2019 bertemu dengan penawaran-penawaran take over proyek-proyek perumahan yang mangkrak..
Hampir seluruhnya Kredit Yasa Griya (KYG) dan dipastikan seluruhnya adalah pengusaha yang BARU menjadi pengusaha pengembang properti. Sebelumnya pebisnis elektrikal, ada yang fabrikasi, ada yang tekstil dan melihat gurihnya laba properti, masuk menjadi developer..
Namun apa daya, itulah real estate..
Keputusan demi keputusan yang tidak tepat dan benar dapat membuat target-target tidak tercapai , tidak tepat sasaran dan alhasil, proyek berjalan tanpa arah, pemborosan keuangan dan alhasil, proyek harus di jual take over.
Perlu ketepatan dalam eksekusi.
Tepat dan benar secara waktu,
Waktu berbicara legal dan perizinan proyek,
Waktu berbicara penjualan,
Waktu berbicara pembangunan..
Juga berbicara pengendalian CASHFLOW.
Ketika ketidaktepatan terus dijalankan, terus dijalankan dengan prasangka “semua akan baik2x saja, pasti laku, dan lain-lain” sebenarnya disitulah posisi berbahaya.. (more…)

Angin positif berhembus di kalangan pengembang dengan diterbitkannya relaksasi 100 persen pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian produk 



