Cara Menjual Properti Dengan Menerapkan Uang Muka 0 Rupiah

Salah satu cara seorang developer properti menerapkan pricing strategy dalam menjual produknya adalah dengan cara menetapkan uang muka sekecil mungkin.

Bahkan bisa dengan hanya sekedar uang booking fee saja yang besarnya tidak seberapa. Sehingga uang muka dianggap 0 rupiah.

Hal ini untuk mengakomodir konsumen yang kesulitan menyediakan uang muka yang besar tetapi sanggup untuk mencicil.

Karena memang banyak sekali masyarakat dengan tipe seperti itu, mereka sanggup mencicil untuk harga rumah sampai dengan lima ratus juta rupiah tetapi jika diminta untuk menyediakan uang muka dua puluh persen atau seratus juta, mereka tidak mampu. (more…)

Begini Cara Mencari Tanah Untuk Proyek Bagi Orang Yang Tidak Punya Modal

cara pembayaran tanah proyek

Saya tahu, menjadi developer properti bagi orang yang tidak punya uang adalah pekerjaan berat, amat berat malah.

Bagaimana mungkin bisnis yang notabene-nya padat modal bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya modal?

Jika dilihat secara linier memang ngga mungkin.

Mari kita lihat di awal-awal, ketika membeli lahan musti pake uang, bahkan uang untuk membeli lahan ini cukup besar dibandingkan kebutuhan lainnya. Perkiraan sekitar tigapuluh persenlah dari nilai proyek.

Tetapi enaknya, dengan strategi khusus mengakuisisi lahan, bisa saja orang yang tidak punya modal bisa menjadi developer properti.

Terutama strategi itu adalah tentang bagaimana cara pembayaran lahannya. Karena cara pembayaran lahan ini amat menentukan perjalanan keuangan proyek selanjutnya. (more…)

Cara Mensiasati Kebutuhan Modal Besar untuk Menjadi Developer Properti

Jadi developer butuh modal besar

Ngga salah orang bilang bahwa menjadi pengembang properti itu membutuhkan modal yang amat besar, terutama untuk membeli lahan, selanjutnya untuk mengurus perijinan dan untuk mengerjakan persiapan lokasi.

Termasuk yang paling utama adalah untuk membangun proyek. Membangun proyek di sini termasuk membangun insfrastruktur seperti jalan, saluran dan infrasturktur lainnya, dan yang paling penting adalah modal untuk membangun unit-unit propertinya.

Sebagai simulasi kebutuhan modal untuk membeli lahan kita lihat contoh ini, misalnya kita akan membeli lahan seluas 1 hektar dengan harga lima ratus ribu rupiah permeter persegi maka untuk membeli tanah saja butuh uang sekurangnya lima milyar.

Dengan kebutuhan awal untuk membeli lahan sebesar lima milyar ini mungkin tidak semua orang bisa menjadi developer properti. Karena lima milyar itu jumlah yang besar bagi rata-rata orang kita. (more…)

Strategi Negosiasi dengan Pemilik Lahan: Naikkan Saja Harganya

nedosiasi menaikkan harga tanah

Ini antitesis terhadap kegiatan tawar menawar, karena biasanya orang mengajukan penawaran terhadap sesuatu agar harga menjadi lebih rendah.

Tetapi dengan strategi ini Anda mengajukan penawaran dengan harga yang lebih tinggi. Mungkin saja pemilik malah heran. Di samping tentu saja mereka penasaran. Kok bisa?

Nah, mari kita lihat lebih jauh apa keuntungan dan kerugian bagi pemilik lahan dan Anda sebagai developer. (more…)

Menjadi Karyawan Developer Properti Lebih Dulu, Langkah Mudah Menjadi Pengembang

Untuk menjadi developer properti, salah satu langkah yang bisa Anda lakukan adalah menjadi karyawan sebuah perusahaan pengembang properti terlebih dahulu.

Karena dengan menjadi karyawan sebuah perusahaan developer properti maka Anda akan memahami pengembangan sebuah proyek properti.

Cerita ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda;

Sebutlah namanya Andy, begitu dia dipanggil sehari-hari, saat ini dia sudah mengembangkan beberapa proyek perumahan skala cluster. Tidak banyak-banyak unitnya per-lokasi, ada yang 10 unit, ada yang 17 unit ada juga yang hanya 4 unit.

Walaupun dengan mengembangkan perumahan dengan skala kecil, dia sudah cukup puas tapi belum sepenuhnya puas.

Impiannya adalah suatu hari ia akan mengembangkan proyek skala kawasan. Ia sedang mempersiapkan diri jika suatu saat peluang yang diimpikannya datang.

Apa peluang itu?

Mungkin saja ia akan bertemu dengan seseorang yang memiliki visi yang sama; ingin membangun sebuah peradaban di suatu lokasi dan bersedia menjadi partner-nya. (more…)

Perlunya Mentalitas Matang Untuk Sukses di Bisnis Developer Properti

Mentalitas yang matang perlu dimiliki oleh seseorang yang ingin sukses menjadi pengembang properti.

Karena dengan mentalitas matang ia akan sanggup menghadapi kendala yang datang dalam proses pengembangan proyek.

Kesiapan mentalitas ini amat diperlukan karena dalam setiap pengembangan proyek kerap ditemui halangan. Halangannya bisa berupa internal dan eksternal proyek.

Kendala proyek yang berasal dari internal

Kendala latin yang sering terjadi yang berasal dari internal adalah proyek kehabisan darah di tengah jalan. Kehabisan uang. Mangkrak.

Jika ini terjadi tidak ada jalan lain harus dicari suntikan modal baru. Jika tidak ingin proyekmu betul-betul gulung spanduk, gulung brosur, gulung banner dan gulung tikar. Hehehe.

Mencari suntikan baru bukan pekerjaan mudah, dirimu perlu kerja ekstra keras untuk meyakinkan pemilik modal bahwa proyekmu pantas diberi modal. (more…)

Jika Belum Punya Uang, Bisa PPJB atau PSPH. Apa bedanya?

Ketika seseorang akan membeli rumah atau properti lainnya namun belum punya uang sebanyak harga properti tersebut, ada caranya supaya transaksi tetap bisa dilakukan.

Caranya adalah dengan dibuatnya perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Yang pada pokoknya pemilik mengikatkan diri menjual properti miliknya dan si pembeli juga berkomitmen untuk membeli properti tersebut.

Hanya saja karena pembayaran belum bisa dilakukan secara terang dan tunai maka belum bisa dilakukan penandatanganan akta jual beli (AJB).

Sesuai asas jual beli tanah bangunan dalam hukum agraria nasional yaitu terang dan tunai. (more…)

Cara Kerjasama Lahan untuk Dibangun Perumahan  

cara kerjasama lahan

Kerjasama lahan jamak dilakukan oleh pemilik lahan dan developer. Alasannya macam-macam, mungkin saja karena memang developer tidak mau membayar tanahnya secara tunai karena itu membutuhkan modal yang amat besar.

Atau mungkin juga memang si pemilik lahan tidak mau menjual putus tanahnya. Karena dengan menjual putus tanahnya ia tidak mendapatkan keuntungan dari tanahnya selain harga tanah.

Lagi pula biasanya jika ada orang yang akan membeli putus tanah biasanya mereka menawar harga tanah serendah mungkin. Mereka menjadi raja tega dalam menawar tanah.

Alasan lainnya adalah mungkin saja karena memang tidak ada orang yang mau membeli tanah tersebut karena secara nominal jumlahnya besar sekali.

Misalnya ada tanah 3 ha yang dijual dengan harga 800 ribu permeter persegi. Jika ada developer yang akan membeli maka ia butuh uang sekurangnya 24 milyar. Itu untuk tanahnya saja.

Nah, saat ini amat jarang developer yang mau keluar uang tunai sampai segitu besarnya untuk beli tanah. Mereka cenderung untuk menawarkan kerjasama untuk tanah tersebut. (more…)