Butuh Mentor? Ini Dia Kiat Menyerap Ilmu dari Mentor

Kebutuhan akan dukungan mentor sangat diperlukan bagi kita yang akan memulai menjadi developer. Sebagaimana pernah saya tulis di WAG ini sebelumnya, kehadiran mentor untuk meyakinkan bahwa rencana bisnis kita adalah benar, bukan untuk mencari pembenaran.

Dalam proses belajar dari mentor, kita sering terjebak pada ego diri kita, mentor yang seharusnya membimbing dalam terjebak hanya untuk membenarkan ide bisnis properti kita.

Bagaimana cara belajar ke mentor agar tujuan bisnis kita bisa tercapai?, berikut ulasan saya,

Sampaikan Semua Informasi Selengkap Mungkin

Ketika kita mengusulkan proposal bisnis ke mentor untuk memperoleh bimbingan, sampaikan segala informasi rencana bisnis kita secara detai.

Buka semua informasi baik positif maupun negatif. Data tidak semata-mata sebagai bahan atau alat menyusun perencanaan dan RAB dengan bimbingan mentor, tapi juga sebagai dasar pertimbangan apakah proyek bisa dilanjutkan atau tidak.

Sebagai contoh, kita tidak hanya menyampaikan potensi pasar, harga tanah atau kemudahan cara bayar lahan, tapi sampaikan juga jika ada informasi bahwa tanah masih waris dimana salah satu waris berada diluar negeri. (more…)

Maaf! Anda tidak akan Sukses

menemukan orang yang tepat untuk proyek

Salah satu kalimat bijak yang terus saya ingat adalah kalau ingin sukses kita harus mau membayar harganya. Harganya berupa uang dan waktu.

Harganya Berupa Uang

Mari kita lihat, uang pertama yang anda butuhkan untuk belajar menjadi developer properti adalah untuk menyambung koneksi internet dan membeli buku-buku. Jumlah yang lebih besar dibutuhkan untuk mengikuti seminar, workshop atau training.

Logika yang saya gunakan untuk memahami ini adalah semakin besar biaya yang dibutuhkan semakin kuat dorongan kita untuk sukses. Daya juang terbaik kita akan muncul ketika kita merasa sudah mengeluarkan banyak uang untuk belajar.

Kita akan merasa sangat rugi jika tidak sukses ketika sudah mengeluarkan banyak uang. Sebaliknya jika anda tidak merasa mengeluarkan uang untuk mendapatkan ilmunya maka anda dengan mudah akan melupakannya.

Artinya jika anda selalu menginginkan yang gratis maka itu tidak cukup untuk mendorong anda untuk sukses.

Lantas berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan ilmu tentang menjadi developer properti? Jumlahnya sangat relatif, tergantung metoda pembelajaran yang anda inginkan. Jika hanya untuk membeli buku-buku ya tidak sampai jutaan. (more…)

Sejarah Perumahan Pondok Indah; Siapa Developer dan Investornya

Dulunya kawasan Pondok Indah adalah kawasan biasa saja, terdiri dari hamparan ladang kering, sawah, kebun karet tua yang padat dan rumah penduduk yang dikenal sebagai wilayah Pondok Pinang.

Di Barat berbatasan dengan Ciputat dan mengarah ke Bintaro, di Selatan berbatasan dengan Lebak Bulus dan Pasar Jumat, sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Fatmawati dan sebelah Utara berbatasan dengan jalan Radio Dalam dan jalan H. Nawi.

Luasnya ratusan hektar yang terletak di sudut Selatan Kebayoran yang dibatasi oleh jalan H. Nawi, untuk ke sana melewati Jalan Radio Dalam.

Ciputra dan Budi Brasali dan Ismail Sofyan Mendirikan Metropolitan Development

Kisah bermula ketika tahun 1970 Ciputra dengan sahabatnya semenjak kuliah di ITB, Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan perusahaan yang bernama Metropolitan Development.

Mereka membeli lahan sedikit-sedikit di kawasan Bintaro. Lalu mereka mengajak perusahaan Jepang Obayashi Gumi untuk bekerjasama, tapi karena sesuatu hal Obayashi menjual sahamnya ke PT. Pembangunan Jaya yang di dalam perusahaan tersebut juga ada Ciputra sebagai presiden direkturnya. Jadilah perumahan Bintaro dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property dan perumahannya dikenal dengan nama Bintaro Jaya. (more…)

Rumah Subsidi Dijual Komersial, Bagaimana Menghitung Harga Jualnya? Dan Tambahan Biaya Konsumennya

Bapak Rudi, salah satu anggota Developer Properti Indonesia (Deprindo) bertanya ke saya, apakah rumah subsidi boleh dijual dengan skema komersil, dan bagaimana menentukan harga jualnya?

Rumah subsidi bisa dan boleh dijual secara komersil, meskipun developer dalam memperoleh perjiinan dan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  dan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) dalam rangka pembangunan rumah subsidi.

Yang dimaksud subsidi pada dasarnya subsidi untuk kepentingan calon konsumen yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memenuhi syarat tertentu.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tempat tinggal buat rakyat, pemerintah membuat kebijakan sedemikain rupa sehingga harga rumah menjadi terjangkau untuk MBR.

Meskipun pemerintah memberikan pembebasan PPN dan pengurangan PPh serta dukungan subsidi infrastruktur untuk developer, pada dasarnya tujuan utamanya adalah harga menjadi murah dan terjangkau MBR.

Beberapa Alasan Rumah Subsidi Dijual Dengan Skema Komersial

-Konsumen sendiri yang tidak memenuhi syarat subsidi, tetapi  tetap ingin membeli.

Syarat utama MBR memperoleh fasilitas subsidi adalah belum pernah punya rumah dan Batasan maksimal penghasilan.

MBR meskipun penghasilan masih kecil tetapi pernah punya rumah dan rumah sudah dijual, dia tidak dapat fasilitas rumah subsidi. (more…)

Cashback, Killing Marketing Method

“Dapatkan cashback 18 juta tiap pembelian unit rumah kami”

cashback-propertiKalimat tersebut sering kita baca di brosur perumahan yang sedang dijual. Dimana pembeli selain mendapatkan rumah juga mendapatkan uang tunai sebesar Rp18 juta.

Strategi ini cukup memberikan pengaruh kepada minat beli calon konsumen karena konsumen bisa mendapatkan rumah dengan harga lebih murah dari harga pasar.

Walaupun dalam praktekknya developer tidak memberikan uang beneran dalam bentuk uang cash kepada konsumen, tetapi lebih sering dikonversi menjadi potongan harga sebesar cashback yang diberikan.

Pembeli akan berfikiran bahwa mereka akan mendapatkan sebagian uang mereka kembali dengan jumlah sesuai yang dijanjikan oleh pengembang.

Pemberian Cashback dengan Prosentase atau Nominal

Dalam prakteknya pengembang bisa menerapkan besarnya cashback berdasarkan prosentase bisa juga langsung dengan jumlah nominal. Misalnya pengembang memberikan cashback sebesar 10% atau 15% atau dengan prosentase berapapun sesuai dengan keinginan pengembang. (more…)

Lokasi yang Kurang Bagus untuk Dibangun Perumahan

perumahan mbr

Anda mungkin sering mendengar mantra sakti developer, yaitu hanya ada tiga syarat agar proyek yang kita kembangkan sukses, yaitu: lokasi, lokasi dan lokasi.

Kita harus jeli dalam memilih lokasi karena ada lokasi bagus ada yang kurang bagus untuk dikembangkan untuk jadi perumahan.

Lokasi bagus adalah jaminan proyek sukses dan terjual cepat dan lokasi kurang bagus diperlukan kerja ekstra untuk mengelola proyek. (more…)

Cara Mengurus Perijinan Townhouse

cara mengurus perijinan town houseTown house adalah kompleks hunian di tengah kota yang berisi rumah-rumah yang dibangun secara teratur dengan jumlah terbatas. Biasanya kompleks tersebut memiliki sistem tertutup (cluster) atau one gate system, dilengkapi dengan fasilitas bersama seperti kolam renang, ruang terbuka, club house, dan lain-lain serta memiliki sistem keamanan yang lebih baik daripada perumahan pada umumnya.

Jumlah rumah yang dibangun umumnya tidak lebih dari 30 unit dengan luas total lahan maksimal 5000 m2 dan bangunan dua atau tiga lantai.

Untuk menjadi developer town house diperlukan pengetahuan untuk mengurus perijinan. Walaupun pada prakteknya perijinan ini bisa diurus oleh orang lain atau biro jasa.

Adapun langkah-langkah dalam mengurus perijinan adalah:

Konsultasi peruntukan ke Dinas Tata Kota/Tata Ruang daerah setempat

tugas bagian legal proyek

Konsultasi ini bertujuan untuk mengetahui bahwa daerah tersebut boleh dibangun townhouse.

Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum anda mengakuisisi lahan, karena tidak semua lahan bisa dibangun townhouse

Jika lahan sudah anda bayar ke pemilik lahan namun ternyata lahan tersebut tidak bisa dibangun townhouse maka anda akan rugi. (more…)

Google Adwords dan Facebook Ads, Anda Pilih Mana?

Saat ini ada dua platform periklanan online dengan sistem pay per-clik yang bisa Anda manfaatkan untuk memasarkan produk atau jasa Anda. Google Adwords (GA) dan Facebook Ads (FBA). Pertanyaannya mana yang lebih efektif kita gunakan sebagai media periklanan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas mari kita lihat dulu karakter kedua monster penghasil uang bagi pemiliknya tersebut.

Mari kita lihat dari sisi bagaimana mereka membantu kita. Pertama kita lihat GA.

Iklan yang dipasang di GA akan muncul jika seseorang mencari sesuatu yang sesuai dengan kata kunci yang dibidik si pengiklan. Jadi iklan produk yang muncul sesuai dengan keinginan si pembutuh produk atau jasa tersebut.

Misalnya seorang pengiklan membidik kata kunci “nasi padang” ketika melakukan set-up di dashboard GA-nya, maka jika ada seseorang mengetik “nasi padang” pada kotak pencarian Google maka situs pengiklanlah yang muncul. (more…)

×

Hallo...!

Workshop Cara Benar Memulai Bisnis Developer Properti Bagi Pemula akan diadakan tanggal 22-23 Februari 2025 di Jakarta

× Info Workshop Developer Properti