Tidak ada aturan yang memuat format baku surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk seorang flipper. Seperti perjanjian lainnya, PPJB juga tunduk kepada pasal-pasal yang termuat dalam Burgerlijk Wetboek (BW)
atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

PPJB harus berisi pasal-pasal yang jelas sehingga tidak menimbulkan multitafsir bagi para pihak yang saling berikatan. Pihak-pihak yang membuat perjanjian harus mentaati isi perjanjian tersebut dengan i’tikad baik, karena perjanjian tersebut adalah undang-undang bagi mereka, hal ini sesuai dengan pasal 1338 BW yang maknanya Hukum Kebebasan Berkontrak.

Contoh PPJB berikut bisa dijadikan pedoman, tetapi bisa di-costumize menurut kesepakatan masing-masing pihak, ya as confort as possible for the parties.

SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Rajo Malenggang Dilangik Nan Basa, lahir di Milan pada tanggal 01 Januari 1970, Wiraswasta, bertempat tinggal di Jl. Syech Burhanuddin No. 10, Rt. 002/01, Desa Kampung Galapung, Kec. Ulakan Tapakis, Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kartu Tanda Penduduk Nomor 12345678910

Untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Bagindo Rajo Ameh Nan Satie, lahir di Madrid, pada tanggal 08 Januari 1975, Wiraswasta, bertempat tingagl di Jl. Tuanku Imam Bonjol No. 8, Rt. 005/01, Kel. Kampung Cino, Kec. Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Kartu Tanda Penduduk Nomor 12345678911

Untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA

Terlebih dahulu para pihak menerangkan bahwa:

PIHAK PERTAMA adalah pemilik sebidang tanah dengan bangunan diatasnya (selanjutnya disebut Tanah dan Bangunan), sertipikat Hak Milik (SHM) No. 08/Kampung Galapung, seluas 1500 M2 (seribu lima ratus meter persegi), tercatat atas nama PIHAK PERTAMA, seperti yang diuraikan dalam Surat Ukur No. 100/2012, tanggal 8 Agustus 2012, menurut sertipikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman tanggal 10 Agustus 2012. Setempat dikenal sebagai Jl. Syech Burhanuddin No. 50, Rt. 005/01, Desa Kampung Galapung, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini sepakat untuk saling mengikatkan diri dalam suatu perjanjian dengan pasal-pasal sebagai berikut:

Pasal 1

PIHAK PERTAMA sepakat menjual Tanah dan Bangunan tersebut di atas kepada PIHAK KEDUA dan dengan ini PIHAK KEDUA sepakat untuk membeli Tanah dan Bangunan tersebut dari PIHAK PERTAMA.

Pasal 2

Harga yang disepakati untuk jual beli ini adalah sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah).

Pasal 3

Sebagai uang muka PIHAK KEDUA membayar sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA dengan ini menyatakan telah menerima uang sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) tersebut pada saat perjanjian ini ditandatangani dan dibuatkan kuitansi tersendiri.

Pasal 4

PIHAK KEDUA akan melunasi harga beli Tanah dan Bangunan tersebut yaitu sebesar Rp. 1.980.000.000,- (satu milyar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah) pada tanggal 1 April 2013. Dan PIHAK PERTAMA tidak diperbolehkan menjual lagi Tanah dan Bangunan tersebut kepada orang lain selama masa perjanjian.

Pasal 5

Biaya-biaya yang timbul untuk penandatangan Akta Jual Beli (AJB) pada saat pelunasan menjadi tanggung jawab kedua belah pihak secara proporsional.

Pasal 6

Jika PIHAK PERTAMA membatalkan perjanjian ini secara sepihak dengan alasan apapun, maka PIHAK PERTAMA wajib mengembalikan uang muka yang sudah dibayarkan oleh PIHAK KEDUA yaitu sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) ditambah denda Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Dan jika PIHAK KEDUA tidak melunasi harga beli Tanah dan Bangunan ini yaitu sebesar Rp. 1.980.000.000,- (satu milyar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah) pada tanggal 1 April 2013, maka uang muka yang sudah dibayarkan dan diterima oleh PIHAK PERTAMA menjadi sepenuhnya milik PIHAK PERTAMA tanpa ada kewajiban mengembalikan uang muka tersebut kepada PIHAK KEDUA..

Pasal 7

Jika terjadi perselisihan mengenai Perjanjian ini, para pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan dengan prinsip musyawarah untuk mufakat. Jika musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka para pihak sepakat untuk memilih tempat kediaman hukum tetap di Pengadilan Negeri Padang Pariaman untuk menyelesaikan perselisihan.

Demikian Perjanjian Pengikatan Jual Beli ini kami buat dengan sebenarnya, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya di kemudian hari

 

Kampung Galapung, 01 Januari 2013

PIHAK KEDUA                                          PIHAK PERTAMA

.                                                                     Meterai 6000

 

Bagindo Rajo Ameh Nan Satie     Rajo Malenggang Dilangik Nan Basa

Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa pada pasal 4 PIHAK PERTAMA sepakat untuk memberikan waktu pelunasan 3 bulan bagi PIHAK KEDUA. Hal ini memberikan peluang bagi Pihak Kedua untuk menjual lagi property objek perjanjian tersebut dalam rentang waktu antara tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 1 April 2013.

Jika pada tanggal 1 Pebruari 2013 Bagindo Rajo Ameh Nan Satie berhasil mencari pembeli baru, dan pembeli baru ini sepakat untuk membeli tanah dan bangunan tersebut seharga Rp. 2.250.000.000,- maka ia mendapatkan keuntungan Rp. 250.000.000,-.

Jika dihitung berdasarkan modal yang ia keluarkan yang hanya sebesar Rp. 20.000.000,- untuk pembayaran uang muka, dan keuntungan yang didapatkan sungguh luar biasa prosentasenya. Anda bisa menghitungnya bukan?

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah bahwa tidak ada pasal yang melarang Pihak Kedua mencari pembeli baru.

Dalam hukum berlaku adagium umum bahwa “Kalau tidak ada aturan yang melarang berarti diperbolehkan”

 

Share Button
Lihat artikel lainnya:
Seperti dibahas sebelumnya bahwa kerjasama lahan antara developer dengan pemilik...
Pada dasarnya apapun tindakan hukum yang akan dilakukan oleh pemilik terhadap...
Seperti perjanjian pada umumnya, Perjanjian Sewa Menyewa Rumah juga tunduk kepada...
Dalam proses jual beli benda-benda tetap seperti tanah, rumah, apartemen ataupun...
Flipper, bagi sebagian orang masih merupakan kata yang asing, bagi sebagian lagi...
Untuk terjun sebagai pebisnis properti anda bisa menjadi flipper, yaitu orang...

Article Tags:

Contoh PPJB untuk Flipper

5 thoughts on “Contoh PPJB untuk Flipper

  • June 22, 2013 at 3:30 am
    Permalink

    Thanks untuk contoh PPJB nya,format surat ini tidak bisa didapat secara umum.sangat bermanfaat…

    Reply
  • June 22, 2013 at 3:32 am
    Permalink

    Born in europe, now living in kampung galapung. What a huge jump..hehehe

    Reply
  • July 4, 2013 at 2:37 pm
    Permalink

    Sebelumnya terima kasih atas informasi yang sangat bermanfaat seperti ini…. πŸ™‚

    Saya newbie nih di dunia property…. Saya mau tanya Bang, bagaimana caranya kita bisa (mendapat kepercayaan) menjual kembali kepada pihak ke-3?
    Setahu saya, pihak ke-3 nantinya akan minta informasi/berkas2 status kepemilikan property tersebut?
    Nah, di status kepemilikan (SHM, PBB, dll) kan masih atas nama pihak ke-1?
    Mohon pencerahannya Bang Asriman…. Terima kasih πŸ™‚

    Reply
    • July 4, 2013 at 3:24 pm
      Permalink

      caranya kita harus terus terang kepada calon pembeli dan penjual. jangan sampai ada kesan kita membohongi calon pembeli dan penjual. jika sesudah diceritakan prosesnya dan pembeli merasa nggak cocok ya cari yang lain sampai ada orang yang menerima prosesnya.. πŸ™‚

      Reply
  • July 12, 2013 at 7:21 am
    Permalink

    Oh gitu… ok, trims masukannya Bang πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *