Penguasaan terhadap product knowledge (PK) amat penting dipunyai oleh seorang tenaga marketing. Karena dengan menguasai product knowledge-lah seorang tenaga marketing sanggup meyakinkan orang lain untuk membeli apa yang dijualnya. Dengan menguasai PK ia dapat menceritakan dan menyampaikan tentang produk yang dijualnya dengan lancar dan percaya diri.
Jadi tak dapat dipungkiri bahwa inilah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap tenaga marketing, tanpa keterampilan ini seorang tenaga marketing akan kesulitan membuat calon pembelinya yakin tentang apa yang dijualnya.
Oleh karena itu tenaga marketing harus dilatih terus menerus untuk menguasai PK ini. Pelatihan bisa dilakukan secara internal dengan sesering mungkin mengadakan roleplay. Atau bisa juga dengan mengadakan acara pelatihan atau presentasi di hadapan seluruh tim bagi tenaga marketing.
Ada banyak product knowledge yang harus dipahami oleh seorang tenaga marketing, diantaranya adalah PK tentang arsitektur, pekerjaan sipil, mekanikal elektrikal, keunggulan kompetitif, cara pembayaran, jangka waktu pembangunan dan serah terima unit, dan lain-lain.
Product Knowledge tentang Arsitektur
Salah satu product knowledge yang harus dikuasai adalah tentang arsitektur. Dia harus pintar dan lancar mendeskripsikan tema arsitektur yang diusung oleh produk.
Apakah minimalis, modern, minimalis modern, scandinavian, eco green, country, gothic, tropis, mediterania, klasik, modern klasik, industrial, arsitektur Islam dan lain-lain. Selanjutnya, tidak hanya menyampaikan langgam arsitektur, ia juga harus cakap menyampaikan keunggulan tema arsitektur yang dipilih.
Misalnya apa kelebihan arsitektur dengan minimalis dibandingkan dengan tema arsitektur modern atau tropis atau dengan tema arsitektur lainnya.
Akan lebih baik lagi jika tenaga marketing menguasai sejarah tentang tema arsitektur untuk dipresentasikan kepada calon konsumen. Misalnya bagaimana sejarah arsitektur minimalis sampai di Indonesia dan banyak digandrungi oleh masyarakat. Sehingga ia dapat bercerita tanpa mengarang-ngarang karena itu berdasarkan pengetahuan.
Tambah keren! (more…)







