Hati-hati Menghitung Biaya Cut And Fill, Karena Itu Termasuk Komponen Penambah Harga Tanah

Hati-hati jika dirimu akan mengembangkan proyek di lahan yang konturnya tidak rata. Karena kontur tanah yang tidak rata membutuhkan pekerjaan tambahan berupa perataan atau sering disebut juga dengan pekerjaan cut and fill.

Artinya nge-cut yang tinggi di-fill ke yang rendah. Kira-kira begitu artinya. Jika pekerjaan tersebut cukup besar volumenya maka cut and fill membutuhkan alat berat.

Yang paling bagus tentu saja pekerjaan cut and fill hanya dengan tenaga manusia saja (pacul men) sehingga cost-nya tidak terlalu besar. Pekerjaan cut and fill dengan tenaga manusia hanya bisa dilakukan untuk pekerjaan yang tidak terlalu berat. Hanya pembersihan lahan saja dan sedikit-sedikit perataaan.

Cut and fill dengan alat berat

Pengerjaan cut and fill dengan alat berat biayanya cukup besar. Besarnya biayanya tergantung berapa lama pengerjaan dengan alat berat tersebut.

Karena pengerjaan dengan alat berat dengan cara menyewa ekskavator. Nah biaya sewa ini yang menjadi komponen biaya yang besar.

Biaya sewa ekskavator ini biasanya perjam. Nanti komponen biaya ditambah dengan beli solar, ongkos operator dan biaya mob and demob (sebutan khas untuk pengangkutan atau transportasi alat berat ke dan dari site).

Pengerjaan cut and fill dengan lump sum model 1

Namun ada juga vendor/kontraktor yang mengerjakan secara lump sum, maksudnya biaya yang ditagihkan sudah termasuk sewa, solar, operator, mod and demob. Ya boleh-boleh saja. Besaran biaya ini harus diperhitungkan dengan benar, sehingga tidak pihak yang dirugikan.

Dengan cara ini dirimu tidak perlu capek-capek sewa alber, terus beli solar dan cari operator. Cukup berkontrak dengan seorang kontraktor saja, semua pekerjaan beres.

Hanya saja di depan harus disepakati betul detil pekerjaan, sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Pastikan semua hal tertera di dalam kontrak secara tertulis sehingga tidak ada kesalahpahaman dalam pengerjaan proyek.

Indikator hasilnya adalah lahan sudah cukup datar dengan elevasi sesuai dengan advis teknis peil banjir dari Dinas Di Lingkungan Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat.

Pengerjaan cut and fill dengan lump sum model 2

Deal dengan vendor atau kontraktor khusus cut and fill bisa juga dengan lump sum total pekerjaan. Maksudnya perhitungan biaya tidak dengan memperhitungkan jumlah jam kerja. Tetapi langsung saja dengan menetapkan harga pekerjaan sampai selesai. Tidak peduli berapa jam si vendor atau kontraktor mengerjakan. Yang penting pekerjaan selesai dan harganya sekian.

Ini bahkan lebih simpel lagi bagi dirimu sebagai pemilik pekerjaan karena tidak perlu memperhitungkan jam kerja. Yang penting pekerjaan selesai maka dibayar. Namun tetap harus dibatasi lamanya si vendor bekerja. Jangan sampai berlarut-larut. Bertahun-tahun. Jangan ya.

Cara pembayaran kepada vendor atau kontraktor

Untuk pengerjaan cut and fill ini ada beberapa cara bayar yang bisa disepakati dengan vendor atau kontraktor; dengan termin atau turn key.

Cara bayar dengan termin

Cara bayar yang paling banyak disepakati adalah dengan cara termin. Karena ini yang paling fair. Karena si vendor dan kontraktor dibayar sesuai dengan prestasi kerja. Jika dia kerja cepat maka makin cepat pula ia dapat bayaran.

Karena sebelum pembayaran nanti akan ada opname pekerjaan, apakah sudah sesuai dengan rencana permintaan pembayaran yang diajukan. Jadi tidak langsung dibayar begitu saja. Ini yang fair.

Cara bayar dengan turn key

Selain dengan termin cara bayar selanjutnya yang bisa disepakati adalah dengan cara turn key. Dengan cara turn key ini sangat simpel. Vendor atau kontraktor dibayar jika pekerjaan selesai.

Itu saja, jika pekerjaan belum selesai maka vendor atau kontraktor tersebut belum berhak atas pembayaran.

Tentu saja sebelum pembayaran dilakukan dirimu sebagai developer harus memastikan bahwa pekerjaan sudah sesuai dengan perencanaan yang dicantumkan di dalam kontrak.

Komponen biaya tanah

Setelah menghitung-hitung cost untuk cut and fill ini, coba masukkan ke dalam harga tanah. Hitung ulang, apakah harga akusisi tanah ini masih sesuai dengan perencanaan. Terutama besarnya harga jual dan perencanaan laba bersih proyek.

Jangan sampai harga tanah sudah mahal, masih ditambah lagi dengan biaya cut and fill jadinya harga tanah tidak feasible secara bisnis. Kerana nantinya harga jual mungkin kalah bersaing dengan kompetitor.

Harga tanah yang musti diperhatikan ini biasanya lebih sensitif untuk perumahan subsidi, karena harga jual untuk perumahan subsidi tidak bisa dinaikkan secara sudah diatur oleh pemerintah.

Penulis: Asriman A. Tanjung, ST
Penulis buku Cara Benar Meraih Sukses Di Bisnis Properti yang diterbitkan Gramedia
Pendiri dan Ketua Dewan Pembina DEPRINDO (Developer Properti Indonesia), asosiasi developer properti yang sudah diakui pemerintah
Pemilik asriman.com, blog properti nomor 1 di Indonesia

Cara Menjual Kembali Perumahan Subsidi yang Sudah Dibeli

Pemerintah membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan program perumahan subsidi

Pengertian perumahan subsidi

Sebelum mengupas lebih jauh tentang cara menjual kembali perumahan subsidi, terlebih dahulu harus kita ketahui apa yang dimaksud dengan perumahan bersubsidi.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa perumahan bersubsidi adalah salah satu program dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan menyediakan rumah yang layak huni lewat bantuan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yaitu dengan memberikan subsidi bunga KPR (Kredit Kepemilikan Rumah).

KPR FLPP

Dengan adanya KPR FLPP maka cicilan kredit bagi masyarakat lebih rendah dan jangka waktu juga bisa sampai dengan 20 tahun.

Cicilan bisa rendah karena penerapan bunga untuk program rumah subsidi ini hanya 5% pertahun. Beda dengan kredit non subsidi bunganya bisa 10-13% persen sehingga cicilannya lebih tinggi dan tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Uang muka dan biaya-biaya saat membeli rendah

Uang muka atau DP untuk membeli perumahan subsidi rendah yaitu hanya 1% saja atau paling besar 5% saja dari harga rumah

Selain itu, untuk rumah subsidi ini juga diberlakukan uang muka yang lebih rendah, hanya 5%, bahkan setelah adanya relaksasi uang muka maka DP-nya hanya 1%. (more…)

Begini Cara Mengurus Rumah Lama yang Belum Punya IMB atau PBG

cara mengurus rumah lama yang belum punya imb pbg

Cek peruntukan atau zonasi lokasi

Seorang teman akan membeli rumah di bilangan Jakarta Barat. Rumah tersebut sudah tua dan tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB. (Sekarang IMB sudah digantikan dengan PBG).

Saya sarankan dia terlebih dahulu men-cek peruntukan lokasi tempat rumahnya berada, jika peruntukannya adalah pemukiman maka tidak masalah rumah itu dibeli.

Pentingnya IMB atau PBG ini karena dia akan membeli rumah tersebut dengan bantuan kredit pemilikan rumah atau KPR bank. Tentu saja bank mensyaratkan suatu jaminan harus memiliki IMB atau PBG.

Karena perizinan bangunan merupakan syarat wajib bagi bank menyetujui permohonan KPR.

Tetapi jika peruntukan lokasi adalah selain untuk rumah tinggal maka sebaiknya rumah tersebut tidak dibeli karena di lokasi tidak akan bisa diurus IMB atau PBG.

Cek di kantor kecamatan, PTSP atau BPN

Pengecekan peruntukan lokasi bisa dilakukan di kantor kecamatan, bisa juga mendatangi dinas tata ruang atau langsung ke kantor PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) atau kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat.

Cek di kantor kecamatan

Di kantor kecamatan, bidang yang melayani adalah UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) atau tanya saja ke karyawan kecamatan tersebut nanti diarahkan untuk menanyakan ke bagian terkait.

Cek di kantor PTSP

Sementara di Kantor PTSP tentang zonasi ini dapat ditanyakan langsung di loket pelayanan, nantinya ada petugas yang melayani. (more…)

Strategi Menawarkan Kerjasama Lahan Kepada Pemilik Lahan. Dengan Menyepakati Harga Tanah atau Tanpa Menyepakati Harga Tanah. Wes Terserah

Kerjasama lahan bisa dilakukan dengan menetapkan harga tanah bisa juga dengan tanpa menetapkan harga tanah

Kerjasama lahan sebagai solusi tingginya harga tanah dan keterbatasan modal pengembang

Kerjasama lahan adalah kerjasama antara pemilik lahan dengan developer dimana pemilik lahan menyertakan tanah miliknya untuk dikembangkan oleh developer. Dalam prakteknya pemilik lahan bisa sebagai partner pasif bisa juga sebagai partner yang aktif.

Jika sebagai partner pasif, pemilik lahan tidak ikut mengelola proyek. Sementara jika sebagai partner aktif, pemilik lahan ikut mengelola proyek.

Harga tanah semakin mahal

Semakin hari, harga tanah semakin mahal, sehingga pengembang semakin kesulitan dalam memperoleh lahan untuk dikembangkan menjadi proyek properti.

Namun hal itu tidak seharusnya menyurutkan langkah seorang pengembang untuk tetap membangun proyek.

Karena ada strategi yang bisa diterapkan untuk mendapatkan lahan, yaitu kerjasama lahan. Prinsip awal dari kerjasama lahan adalah pemilik ikut serta dalam pengelolaan proyek. Yang namanya kerjasama ya bersama-sama mengerjakan proyek.

Atau sekurangnya jika pemilik tidak bersedia ikut serta dalam pengelolaan proyek, pemilik memiliki saham dalam proyek tersebut. Sahamnya ya kepemilikan atas tanah.

Bagaimana cara kerjasama lahan yang bisa kita tawarkan kepada pemilik lahan?

Sekurangnya ada dua cara kerjasama lahan yang bisa kita ajukan kepada pemilik lahan; dengan penyepakati harga tanah dan tanpa menyepakati harga tanah.

Kerjasama lahan dengan menyepakati harga tanah

Apabila kerjasama lahan yang disepakati adalah dengan cara menyepakati harga tanah langkah pertama yang harus disepakati harga tanahnya.

Lihat juga: Jadwal workshop Cara Benar Memulai Bisnis Developer Properti Bagi Pemula

Nanti setelah harga tanah disepakati, maka selanjutnya disepakati juga kapan pembayaran tanah tersebut.

Pembayaran harga tanah tersebut bisa dengan cara bertahap atau dengan cara termin, atau bisa juga dengan pembayaran tiap unit terjual. (more…)

Pastikan Ada Jaringan Listrik Dekat Perumahanmu

Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika akan mengakuisi lahan dan akan dibangun proyek properti adalah tersedianya jaringan listrik di dekat lokasi.

Dekat dalam pengertian bisa langsung ditarik kabel-kabel jaringan listrik tanpa harus pebambahan tiang yang terlalu banyak. Karena penambahan tiang tersebut biasanya dibebani ke developer. Jika penambahan tiangnya terlalu banyak maka akan membebani developer.  

Misalnya tiap tiang listrik dihargai Rp2 juta maka apabila dibutuhkan 10 tiang maka developer musti siapkan uang Rp20 juta. Belum lagi harga travo misalnya. Bisa nambah lagi sekitar 100 sampai 300 juta.

Jika harga tanah sudah tinggi

Biaya untuk penambahan tiang ini akan terasa membebani proyek jika harga tanah dalam mengakuisisi sudah tinggi sehingga dengan penambahan biaya dalam penyambungan listik maka harga akusisi menjadi semakin tinggi. Karena biaya-biaya ini dimasukkan ke dalam komponen harga tanah ketika mengakuisisi.

Dan tentu saja nanti ketika menjual biaya-biaya tersebut dimasukkan juga ke dalam komponen harga tanah sehingga harga jual rumah menjadi layak secara hitungan bisnis.

Tetapi apabila lokasi lahan yang akan dibangun tidak memerlukan tambahan tiang maka developer bisa menghemat biaya.

Jika harga tanah lebih murah

Kondisi lainnya yang memungkinkan adalah harga akuisisi lahan yang lebih murah sehingga ketika dimasukkan biaya penambahan komponen jaringan listrik seperti tiang, trafo dan lainnya, harga akuisisi lahan masih feasible. Nah, tanah dengan kondisi ini tidak apa-apa diakusisi. Hanya saja hitung-hitungannya musti matang.

Jaringan listrik untuk perumahan subsidi

Akan lebih sensitif lagi biaya jaringan listrik ini jika lokasi hanya cocok untuk perumahan subsidi. Ini musti dihitung benar-benar karena harga perumaham subsidi tidak bisa dinaikkan untuk menanggung biaya jaringan listrik.

Harga perumahan subsidi sudah ditetapkan pemerintah berdasarkan zona. Ada zona Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Di Pulau Jawa ada kekhususan untuk wilayah Bodetabek. Ada perbedaan harga perumahan subsidi sedikit.

Jaringan listrik untuk perumahan non subsidi

Berbeda perumahan subsidi, biaya untuk jaringan listrik yang memerlukan penambahan tiang lebih bisa dimaafkan karena biaya tersebut bisa dimasukkan ke dalam penambahan harga jual. Karena untuk perumahan non subsidi harga jual tidak ada pembatasa. Selagi ada orang yang beli harga berapapun ya ok ok saja.

Tetapi biasanya jarang perumahan komersil yang membutuhkan penambahan tiang yang banyak ketika menyambung listrik karena perumahan non subsidi biasanya berada di lokasi yang sudah ramai. Sehingga otomatis sudah tersedia infrastruktur jaringan listrik. Jadi amanlah untuk perumahan non subsidi, tidak perlu memikirkan penambahan tiang listrik.

Contoh PPJB untuk Flipper

Flipper adalah orang yang membeli properti untuk dijual lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama, bisa 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan atau dalam waktu berapapun sesuai kesepakatan dengan pemilik properti

Apakah flipper itu?

Flipper adalah orang yang membeli properti untuk dijual lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Prosesnya dinamakan flipping.

Rentang waktu antara seorang flipper membeli dan menjual lagi ini terserah saja, bisa 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan. Ya, terserah saja. Tergantung kesanggupan si flipper untuk menjual lagi.

Dalam prakteknya ada yang melakukan dengan cara membayar lunas properti yang dibeli lalu menjual lagi. Di samping itu ada juga seorang flipper yang tidak membeli properti yang akan di-flip-nya.

Flipping lunas

Flipping lunas adalah flipping yang dilakukan dengan cara membeli properti dengan lunas, lalu setelah itu menjualnya lagi.

Secara teknis dalam mempraktekkan ini dapat langsung dilakukan penandantanganan akta jual beli di hadapan PPAT. 

Tetapi dapat juga dilakukan dengan PPJB dan atau surat kuasa untuk menjual. Namun dengan PPJB dan atau surat kuasa ini terdapat beberapa resiko hukum. (more…)

Pentingnya Memastikan Lahan Tidak Sengketa dan Peruntukan Lokasi Sebelum Mengakuisisi Lahan

Ketika dirimu ditawarin sebidang tanah untuk dijadikan proyek properti maka banyak hal-hal yang harus dipastikan terlebih dahulu, diantaranya lahan tersebut tidak sengketa dan peruntukan lahan sesuai dengan perencanaan.

Lahan tidak sengketa

Untuk memastikan lahan tidak sengketa dapat diketahui dengan cara melakukan pengecekan sertifikat ke kantor BPN setempat.

Dengan melakukan pengecekan akan kelihatan bahwa apakah sertifikat sedang ada catatan dari pihak lain. Jika lahan itu ada sengketa maka ada catatan di buku tanahnya.

Catatan tersebut bisa berupa blokir dari kepolisian, sita dari pengadilan atau orang perorangan saja yang sekira ada masalah dengan tanah tersebut.

Jika ternyata ada catatan maka sertifikat tersebut tidak dapat dilakukan pengecekan sehingga transaksi atau jual beli tidak dapat dilakukan. Urungkan semua langkah akusisi. Itu sarang tawon!

Untuk melanjutkan transaksi semua catatan di buku tanah harus dihapus terlebih dahulu. Jika catatan dari kepolisian maka harus ada surat dari kepolisian untuk menghapusnya.

Demikian juga jika surat blokir dari pengadilan maka harus ada surat pencabutan blokir dari pengadilan. Semua surat penghapusan blokir tersebut bisa terbit jika permasalahan atas tanah tersebut sudah selesai. Ini yang membutuhkan waktu yang amat lama. (more…)

Pentingnya Meeting Harian, Mingguan Dan Bulanan Untuk Mengukur Kinerja Marketing

Untuk mengevaluasi target marketing yang sudah dibuat diperlukan meeting antara manajemen dengan tim marketing. Meeting bisa dilakukan secara harian, mingguan dan atau bulanan

Meeting harian, mingguan dan bulanan untuk evaluasi dan mencari solusi

Dalam proses pemasaran sebuah proyek perlu diadakan meeting antara pelaksana program marketing dengan manajemen perusahaan yang menetapkan target pemasaran dan program-program yang akan dijalankan.

Meeting tersebut bisa dilaksanakan secara harian, mingguan dan atau bulanan, tergantung kebutuhan. Jika dibutuhkan meeting harian ya dilaksanakan meeting harian.

Demikian juga jika tetap membutuhkan meeting mingguan ya tetap dilakukan. Demikian juga jika memang dibutuhkan meeting bulanan.

Meeting-meeting tersebut tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi terhadap program marketing yang sudah dijalankan.

Apabila dalam evaluasi tersebut terdapat kekurangan atau ditemukan kendala maka akan dicarikan solusi supaya target marketing dapat tercapai.

Karena di dalam sebuah bisnis properti (dan bisnis apapun) marketing merupakan ujung tombak yang dapat mengukur sukses atau tidak bisnis tersebut.

Selain untuk mengevaluasi pencapaian marketing, meeting tersebut juga berguna untuk menetapkan target penjualan dan mencari solusi jika terdapat kendalam dalam proses pemasaran. 

Target penjualan perlu ditetapkan supaya tenaga marketing yang ada di bawah sales manager terpacu semangatnya dalam bekerja. 

Karena jamak dilakukan developer akan ada insentif dari perusahaan jika penjualan mencapai target yang ditetapkan manajemen.

Selain itu dalam meeting juga akan dibahas kendala yang terjadi dan bagaimana mencari solusi dari kendala tersebut.

Marketing adalah ujung tombak bisnis

Semua orang bisnis sepakat bahwa marketing adalah ujung tombak suksesnya sebuah bisnis. Artinya marketing itu punya posisi penting. Namun demikian secara fair tetap kita harus paham juga bahwa jika marketing itu ujung tombak, pangkal tombaknya juga tetap penting.

Nggak mungkin sebuah tombak hanya terdiri dari ujungnya saja. Ngga bisa lurus menembus sasaran si ujung tombaknya.

Maksudnya, pangkal tombak atau tombak secara keseluruhan itu adalah produk dan faktor lainnya, seperti lokasi, harga dan lain-lain.

Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah apakah produk yang sedang kita pasarkan ini sesuai dengan harapan konsumen? Dan bagaimana caranya supaya hasil pemasaran sesuai target yang ditetapkan.

Nah, untuk menjawab pertanyaan inilah diperlukan adanya meeting antara manajemen, tim marketing dan tim produksi.

Tujuannya supaya produk yang akan dibuat sesuai dengan selera pasar berdasarkan masukan dari tim marketing.

Meeting bisa dilaksanakan tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan, tergantung kebutuhan. (more…)

×

Hallo...!

Workshop Cara Benar Memulai Bisnis Developer Properti Bagi Pemula akan diadakan tanggal 22-23 Februari 2025 di Jakarta

× Info Workshop Developer Properti