
Ada kesulitan memasarkan ketika proyek belum dibangun
Terdapat kesulitan tersendiri ketika seorang developer memasarkan proyek perumahannya tetapi rumahnya belum dibangun.
Kondisi fisik proyek mungkin saja masih berupa tanah kosong. Masih banyak rumput-rumput liar, pepohonan yang tinggi-tinggi. Atau bahkan kondisi lokasi masih berupa sawah dengan padi yang menguning.
Kondisi ini membuat calon konsumen ragu untuk membeli. Ragu apakah betul rumah akan dibangun, ragu apa betul proyek ini akan lanjut.
Semua keraguan itu wajar saja, karena ada pemberitaan di media tentang konsumen yang sudah membeli rumah tetapi rumahnya tidak kunjung dibangun oleh developer.
Developer harus kreatif dalam memasarkan proyeknya
Namun seorang developer harus kreatif untuk memasarkan proyeknya. Seorang developer harus menemukan strategi yang tepat ketika memasarkan proyeknya, bagaimanapun kondisinya.
Apalagi sebuah proyek dijalankan dengan mengandalkan cashflow, semakin pentinglah arti penjualan di awal-awal proyek.
Karena dengan adanya penjualan di awal proyek ini maka proyek bisa berjalan dengan baik.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang developer untuk meyakinkan agar calon pembeli untuk membeli perumahan yang sedang dipasarkan.
Terutama ketika calon pembeli datang pada saat belum ada rumahnya. Jangankan rumahnya, pekerjaan fisik apapun juga belum ada di lokasi. (more…)






