Pemerintah Mengesahkan PP No. 64 Tahun 2016 tentang PEMBANGUNAN PERUMAHAN MBR

Akhirnya pemerintah mengesahkan PP No. 64 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah. PP ini merupakan pengaturan lebih lanjut Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII tentang Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sudah diluncurkan pemerintah pada tanggal 24 Agustus 2016.

Dalam PP ini kelihatan bahwa pemerintah ingin mempercepat, mempermudah dan mempermurah perijinan untuk pembangunan perumahan bagi MBR. Untuk lebih jelasnya berikut pasal demi pasal PP No. 64:

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 64 TAHUN 2016

TENTANG

PEMBANGUNAN PERUMAHAN MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

(more…)

BP Tapera Akan Membiayai 51.000 Unit Rumah

tapera tabungan perumahan rakyat

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang dibentuk pemerintah melalui Undang-Undang No 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat akan segera menyalurkan pembiayaan untuk 51.000 unit rumah sepanjang tahun 2021.  

Pembiayaan dilakukan secara bertahap, di semester pertama, disiapkan dalam bentuk initial project sebanyak 11.000 unit. Kemudian, semester selanjutnya untuk pembiayaan 40.000 unit rumah sisanya.

Saat ini BP Tapera sedang menyiapkan initial project pembiayaan perumahan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta Tapera yang memenuhi persyaratan dan urutan prioritas.  

Dari mana dana untuk membiaya pembangunan rumah tersebut?

Dana untuk pembiayaan pembangunan rumah tersebut pengelolaannya sangat berbeda dengan pengelolaan dana sebelumnya yaitu Bapertarum (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat).

Dimana pengelolaan dana oleh BP Tapera dibagi menjadi tiga proses yakni pengerahan dana, pemupukan dana Tapera, dan pemanfaatan dana Tapera.

Jadi ada 3 jenis pengelolaan dana dimana dana awalnya Rp9,2 triliun, selanjutnya akan ditambah dengan dana tambahan dari para peserta.

Tahap awal pesertanya adalah ASN aktif dulu, yaitu 3% dikalikan jumlah yang nanti ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Setelah itu, ditambahkan menjadi dana yang dikelola.

Sebagai informasi bahwa BP Tapera baru saja menerima pengalihan dana dari Bapertarum PNS sebesar Rp11,86 triliun dari tim likuidasi.

Dari jumlah tersebut, Rp 1,5 triliun di antaranya telah dicairkan kepada 367.740 pensiunan ASN atau ahli waris pada tahap pertama, dan sekitar Rp 1 triliun lagi akan dicairkan kepada pensiunan PNS atau ahli waris pada tahap kedua. (more…)

Azas Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman: Kesejahteraan

Dalam UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman ditetapkan bahwa ada 12 asas dalam melaksanakan pembangunan peruamahan dan kawasan permukiman.

Asas yang pertama adalah kesejahteraan. Dimana asas kesejahteraan ini mengandung pengertian bahwa pembangunan perumahan dan kawasan permukiman harus layak sehingga masyarakat dapat mengembangkan diri dan beradab, serta dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Tanpa perumahan yang layak masyarakat tidak bisa hidup sejahtera. Hal ini bisa kita lihat di lokasi pemukiman kumuh, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Di lingkungan tersebut, masyarakat amat rentan terhadap masalah kehidupan, seperti masalah kesehatan, masalah sosial, masalah ekonomi dan masalah lainnya.

Secara kesehatan, lingkungan yang kumuh sangat rentan terhadap serangan penyakit. Seperti malaria, disentri, demam berdarah dan penyakit lainnya.

Selain itu lingkungan kumuh juga akan berkembang penyakit sosial. Hal ini karena di lingkungan kumuh tersebut kebanyakan ditinggali oleh orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan di bawah rata-rata sehingga mereka amat mudah terpengaruh lingkungan.

Penyakit sosial yang banyak ditemui di kawasan kumuh adalah peredaran narkoba, pelacuran tingkat bawah, perjudian dan lain-lain. (more…)

Urgensi Bantuan PSU Untuk Perumahan Subsidi

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali akan menyalurkan program Bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) untuk developer. Penyaluran bantuan PSU ini diberikan untuk pengembang yang membangun perumahan subsidi.

Dimana tujuan pemberian bantuan PSU ini adalah supaya perumahan subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki lingkungan hunian yang baik.

Namun sampai saat ini bantuan PSU belum diberikan kepada para pengembang karena masih dalam tahapan koordinasi antar para stakeholder penyediaan perumahan.

Bantuan PSU yang didapat oleh pengembang adalah untuk pembangunan jalan dan penunjangnya. Besaran bantuan PSU yang diterima pengembang biasanya dihitung berdasarkan banyaknya unit yang dibangun oleh pengembang di suatu perumahan.

Baca juga: Ini Jadwal Workshop Developer Properti Bagi Pemula

Misalnya untuk bantuan PSU ini pemerintah memberikan bantuan per-unit rumah adalah Rp4 juta, maka besarnya bantuan PSU yang diterima adalah Rp4 juta dikalikan jumlah unit.

Jika banyak rumah yang dibangun adalah 300 unit maka besarnya bantuan PSU yang didapatkan adalah Rp4 juta dikalikan 300 unit, yaitu Rp1,2 milyar. (more…)

Hernan Cortes, Kisahnya Menginspirasi

kapal hernan cortesCerita ini tidak ada hubungannya dengan property. Saya tergelitik untuk memposting cerita tentang Hernan Cortes ini karena kisahnya sangat menginspirasi.

Tidak peduli apa pilihan hidup yang anda jalani saat ini, kisahnya tetap relevan dengan kehidupan kita sepanjang kita menginginkan kesuksesan menghampiri.

Tertulis dalam sejarah bahwa Hernan atau Fernando Cortes, seorang pemimpin pasukan berkebangsaan Spanyol bermaksud ingin menaklukkan Mexico pada tahun 1519 M.

Secara logika pasukannya pasti kalah karena hanya berjumlah tidak lebih enamratus orang. Mereka akan menaklukkan negeri dengan pasukan yang lebih banyak dan berpenduduk kurang lebih lima juta orang. Lagi pula expedisi sebelumnya yang dikirim untuk menaklukkan Mexico selalu gagal. (more…)

Belajar Banyak dari Proyek-Proyek Ciputra dan Garuda Singhasari-nya Pak Damar di Malang

Pentingnya kudu jalan-jalan, tapi bukan hanya jalan-jalan semata, harus sambil mencari ilmu untuk studi banding dan mencari sparing partner keluar, serta memperhatikan segala kekurangan kita juga untuk agar bisa kita perbaiki lebih baik lagi setelah melihat segala kelebihan-kelebihan di luar sana.

Di Ciputra kita belajar akuisisi lahannya, menemukan produk yang bagus, rapih, berkualitas, sama ada keseragaman produk dimana pun kualitasnya di 37 kota Indonesia, Asia Tenggara, Cina dan India, hal sekecil apa pun mereka perhatikan agar penyajian proyeknya itu terus menerus berkualitas.

Pemandangan yang mengganggu estetika keindahan ketika sedang berprogress saja pun mereka ganti dengan gambar-gambar penutup menarik, bahkan rumput tinggi sekalipun mereka langsung rapihkan oleh management estate-nya.

Kita juga bisa belajar dari apa yang mereka lakukan dari penggunaan kantor marketing gallery yang mewah, rumah contoh dan desain interior yang ciamik, media-media offline seperti billboard, roll banner, open table, warnanya seragam. Akrilik nama branding, pemilihan agen matketing in house dan sebagainya yang sangat diperhatikan kualitasnya. (more…)

WOW! Membeli Rumah Saat Ini Bebas PPN

Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 0% atau PPN ditanggung pemerintah untuk sektor perumahan selama enam bulan ke depan. Terhitung tanggal 1 Maret sampai dengan 31 Agustus 2021.

Dimana tarif PPN ini sebenarnya adalah 10%, kecuali untuk perumahan subsidi yang memang sudah gratis PPN.

Apa alasan pemerintah memberikan insentif penghapusan PPN ini? Alasannya adalah karena sektor properti sangat terdampak pandemi, di sisi lain sektor ini banyak menyerap tenaga kerja dan banyak berkaitan dengan industri lain, sehingga butuh dukungan stimulus dari pemerintah.

Apabila sektor properti lesu maka akan berdampak kepada banyak sektor, seperti sektor konstruksi dan banyak sektor lainnya. Karena setidaknya sektor properti berhubungan dengan 174 industri terkait seperti baja, semen, cat, mebel, alat rumah tangga dan lain-lain.

Selain itu juga terdapat banyak industri kecil yang juga terkait dengan bisnis properti seperti furnitur, kasur, mebel, alat dapur dan lainnya. (more…)

Cara Membaca Tren Harga Properti dalam 5 Tahun Terakhir

Harga properti selalu menjadi topik hangat bagi investor, developer, maupun masyarakat umum. Kenaikan atau penurunan harga dapat memengaruhi keputusan pembelian, investasi, hingga strategi pembangunan. Memahami tren harga properti dalam 5 tahun terakhir membantu kita melihat gambaran besar: apakah pasar sedang naik, stagnan, atau justru terkoreksi. Dengan analisis yang tepat, peluang keuntungan bisa lebih mudah terbaca.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Properti

Tren harga properti tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor. Pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga kredit, kebijakan pemerintah, serta ketersediaan lahan sangat berpengaruh terhadap harga. Misalnya, ketika suku bunga KPR rendah, permintaan meningkat dan harga ikut terdorong naik. Sebaliknya, ketika inflasi tinggi dan daya beli menurun, harga cenderung stagnan bahkan bisa turun.

Data sebagai Dasar Analisis

Dalam membaca tren harga, data menjadi kunci utama. Laporan dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga data agen properti lokal dapat dijadikan rujukan. Dengan membandingkan harga rata-rata per meter persegi dalam kurun waktu tertentu, kita bisa mengetahui pola pergerakan harga. Misalnya, di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, harga properti mungkin terus naik meski perlahan, sedangkan di kota satelit seperti Bekasi atau Tangerang, kenaikannya bisa lebih cepat karena permintaan yang tinggi. (more…)