli, untuk ikut berpartisipasi dalam suatu bisnis atau keinginan apapun dari suatu entitas bisnis terhadap relasi bisnisnya. Jadi LoI tidak hanya dipergunakan untuk menyatakan minat untuk membeli properti.

LoI ini diterbitkan secara resmi dan ditandatangani oleh orang yang berkompeten. Jika Surat MInat diterbitkan oleh perusahaan maka ia harus ditandatangani oleh orang yang berhak mewakili perseroan.

Surat Minat Membeli Properti

Untuk membuktikan keseriusan pembeli akan membeli property berupa tanah dan bangunan atau properti lainnya seperti gedung, hotel dan lain-lain bisa dilihat dari kesediaan mereka menerbitkan Surat Minat Membeli ini.

Biasanya suatu perseroan dalam menerbitkan LoI atau surat dalam bentuk apapun melalui mekanisme tertentu sesuai dengan anggaran dasar perseroan.

Jadi tidak bisa suatu perusahaan asal mengeluarkan Surat Minat Membeli properti yang belum jelas ujung pangkalnya, misalnya data-data belum ada, propertipun belum dilihat bentuk fisiknya.

Untuk diketahui bahwa Surat Minat ini bukanlah merupakan suatu perikatan hukum sehingga keberlakukannya pun tidak bisa menjadi pegangan mutlak bagi penerima LoI.

Baca juga: Workshop Developer Properti di Indonesia yang Wajib Anda Ikuti

Surat Minat ini hanya bersifat pendekatan awal terhadap keinginan seseorang atau perusahaan untuk membeli properti atau untuk suatu urusan bisnis tertentu.

Hanya berupa pernyataan minat yang tidak mengandung resiko bagi mereka jika mereka tidak lagi berminat melanjutkan minatnya walaupun telah membuat surat minat secara resmi..

Dalam hal minat membeli LoI ini hanya berfungsi sebagai tindakan sementara yang harus segera ditindaklanjuti dengan perikatan formal antar pihak yang terlibat, itupun jika ada kecocokan awal antara minat si pembeli dengan pemilik barang.

Dengan demikian dalam proses jual beli properti seperti tanah, gedung perkantoran, hotel dan properti lainnya Surat Minat ini tidak menempati posisi apapun sehingga tidak ada akibat hukumnya apabila suatu LoI tidak direalisasikan lebih lanjut karena suatu sebab, misalnya pembuat LoI membatalkan surat minat yang dibuatnya.

Properti yang membutuhkan LoI dalam proses jual belinya biasanya adalah properti dengan harga nominalnya yang besar, sehingga diperlukan pembahasan awal sebelum transaksi benar-benar dilakukan.

Pembahasan awal ini meliputi misalnya menyepakati mekanisme pembayaran, terms of payment, metode akuisisi apabila pemilik berupa perusahaan dan kesepakatan awal lainnya yang bertujuan untuk mempermudah proses transaksi.

LoI cukup dibuat sederhana dan hanya berisi hal-hal pokok saja, berikut contoh surat minat yang dibuat oleh perusahaan:

————————————————————————————

KOP SURAT PERUSAHAAN

 

Hal : Surat Minat Membeli Tanah

Lampiran : –

 

Kepada

Yth. Bpk. John Smith

-di

Jakarta

 

Dengan hormat,

Dengan ini kami sampaikan bahwa kami berminat untuk membeli tanah milik Bapak yang terletak di Provinsi DKI Jakarta, Kota Jakarta Selatan, Kecamatan Tebet, Kelurahan Tebet Barat, setempat dikenal sebagai Jl. Tebet Raya No. 70, seluas 2000 m2 (Dua ribu meter persegi) seperti tercantum dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 1000/Tebet Barat.

Demikian Surat Minat Membeli ini kami sampaikan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 01 Desember 2014

ttd

Ronny Hermawan

Direktur Utama

————————————————————————————

Seperti terlihat diatas bahwa bahasa yang digunakan cukup sederhana, ringkas dan lugas dan langsung menuju ke tujuan pembuatan surat ini. Redaksionalnyapun tidak harus seperti tercantum diatas, bisa di-costumize sesuai keinginan pembuatnya.

Hal yang terpenting adalah bahwa surat minat harus memuat subjek dan objek secara jelas. Subjeknya berupa pemilik properti dan pembuat LoI, sedangkan objeknya berupa properti itu sendiri. Follow up terhadap LoI ini biasanya akan diadakan pertemuan antara pihak-pihak terkait.

Penulis: Asriman A. Tanjung
Founder and Mastercoach of PropertyLearningTechnologies, Inc.
Author book of Cara Benar Meraih Sukses di Bisnis Properti
Owner of asriman.com | #1 Property Blog in Indonesia

Masukkan Nama dan Email Utama Anda untuk Mendapatkan Info Detil dan Jadwal Workshop Developer Properti

Lihat artikel lainnya:
Pembebasan lahan adalah kegiatan membeli tanah kepada penduduk dalam jumlah besar...
Mengenai bagaimana sebuah Perseroan Terbatas (PT) menjual aset berupa tanah ini...
Jika tahu caranya anda bisa mendapatkan untung besar dengan membeli aset yang...
Mengurus perijinan proyek merupakan langkah wajib yang harus Anda lakukan ketika...
Kondisi perekonomian Indonesia diprediksi masih mengalami perlambatan pada tahun...
Akibat tanpa adanya pamahaman mengenai karakteristik bisnis property khususnya sebagai...

Article Tags:

Contoh LOI atau Surat Minat Membeli Properti
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *