Salah satu kalimat bijak yang terus saya ingat adalah kalau ingin sukses kita harus mau membayar harganya. Harganya berupa uang dan waktu.
Harganya Berupa Uang
Mari kita lihat, uang pertama yang anda butuhkan untuk belajar menjadi developer properti adalah untuk menyambung koneksi internet dan membeli buku-buku. Jumlah yang lebih besar dibutuhkan untuk mengikuti seminar, workshop atau training.
Logika yang saya gunakan untuk memahami ini adalah semakin besar biaya yang dibutuhkan semakin kuat dorongan kita untuk sukses. Daya juang terbaik kita akan muncul ketika kita merasa sudah mengeluarkan banyak uang untuk belajar.
Kita akan merasa sangat rugi jika tidak sukses ketika sudah mengeluarkan banyak uang. Sebaliknya jika anda tidak merasa mengeluarkan uang untuk mendapatkan ilmunya maka anda dengan mudah akan melupakannya.
Artinya jika anda selalu menginginkan yang gratis maka itu tidak cukup untuk mendorong anda untuk sukses.
Lantas berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan ilmu tentang menjadi developer properti? Jumlahnya sangat relatif, tergantung metoda pembelajaran yang anda inginkan. Jika hanya untuk membeli buku-buku ya tidak sampai jutaan. (more…)

Dulunya kawasan Pondok Indah adalah kawasan biasa saja, terdiri dari hamparan ladang kering, sawah, kebun karet tua yang padat dan rumah penduduk yang dikenal sebagai wilayah Pondok Pinang.




Saat ini ada dua platform periklanan online dengan sistem pay per-clik yang bisa Anda manfaatkan untuk memasarkan produk atau jasa Anda. Google Adwords (GA) dan Facebook Ads (FBA). Pertanyaannya mana yang lebih efektif kita gunakan sebagai media periklanan?
Setelah ijin proyek didapatkan, Anda sudah boleh memasarkan. Dan seiring dengan pemasaran, sebaiknya Anda mulai membangun proyek.