Bagaimana Cara Mendapatkan Pembeli Properti bagi Professional Broker

Menjual property sebagai professional broker sangat menyenangkan bagi sebagian orang dan sebagian lagi menganggap menjual properti adalah pekerjaan yang sulit.

Mereka yang menganggap menjadi professional broker sangat menyenangkan adalah karena profesi ini menjanjikan penghasilan yang tidak terbatas dan waktu kerja yang sangat flexible.

Dan bagi mereka yang mengaggap profesi property professional broker sebagai pekerjaan sulit karena berhubungan dengan sifat properti yang tidak liquid sehingga diperlukan seni dan effort tertentu untuk menjualnya.

Memang diperlukan waktu dan kesabaran menjual properti dengan harga yang diinginkan.

Namun dengan mengenal dari mana kita dapat memperoleh pembeli, akan terasa sedikit mudah untuk menjual properti, berikut beberapa sumber pembeli yang bisa anda dapatkan:

(more…)

Begini Siklus Bisnis Properti di Indonesia

siklus bisnis properti indonesia

Dalam beberapa tahun belakangan trend perkembangan bisnis properti mengikuti siklus lima tahunan. Mari kita lihat ke belakang di tahun 1998 ketika terjadi kerusuhan di Indonesia khususnya di Jakarta.

Kondisi properti pada tahun 1998

Kerusuhan dipicu oleh beberapa kondisi dan kejadian seperti krisis moneter yang berujung pada krisis ekonomi di Indonesia dan krisis finansial di Asia yang menyebabkan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar merosot drastis.

Pemicu lainnya adalah peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti yang berujung lengsernya Soeharto sebagai presiden Republik Indonesia.

Krisis ekonomi menyebabkan masyarakat kehilangan daya beli termasuk daya beli terhadap properti sehingga pasar properti mengalami stagnasi. (more…)

Bagaimana Membuat Perjanjian Untuk Mendukung Pelaksanaan Proyek Tanpa Modal?

 

Pentingnya perjanjian dalam pelaksanaan proyek

Tools yang wajib ada dalam setiap proyek yang akan dilaksanakan dengan prinsip tanpa modal adalah Perjanjian.

Perjanjian-perjanjian yang dibuat akan berfungsi seperti wasit yang mengatur jalannya proyek nantinya, baik tentang penentuan hak masing-masing pihak termasuk juga mengatur kewajiban para pihak.

Hal penting lainnya yang wajib diatur dalam perjanjian adalah besarnya bagi hasil masing-masing pihak dan tata cara pembayarannya, selebihnya berupa hal-hal lumrah yang harus ada dalam setiap perjanjian seperti identitas, objek dan subjek proyek.

(more…)