Pentingnya Akses Jalan Masuk ke Proyek

Akses jalan masuk ke proyek ini sangat penting diperhatikan, karena akses jalan masuk ini adalah hal yang pertama sekali dilihat oleh calon konsumen ketika survey atau mengunjungi proyek.

Jika akses jalan masuknya jelek maka akan mempengaruhi minat beli konsumen. Sebaliknya tentu saja jika akses jalan masuk ini bagus maka akan menambah minat beli dari konsumen.

Jadi akses jalan masuk ini menjadi pemikat di pandangan pertama bagi konsumen terhadap proyek Anda.

Bagaimana akses jalan yang bagus itu?

Lebarnya jalan masuk proyek

Pertama kita lihat dari lebarnya jalan masuk, minimal lebar ROW (right of way) musti 6 meter. Dengan ROW 6 meter maka bisa dibuat badan jalan (perkerasan) minimal 5 meter dan kiri kanan ada saluran.  

Perkerasan bisa dibuat dengan aspal, cor beton atau dengan paving. Ketiganya bisa saja dilakukan tergantung bujet dan selera. (more…)

Kapan Waktunya Pembayaran Harga Tanah dalam Kerjasama Lahan?

Seperti dibahas sebelumnya bahwa kerjasama lahan antara developer dengan pemilik tanah menyepakati bahwa harga tanah tidak dibayar dimuka oleh developer.

Kesepakatan kerjasama lahan ini berdasarkan akta perjanjian yang dibuat di hadapan notaris.

Nama aktanya bisa saja Kesepakatan Bersama, Perjanjian Kerjasama Lahan atau Perjanjian Kerjasama Pembangunan Proyek Perumahan atau apapun tergantung style Notarisnya.

Yang terpenting adalah dalam akta tersebut menyebutkan detil kerjasama, mulai dari para subjek kerjasama, objek, dan pasal-pasal kerjasamanya. Subjek kerjasama adalah pemilik lahan dan developer yang diwakili oleh identitas masing-masing pihak.

Jika subjeknya berupa perorangan maka dia diwakili oleh data-data yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP), jika subjeknya berupa perusahaan maka subjek tersebut diwakili oleh akta pendirian perusahaan dan akta perubahannya.

Sedangkan objek kerjasama adalah tanahnya yang diwakili oleh data-data legalitas seperti sertifikat, PBB dan lain-lain.

Sedangkan pasal-pasal kerjasama harus memuat sekurangnya harga tanah dan hak dan kewajiban masing-masing pihak seperti kapan pembayaran harga tanah kepada pemilik tanah, besaran prosentase keuntungan masing-masing pihak dan sanksi-sanksi bila salah satu pihak wanprestasi.

Pasal-pasal ini bisa ditambahkan sesuai dengan permintaan masing-masing pihak asalkan kedua belah pihak setuju. Dimana setelah akta ditandatangani maka akta perjanjian kerjasama tersebut berlaku sebagai undang-undang bagi mereka dan harus mereka taati. (more…)

The Man Behind The Gun

“Baik mana antara mengelola sebuah proyek dengan perseroan terbatas (PT) atau orang pribadi?”

Menarik untuk menjawab dan membahas pertanyaan ini.

Kalau pendapat saya dengan latar belakang pernah bekerja di corporate selama 30 tahun, maka di perusahaan tersebut kita dididik agar setiap perencanaan bisnis wajib diawali dengan rencana bisnis jangka pendek dan jangka panjang.

Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, pilihan akan jatuh kepada PT dibandingkan dengan perorangan! Jika kita mau mempunyai bisnis jangka panjang yang terarah.

Bukan berarti bahwa perorangan itu salah dan tidak bisa terarah.

Business plan

Namun pengamatan saya pribadi, sebuah usaha yang dijalankan oleh  perorangan cenderung tidak memiliki business plan yang terukur. (more…)

Bagaimana Kalau Elevasi Proyek Lebih Rendah Dari Jalan?  

Beberapa kali saya menerima pertanyaan yang kuran glebih intinya apakah layak suatu lokasi yang akan dibangun proyek perumahan elevasinya lebih rendah dari jalan?

Saya tidak bisa menjawab hal ini dengan jawaban ia atau tidak. Ada kondisi tertentu yang mensyaratkan, ada banyak jika dan maka.

Misalnya ada kondisinya seperti ini, luas lahan sepuluh hektar, fisiknya masih dalam bentuk sawah, tetapi peruntukan sudah permukiman.

Secara zonasi warnanya kuning, yang mana warna kuning ini merupakan warna yang menandakan bahwa lokasi tersebut peruntukannya adalah perumahan atau permukiman.

Elevasi tanah ini lebih rendah dibandingkan jalan di depannya. Lebih kurang satu meter beda tingginya. Saya sampaikan bahwa jika harus disamakan elevasi proyek ini dengan jalan di depan ngga kebayang biaya yang dibutuhkan untuk menguruknya. (more…)

Milih Kopi Susu Kiri Atau Susu Kanan?

Jangan ngeres dulu, ini beneran. Ini adalah menu di coffee shop langganan yang biasa saya kunjungi di bilangan Jakarta Selatan bareng rekan-rekan member DEPRINDO (Developer Properti Indonesia, deprindo.org).

Kopi susu kiri itu kopi susu gula aren pake es. Sementara kopi susu kanan yang tanpa es.

Enak yang mana?

Tentu berpulang ke selera. Terlepas dari selera, kopi susu kiri atau kanan ada kelebihan kekurangan.

Salah satunya kopi susu kiri bisa langsung di seruput secara ia dingin, begitu terhidang langsung hajar, maknyuss.

Lagi pula kalau kelamaan kopi susu pake es itu dibiarkan, es-nya turut mencair, lalu mencampuri susu sehingga merubah komposisi, mendadak airnya lebih banyak ketimbang susu dan kopi. Ambyarr…

Kalo susu kanan tentu ngga bisa diperlakukan seperti itu, musti sabar menunggu secara ia masih berasap ketika dihidangkan. Perlu waktu beberapa saat supaya ia siap dihirup pelan-pelan, khas ngopi. (more…)

Cara Menjual Properti Dengan Menerapkan Uang Muka 0 Rupiah

Salah satu cara seorang developer properti menerapkan pricing strategy dalam menjual produknya adalah dengan cara menetapkan uang muka sekecil mungkin.

Bahkan bisa dengan hanya sekedar uang booking fee saja yang besarnya tidak seberapa. Sehingga uang muka dianggap 0 rupiah.

Hal ini untuk mengakomodir konsumen yang kesulitan menyediakan uang muka yang besar tetapi sanggup untuk mencicil.

Karena memang banyak sekali masyarakat dengan tipe seperti itu, mereka sanggup mencicil untuk harga rumah sampai dengan lima ratus juta rupiah tetapi jika diminta untuk menyediakan uang muka dua puluh persen atau seratus juta, mereka tidak mampu. (more…)

Begini Cara Mencari Tanah Untuk Proyek Bagi Orang Yang Tidak Punya Modal

cara pembayaran tanah proyek

Saya tahu, menjadi developer properti bagi orang yang tidak punya uang adalah pekerjaan berat, amat berat malah.

Bagaimana mungkin bisnis yang notabene-nya padat modal bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya modal?

Jika dilihat secara linier memang ngga mungkin.

Mari kita lihat di awal-awal, ketika membeli lahan musti pake uang, bahkan uang untuk membeli lahan ini cukup besar dibandingkan kebutuhan lainnya. Perkiraan sekitar tigapuluh persenlah dari nilai proyek.

Tetapi enaknya, dengan strategi khusus mengakuisisi lahan, bisa saja orang yang tidak punya modal bisa menjadi developer properti.

Terutama strategi itu adalah tentang bagaimana cara pembayaran lahannya. Karena cara pembayaran lahan ini amat menentukan perjalanan keuangan proyek selanjutnya. (more…)

Cara Mensiasati Kebutuhan Modal Besar untuk Menjadi Developer Properti

Jadi developer butuh modal besar

Ngga salah orang bilang bahwa menjadi pengembang properti itu membutuhkan modal yang amat besar, terutama untuk membeli lahan, selanjutnya untuk mengurus perijinan dan untuk mengerjakan persiapan lokasi.

Termasuk yang paling utama adalah untuk membangun proyek. Membangun proyek di sini termasuk membangun insfrastruktur seperti jalan, saluran dan infrasturktur lainnya, dan yang paling penting adalah modal untuk membangun unit-unit propertinya.

Sebagai simulasi kebutuhan modal untuk membeli lahan kita lihat contoh ini, misalnya kita akan membeli lahan seluas 1 hektar dengan harga lima ratus ribu rupiah permeter persegi maka untuk membeli tanah saja butuh uang sekurangnya lima milyar.

Dengan kebutuhan awal untuk membeli lahan sebesar lima milyar ini mungkin tidak semua orang bisa menjadi developer properti. Karena lima milyar itu jumlah yang besar bagi rata-rata orang kita. (more…)

×

Hallo...!

Workshop Cara Benar Memulai Bisnis Developer Properti Bagi Pemula akan diadakan tanggal 22-23 Februari 2025 di Jakarta

× Info Workshop Developer Properti